Sistem Pedang Surgawi

Sistem Pedang Surgawi
Teknik Transformasi


__ADS_3

Mi Li tidak membawa Lei Xinjiang untuk jalan kaki. Sebuah kereta yang ditarik oleh mahluk seperti singa sudah menunggu keduanya di dalam kota.


Sembari menikmati perjalanan, Lei Xinjiang melihat-lihat apa saja yang ada di dalam kota. Banyak sekali makhluk-makhluk aneh yang bentuknya setengah binatang, dia menanyakan hal itu pada Mi Li.


"Kota ini bernama kota merah, walaupun bukan kota besar, kota ini ditempati banyak sekali ras Demi-Human. Saya juga termasuk ras Demi-Human."


Seperti yang dikatakan Mi Li ras Demi-Human adalah ras yang memiliki penampilan setengah manusia dan setengah binatang.


Ras Demi-Human termasuk ke dalam 4 ras utama di dunia kekacauan, manusia tidak termasuk ke dalamnya. Karena manusia terlalu lemah, dan terlalu membutuhkan Qi untuk bertarung.


"Ras Demi-Human kami hanya membutuhkan sedikit Qi untuk bertarung, sementara itu manusia di setiap jurusnya selalu menggunakan Qi. Hidup di lingkungan Qi tipis seperti ini memang tidak menguntungkan untuk manusia." Mi Li terus berbicara tentang kelemahan manusia, "Tapi dibalik itu, manusia memiliki otak yang sangat pintar, itulah sebabnya ras manusia masih bisa bertahan walaupun harus sembunyi."


"Apakah kedatanganku di kota ini adalah hal yang buruk?"


"Tidak tuan, walaupun wujud kami seperti manusia, kecerdasan ras Demi-Human masih didominasi oleh sisi binatang. Karena itu, kami masih membutuhkan manusia untuk mengerjakan hal yang rumit.'


Lei Xinjiang mengangguk, manusia memang mahluk yang terkenal pintar, bukan hanya pintar, tapi licik. "Apa kau ingin aku bekerja denganmu?"


"Sebaiknya kita bicarakan itu di kediamanku." Lei Xinjiang tidak menjawab, dia memberikan gestur setuju.


***


Kediaman Mi Li sangat besar, bentuknya seperti istana, dengan tembok juga yang mengelilinginya. Pagar kediaman itu setinggi 10 meter, dan dijaga oleh penjaga yang memiliki kekuatan di level Merasakan Qi 19.


"Orang sekuat itu dijadikan penjaga gerbang? Aku ingin tahu kekuatan asli rusa ini."


Setelah masuk, Mi Li memerintahkan pelayannya untuk membawa Lei Xinjiang ke kamar tidur. Lei Xinjiang menuruti, tubuhnya juga sudah mulai pegal.


Setelah berjalan selama beberapa saat, pelayan itu berhenti di depan kamar dengan pintu setinggi 2 meter. "Ini adalah kamar anda tuan, semoga kau menikmatinya."


Lei Xinjiang mengangguk, dan segera masuk ke dalam kamar. "Luas sekali!" Kamar yang diberikan Mi Li jauh lebih mewah daripada kamarnya di kediaman Lei.


Tanpa basa-basi, Lei Xinjiang langsung melompat ke kasurnya. "Hebat, enak sekali." Setelah puas rebahan di kasur, Lei Xinjiang duduk dan melihat area sekitarnya.


Dia menemukan sebuah rak kayu dengan banyak buku-buku yang tersimpan. "Ada perpustakaan?" Lei Xinjiang tentu saja penasaran, dia ingin tahu kisah apa saja yang dimiliki ras Demi-Human.


Namun, tidak sesuai dugaannya, semua buku itu adalah teknik bela diri ras Demi-Human. Mungkin Mi Li tidak sengaja menyimpan buku itu di dalam kamar Lei Xinjiang, karena semuanya tertulis dengan bahasa mereka sendiri.


Tapi entah kenapa Lei Xinjiang bisa membacanya dengan lancar. "Inikah bakat?" Lei Xinjiang terus membaca seluruh teknik beladiri yang ada di sana. Namun dia tidak menemukan teknik yang bagus, setelah mengambil buku terakhir, Lei Xinjiang tersenyum lebar.


"Inilah yang aku cari," Teknik yang Lei Xinjiang baca adalah teknik transformasi. Ras Demi-Human memang terkenal dengan teknik transformasinya, dimana mereka bertransformasi menjadi lebih kuat, dengan menumbuhkan beberapa bagian tubuh mereka.


Tapi berbeda dengan pemikiran kolot itu, Lei Xinjiang menemukan bahwa Teknik Transformasi bukanlah teknik sembarangan. Bukan hanya ras Demi-Human saja yang bisa melakukan transformasi.


Semua ras juga bisa bertransformasi. Tapi semua itu terbatas oleh imajinasi mereka. Ras Demi-Human tidak perlu berimajinasi untuk melakukan transformasi, mereka bisa menggunakan tubuh mereka sendiri untuk dijadikan contoh.


"Aku mengerti," Lei Xinjiang menutup buku itu. Setelah itu, dia mengalirkan Qi ke tangan kanannya. Perlahan-lahan kuku tangannya berubah menjadi lebih tajam dan panjang, tumbuh bulu juga di tangan kanannya. "Ini adalah tangan Demon Lion tadi, aku bisa menirunya dengan sempurna!" Dengan kecerdasan manusia, serta bakat alami Lei Xinjiang yang melimpah, teknik transformasi akan sangat memungkinkan untuk dilakukan.


