
Dunia ini terlalu indah untukku."
Pria itu menatap langit oranye dengan matahari yang mulai tenggelam. Dia menghisap rokok yang hanya tinggal sedikit saja ditangannya.
"Sayang, apakah semuanya harus berakhir disini?" Ucap pelan pria itu.
Di belakangnya, terdapat satu wanita yang menatapnya dengan sedih. "Jika kau memang ingin membantu aku dan anakku, maka lompatlah."
Mereka berdua berdiri di atas gedung pencakar langit, tempat yang sangat tinggi, manusia manapun akan langsung mati jika melompatinya.
"Baiklah, kau harus berjanji padaku, jangan membuat anak kita menderita."
Sang wanita menutup matanya, lalu berjalan pelan menuju suaminya itu. "Aku akan mendoakan kebahagiaanmu," ucapnya pelan dengan air mata yang menetes.
"Terimakasih," pria itu tersenyum hangat, setelah puas menatap istrinya untuk terakhir kali, dia pun melompat.
"Setidaknya aku masih berguna untuk mereka ...."
***
[Memeriksa ....]
[Lei Xinjiang ....]
[Selamat datang tuan!]
Pria itu membuka mata saat mendengar seseorang menyebutkan namanya. "Ugh ... dimana ini?" Kepalanya terasa pusing, yang bisa ia pandang hanyalah ruangan hitam, dengan panel hijau yang terpampang di depan matanya.
[Ini adalah ruang keinginan!]
Suara itu kembali muncul, suara wanita yang terdengar jelas dari dalam kepalanya. "Siapa kau?"
__ADS_1
[Saya adalah sistem! Pemandu anda!]
"Sistem? Pemandu?" Seketika, dia teringat dengan masa kecilnya, "Apakah ini semua nyata?"
[Tentu saja!]
"Baiklah ...," Dengan usia yang bisa dibilang sudah dewasa, ketenangannya jelas jauh di atas rata-rata. Situasi yang sangat diluar nalar seperti ini pun akan mudah tercerna oleh pengalamannya. "Kau tadi bilang ini adalah ruang keinginan kan? Apa maksudnya itu?"
[Ini adalah ruang dimana anda bisa meminta apa saja yang anda inginkan (maksimal tiga)]
Lei Xinjiang memasang wajah datar, "Kenapa harus tiga? Terlalu umum."
[Katakan apa yang tuan inginkan! (Maksimal tiga)]
"Kalau begitu, aku ingin menambah maksimalnya menjadi seratus!"
[(Maksimal tiga)]
[Dunia yang seperti apa?]
"Jika aku menjawabnya, apakah sisa keinginanku tinggal 1?"
[Tentu tidak tuan, tuan tenang saja]
"Hmmm ...," Lei Xinjiang berpikir keras, berusaha mengingat nama dunia yang pernah dia idam-idamkan saat masih remaja. "Kalau tidak salah, dunia kultivator?"
[Keinginan dikabulkan, apa tuan ingin pindah sekarang?]
"Tunggu dulu, aku akan menggunakan keinginan keduaku."
[Katakan saja tuan]
__ADS_1
"Di dunia baru itu, aku ingin tubuh yang kuat, bakat yang besar, dan senjata yang hebat."
[(Maksimal tiga)]
"Sial, ya sudah, aku ingin bakat saja,"
[Keinginan dikabulkan, apa tuan ingin berpindah?]
"Hmmm ... jika aku berpindah sekarang, bagaimana dengan sisa keinginanku?"
[Hangus]
Lei Xinjiang melotot, dia hampir saja mengumpat. "Pantas saja kau buru-buru sekali ingin memindahkanku, kau mau menipuku ya?!"
[Tidak tuan! Sistem bersumpah tidak akan pernah menipu anda!]
"Hampir saja, baiklah, keinginan terakhirku adalah hidup bahagia di dunia itu."
[Apa kau yakin tuan?]
"Kenapa memangnya?"
[Kebahagiaan adalah keinginan yang sangat sulit sistem kabulkan, jika ingin memaksa, hasilnya tidak akan sempurna, bisa saja tuan bahagianya di awal, atau bahagianya di akhir, jadi apa tuan yakin?]
"Tidak sempurna ya ... aku ubah saja, aku ingin banyak harta di dunia itu."
[Keinginan dikabulkan!]
[Siapkan posisi anda tuan! Anda akan dipindahkan!]
Perlahan-lahan tubuh Lei Xinjiang memudar, hingga akhirnya, dia menghilang dari ruangan itu.
__ADS_1