
...*******...
" bocah kurang ajar.... Rasakan ini...
"Serigala pembantai....akkhhhh.." teriak Arlong mengeluarkan jurus nya, kemudian siluet serigala merah bertubuh sangat besar berdiri di belakangnya.
" hahahahha....matilah bocah....sampaikan salam ku kepada dewa Yama hahahaha...." teriak Arlong
kemudian serigala itu melesat sangat cepat kearah Ray , namun itu tidak apa apa bagi Ray, dia hanya melihat nya seperti sedang berjalan santai
kemudian Ray mengangkat tangan nya dan...
" plakkk...
"booommmm.... "
lalu Ray memegang ekor serigala itu dan membanting nya ke tanah, dan membuat serigala itu meledak dan menghilang.
" hahahaha... Drake....? apakah itu pemimpin kalian ?, hahahaha.... sangat lemah..." Teriak Arlong tertawa senang Karna mengira Ray sudah mati
" hahahaha.....dimana keberanian kalian tadi... Drake" teriak Arlong mengejek Drake yang terlihat seperti orang yang kehilangan semangat nya
" hahahaha....apakah itu jurus terkuat mu paman? sangat menggelikan ?" ucap seseorang sambil keluar dari balik asap.
" Tuan...."
"pemimpin..." teriak anak buah Ray senang melihat Ray baik baik saja .
" B -bagaimana m -mungkin....kamu baik baik saja ? setelah terkena jurus ku?" kata Arlong dengan mata melotot.
" ahh maksud paman anak anjing barusan itu ? aku baru saja memberinya tamparan kecil dan membantunya mengurut belakangnya yang gatal hehehehe..." ucap Ray sambil menggaruk kepalanya.
" pffruutttt..." Arlong langsung menyemburkan darah dari mulutnya mendengar perkataan Ray.
di dalam mobil Hardi.....
" tuh kan apa aku bilang, anak itu tidak mungkin mati, menikah saja belum " celetuk Hardi
" tukk..." istrinya Dita langsung memukul kepalanya Karna terlalu berisik dari tadi, Karna anaknya sedang tidur nyenyak
" sayang kenapa kamu memukul suami mu yang aduhai tampan ini?" ucap Hardi protes
" Diam bodoh Fiona sedang tidur " kata Dita sambil menunjuk anaknya yang masih berumur 7 tahun sedangkan Coky anak Yulius masih berumur 6 tahun .
' huhhh untung ada pawang nya yang menyuruh Tuan berhenti berbicara tidak jelas, kalau tidak, bisa bisa aku di larikan kerumah sakit jiwa nanti nya' batin seven yang dari tadi menutup kuping nya.
di sisi pertempuran
" ayo lanjutkan permainan ini...urrraaaa....." teriak Ray berlari menuju Arlong
" hoorreeeaaaaa..."
" auuoooo...." teriak anak buahnya semakin semangat.
Ray langsung menendang dada Arlong yang masih terkejut.
" jangan menghayal paman, ini bukan tempat yang bagus untuk menghayal.." ucap Ray
kemudian mengangkat kakinya sekali lagi untuk menginjak selangkang Arlong , namun berhasil di hindari oleh Arlong
" dasar bocah kurang aj*r... kenapa mengincar yang itu?" teriak Arlong marah karna dia hampir saja kehilangan benda berharganya
" sudah jangan bercanda lagi paman , waktunya untuk serius" ucap Ray dengan wajah mulai terlihat serius
' ternyata anak ini belum serius dari tadi' batin Arlong
sementara di sisi Drake yang melawan tiga orang...
" keluarkan jurus mu Drake" teriak lawan Drake
__ADS_1
" hahahaha...kalian belum mampu membuat ku mengeluarkan jurus ku " seringai Drake
" serang dia .." teriak M 1 ( musuh 1) kepada rekan nya , sambil mengayunkan pedang nya kepada Drake , namun dapat dihindari oleh Drake..
" dasar lemah.." ucap Drake kemudian membalas serangan mereka
" tukk..."
" tukkk.."
" tukk..."
tiga kepala menggelinding di tanah
Arlong yang melihat bahwa dirinya sudah di ujung tanduk segera mengeluarkan jurus terlarang nya.
" untuk kalian anak buah ku ?... aku berterima kasih kepada kalian semua atas pengorbanan kalian.." teriak Arlong
sementara anak buahnya yang tersisa sangat terkejut mendengar perkataan Arlong ,
" jangan bos...jangan gunakan itu..., kami masih mau hidup" teriak anak buah nya yang masih tersisa
"mawar hitam...pengorbanan darah...akkhhhhh" teriak Arlong kemudian siluet batang mawar hitam mengikat para anak buah nya dan menghisap darah dan kekuatan mereka sampai menjadi tulang kering.
Tubuh Arlong perlahan lahan menjadi besar dan menjadi tinggi, setinggi Tiga meter, taring nya mulai tumbuh , matanya berwarna merah dan cakarnya yang mulai memanjang.
" hahahahahaha... aku akan membunuh kalian dengan sangat mudah... hahahaha" teriak Arlong yang sudah menjadi monster.
