
...******...
Jakarta , 6 Mei 2022,
Ray sedang berada di dalam kelas, dan dengan serius mendengarkan penjelasan dari dosen yang mengajar, sampai usai .
Jam pelajaran telah usai, kini Ray sedang berjalan menuju mobil nya dengan tergesa gesa,
Sedari tadi Intan terus mengejar ngejar, dan memanggil Ray, namun Ray tidak mau berhenti, malah mempercepat langkah kakinya.
" tuh orang sudah gila kali...? sudah punya ayang malah ngejar ngejar gw ? " gumam Ray sambil masuk kedalam mobil nya.
" ihh Ray... kok ninggalin sihh" teriak Intan sambil menghentakan kakinya ke tanah.
tiba tiba..
" intan, kamu jangan ganggu Ray lagi?, ingat kamu sudah punya pacar ?" ucap Amelia menghampiri intan
" apa sih... aku kan cuman gabut aja pas Ray pulang kampung, jadi aku cari kesenangan sebentar" jawab Intan
" tapi Ray udah liat kamu sama pacar jalan kan?"
" I -iya sih.. tapi aku udah putusin dia kok" bela intan
" yahh pokoknya Ray udah gak mau sama kamu, Karna Ray sudah tau sifat asli kamu Tan"
" oiyah kamu tau, nanti malam aku sama Naila bakalan kerumah Ray loh ? sambil kenalan sama calon mertua ku hihihi..." ucap Amelia sambil menggandeng tangan Naila yang sedari tadi diam dan berjalan meninggalkan Intan
" pokoknya aku bakalan datang sendiri kerumah Ray" teriak intan kepada Amelia
"tunggu????... sejak kapan Amelia sama Naila akrab , bukan nya mereka jarang bareng selama ini??" gumam intan bingung.
...*****...
di perjalanan Ray melajukan mobil nya menuju rumah nya.
Karna mendapat telvon dari Dinda kalau ayah Dinda lagi sakit dan di bawa kerumah sakit.
Di rumah sakit di kamar VIP.
" keadaan pasien sudah mulai membaik kok, kalian tenang saja"ucap dokter menenangkan Dinda dan yang lain nya.
" syukur lah.. kalau sudah membaik., terimakasih banyak dok?" ucap Bu Mirna.
" sama sama nyonya, kalau begitu saya permisi dulu" jawab dokter kemudian berlalu pergi meninggal kan mereka.
" terimah kasih banyak tuan Ziro, sudah membawa suami saya kerumah sakit, kalau tidak,kami tidak tahu entah bagaimana keadaan suami saya nantinya" ucap Bu Mirna kepada Ziro
" itu sudah menjadi tugas saya nyonya, kalau mau berterima kasih,. sebaiknya kepada tuan muda Ray saja" jawab Ziro
__ADS_1
Sementara itu, Ray berlari dengan cepat ke kamar tempat Ayah Dinda di rawat.
" kriett.."
semua mata langsung menatap kearah pintu yang terbuka.
" hah.. hah... bagaimana keadaan paman?" teriak Ray terengah-engah.
" tuan sebaiknya minum dulu?" ucap Ziro sambil memberikan segelas air putih, yang sebenarnya air buat pasien.
"hah.. terimah kasih banyak Ziro"
Ray langsung meneguk habis air dalam gelas itu.
" hah segar juga..., Ehh Dinda bagaimana keadaan papa kamu?" tanya Ray kepada Dinda
" sudah mulai membaik kok, itu Karna perawatan dari dokter sangat baik jadi keadaan papa cepat membaik." jawab Dinda.
" hmm kalau gitu kita bawa papa kamu pulang ajah gimana?, biar di rumah kita bisa tiap hari mengecek keadaan papa kamu?" usul Ray
" gimana mah?" tanya Dinda Kepada mama nya.
" iya itu lebih bagus Mir Kalau suami kamu dibawa ke rumah" timpal mama Ray.
" hmm terserah kamu aja Ray , Tante ikut kamu saja, asalkan itu demi kebaikan kita semua.." jawab Bu Mirna setuju
"hmm" angguk Ray
" iya Bu sudah kok..., oiyah nanti malam ada teman teman ku yang akan datang dirumah, mau kenalan sama kalian " ucap Ray
" oyah siapa?" tanya Bu Tika
" teman aku " Ray
kini Ziro dengan Ray sedang mengurus kepulangan Ayah Dinda.
jam menunjuk pukul 6 sore, kini ayah Dinda sudah di bawa pulang oleh Ray dan di rawat oleh beberapa dokter terbaik.
Ray sedang duduk dengan Dinda, sambil memeluknya.
" ahh andai waktu bisa ku hentikan, aku ingin seperti ini untuk, waktu yang sangat lama" gumam Ray
" hmmm.. iya tuh... nanti lagi yah aku mau mandi mau pergi ke kamar papa, buat nemenin papa" ucap Dinda sambil melepaskan kedua tangan Ray yang melingkar di pinggang nya
" nanti saja aku masih pengen peluk kamu loh" rengek Ray.
" sebaiknya kamu mandi dulu, kan teman kamu mau datang?" dinda
" oiya yah.. ya sudah , tapi teman aku cewek, gak apa kan?" ucap Ray sambil menatap mata Dinda
__ADS_1
" gak apa kok..." jawab Dinda
" hmm kalau gitu kamu mandi dan pake make up, jangan kalah sama mereka, soalnya mereka ngejar ngejar aku loh" gumam Ray sambil tersenyum
" iyaa kamu tenang saja, " jawab Dinda tersenyum.
Ray menatap Dinda sambil melirik bibir Merah Dinda sekilas, dan mendekatkan wajah nya ke Dinda .
denyut jantung Dinda semakin berdetak kencang, ketika merasakan nafas hangat Ray.
" cupp..."
akhirnya ciuman manis mendarat di bibir merah Dinda.
keduanya tampak menikmati ciuman itu, Ray ******* bibir Merah Dinda dengan lembut.
" hmmm" desah Dinda membuat sesuatu tegak berdiri namun bukan keadilan,. kira kira apa yah??
" hmm... Sudah Ray aku mau pergi dulu, ?" ucap Dinda sambil memegang wajah Ray, mukanya memerah , dengan cepat dia melihat kearah lain.
" hmm baiklah... kalau begitu aku juga mau mandi, "ucap Ray sambil tersenyum
" cupp.."
sebelum berdiri Ray masih sempat mencium bibir Dinda, Dinda hanya tersenyum lalu meninggalkan kamar Ray.
beberapa puluh menit kemudian,
sebuah mobil memasuki halaman rumah Ray.
mereka adalah Amelia dan Naila,
" Ting tong"bunyi bel berbunyi
*****
" ehh Din... ?" Ray
" ada apa Ray" Dinda
" tau gak?, tuh yang baca jarinya nganggur loh tapi gak like dan komen?" tunjuk Ray
" iya tuh, cuman baca yah tapi gak like, like dan komen lah... sekali kali" tunjuk Dinda kepadaku yang sedang membaca..
" aku janji bakalan like dan komen ✌️✌️"
" tuhh kamu udah janji ... like dan komen lah" tuntut Ray
...****...
__ADS_1
maaf guys baru sempat update 🙏🙏
terus dukung author dengan cara like komen dan vote, dan ingat kalian sudah janji like dan komen loh