" woww.... apakah kamu Titan?" teriak Ray polos
sedangkan Drake dan yang lain nya mengerutkan keningnya melihat perubahan Arlong.
" ohhh jadi kamu mengorbankan anak buah mu untuk mendapatkan kekuatan yah..." ucap Ray yang masih terlihat biasa biasa.
" ayo selesaikan ini dengan cepat , aku tidak punya waktu untuk bermain main lagi" lanjut nya sambil memungut pedang yang ada di tanah kemudian berlari menuju Monster Arlong,
Sebelum cakarnya sampai ke tubuh Ray, Ray memiringkan tubuh nya ke kanan dan melompat
" salam buat dewa Yama " ucap Ray
" sringggg..."
" bommm...."
sebuah kepala besar menggelinding di tanah,
"Tidak mungkin...." teriak kepala Arlong yang masih bisa berbicara.
kemudian tubuh nya mulai menyusut kembali
" huurraaaa..."
" yeahhh...."
" kita menang...hahahaha.." teriak anak buah Ray yang sempat putus asa, Karna mengira akan mati dibunuh oleh Arlong
"Ray ?" panggil Dinda , sambil berlari memeluk Ray
" blep..."
"uhukkk , Dinda.. aku tidak bisa bernafas.?" teriak Ray Karna wajah nya di tutupi sesuatu yang besar dan kenyal sehingga membuat nya sesak nafas
" hahhh..akhirnya aku bisa bernafas " kata Ray ter engah engah...ketika Dinda melepas kan pelukan nya
" A -ah maaf , apakah kamu baik baik saja?" tanya Dinda dengan muka memerah
sedangkan Drake dan yang lain nya segera mencari aktifitas lain ketika sejoli itu berpelukan.
" woii bocah tengik? kamu ternyata hebat juga yah..?" teriak Yulius
__ADS_1
" Ray apa kamu baik baik saja?" tanya Bu Tika
" ahh iya Bu aku baik baik saja kok" jawab Ray tersenyum
" kamu memang sekuat papa nak hahahaha" kata pak Rudi
"kamu memang laki laki jantan seperti kakak" narsis Hardi padahal dari tadi diam saja menonton di dalam mobil.
[ ✓ misi berhasil dijalan kan
mendapatkan hadiah
uang 50 triliun
perumahan Mewah nomor 1 di jalan melati.
ket:
uang sudah di transfer ke rekening tuan , dan sertifikat rumah ada di inventori sistem
dan mendapatkan 100.000 poin sistem]" notifikasi dari Rin
Ray hanya diam saja mendengar notifikasi dari Rin.
kemudian Ray memerintah kan Untuk membuang Mayat mayat lawan nya..
" Ziro? buang mayat mayat ini ke sungai itu? disana pasti banyak ikan, lumayan kan kalau kita datang ke tempat ini buat mancing ikan ?" ucap Ray kepada Ziro
" baik tuan ?" jawab Ziro " ayo semua angkat mayat mayat ini ?, ikat dengan batu supaya tenggelam dan dimakan ikan dan buaya" perintah Ziro kepada anak buahnya
setelah semuanya beres mereka kemudian melanjutkan perjalanan dan membagi 10 kelompok agar tidak terlalu muat heboh ketika masuk kota .
Kemudian Ray menyuruh Rin untuk mengirim alamat rumah nya kepada anak buahnya Karna mereka belum mengetahui alamat rumah Ray, kecuali Ziro dan ke sepuluh bawahan nya.
Sepuluh menit kemudian mereka sampai di depan rumah Yang sangat besar yaitu Rumah Ray
mata orang tua Ray dan yang lain nya membulatkan matanya melihat Rumah megah di depan mata mereka
"ini luar biasa , ternyata Rumah Ray besar sekali "
" ternyata calon mantuku adalah seorang miliarder" ucap Bu Mirna , membuat Dinda menunduk malu
" ayo masuk?" ajak Ray
" Tuan muda kami permisi dulu tuan " ucap Drake
" loh kenapa kalian mau pulang masuk dulu kita minum sebentar ?" ajak Bu Tika
"iya paman Drake , masuk dulu " ajak Ray
" ahh baik lah kalau begitu hehehe" jawab Drake, sementara anak buahnya sangat senang Karna tadi sempat murung akibat Drake mengajak pulang, padahal mereka mau berkenalan dengan keluarga pemimpin mereka.
kemudian mereka disambut oleh maid dan mengantar mereka ke kamar mereka masing masing.
dan mereka merayakan acara kecil kecilan , hanya sekedar minum minum saja.
...****** ...
sementara itu, di markas besar Kelompok MAWAR HITAM sedang heboh Karna tangan kanan pemimpin mereka tewas.
dan di kantor polisi pun sama hebohnya Karna menemukan bekas pertarungan dan mayat mayat di bawah sungai ,
mereka kemudian menyelidiki indentitas mayat namun mereka senang Karna mayat itu adalah orang-orang dari mafia mawar hitam yang selalu membuat kerusuhan di kota.
...******...
***maaf yah guys jika bab ini kurang menarik , tapi author bakalan usahain buat lebih menarik lagi di chapter selanjutnya.
dan dukung terus author dengan cara like komen dan vote dan jangan lupa untuk menekan ❤️***
__ADS_1