"Lengan Demon Lion membuat tangan kananku dua kali lebih kuat!"


Saat sedang asik dengan teknik barunya, tiba-tiba terdengar suara ketukan yang berasal dari pintunya.


Lei Xinjiang membuka pintu, seorang gadis cantik berambut merah datang dengan senyuman yang sangat manis.

__ADS_1


"Apa kau tuan Lei Xinjiang?" Tanya lembut gadis itu.


Lei Xinjiang menatap sang gadis dari bawah sampai atas. Lekukan tubuhnya sangat sempurna, kedua iris mata yang berwarna merah menambah kesan menggoda gadis itu. Terdapat dua tanduk kecil didahinya.


"Ah iya, aku Lei Xinjiang."


"Namaku adalah Lian Yi, pemilik barumu."


Lei Xinjiang mematung saat mendengar itu, "maksud anda?"


Mi Li datang dengan senyuman diwajahnya. "Tuan Lei Xinjiang, seperti yang kukatakan tadi, manusia adalah mahluk yang sangat lemah untuk bisa hidup disini. Satu-satunya kegunaan manusia adalah kecerdasan, tapi, kami yang tinggal di dunia ini tidak butuh itu, kami hanya butuh harta dan kekuatan."


Lian Yi menatap Lei Xinjiang dengan nafsu, "Manusia itu tidak ada gunanya, kecuali rupa mereka yang menawan. Oleh sebab itu, kami para iblis selalu membeli manusia untuk dijadikan budak."


Mendengar hal itu, Lei Xinjiang tahu nasibnya akan seperti apa. "Sepertinya aku sakit perut, apa kau tahu dimana kamar mandi?"


Lian Yi dan Mi Li saling bertatapan, setelah itu mereka kembali menatap Lei Xinjiang. "Ikat dia, tuan Mi."


"Siap laksanakan." Mi Li menerjang Lei Xinjiang secara tiba-tiba, dia membentuk sebuah tali menggunakan Qi nya.


Tapi, Lei Xinjiang bukan orang yang akan pasrah begitu saja. Dia mengeluarkan listrik kuning dari dalam tubuhnya.


Mi Li yang hendak mendekati Lei Xinjiang menjadi ragu, dan sedikit takut dengan listrik kuning itu.


"Tuan Mi! Tunggu apa lagi?! Levelnya hanya Merasakan Qi! Kenapa kau takut?!"


Mi Li adalah seorang kultivator yang berada di tingkat prajurit akhir, tidak seharusnya dia takut dengan Lei Xinjiang. Namun, firasatnya sangat buruk.


"Apa?! Dia bisa bertransformasi?! Katanya dia manusia?" Lian berteriak, dia merasa ditipu.


"Dia memang manusia Nona Yi, aku bisa jamin itu!"


"Kalau begitu cepat kejar dia!"


Mi Li mengangguk, "Teknik Transformasi: Transformasi dua kaki." Kedua kaki Mi Li berubah menjadi kaki rusa, dia menginjak tanah, lalu melesat dengan cepat.


Lei Xinjiang berlari sembari menghindari kejaran-kejaran anjing penjaga. "Tangkap dia!"


Seluruh penjaga yang ada disana bertransformasi seluruhnya menjadi anjing sungguhan, tetapi dengan ukuran yang lebih dari dua meter.


Merasa tidak ada pilihan lain selain bertarung, Lei Xinjiang memutuskan untuk mengubah kedua tangannya menjadi lengan kera Batu. "Tinju Besi!"


Pukulan super cepat milik Lei Xinjiang mampu menghempaskan 30 penjaga yang mengejarnya. Dengan pengalaman bertarung di dalam hutan, Lei Xinjiang setidaknya mampu bertarung dengan level dibawah Prajurit 10.


"Transformasi Demon Lion," Kulit Lei Xinjiang berubah menjadi warna hitam keunguan, lehernya ditumbuhi oleh surai yang panjang. Dia berubah menjadi Demon Lion, tapi dengan postur seperti manusia. Ukuran tubuhnya juga bertambah tiga kali lipat.


"Teknik ini membutuhkan Qi yang banyak, tapi sangat berguna." Lei Xinjiang merasa bertambah sangat kuat. Semua karakteristik Demon Lion tercetak sempurna di tubuhnya, bahkan jauh lebih kuat saat ditambah menggunakan Qi.


Anjing-anjing penjaga merasa terintimidasi oleh wujud Lei Xinjiang. Namun ketakutan itu seketika menghilang saat Mi Li muncul secara heroik dari atas langit.


"Manusia, bagaimana kau bisa menggunakan Teknik Transformasi?" Walaupun terkesan tidak peduli, sebenarnya Mi Li sangat ingin tahu sebabnya. Karena bukan hanya berubah menjadi satu hewan, Lei Xinjiang mampu bertransformasi menjadi banyak binatang.


"Kau ingin tahu? Maka kalahkan aku!" Lei Xinjiang melompat, dia melapisi kedua tangannya dengan petir kuning. "Tinju Petir!"

__ADS_1


BOOM!


Sebuah ledakkan tercipta, asap yang membumbung tinggi menutupi pandangan para anjing penjaga, termasuk Mi Li.


Dengan memanfaatkan kukunya, Lei Xinjiang menyerang lawan-lawannya dengan teknik Pedang Guntur. Suara petir yang menggelegar, serta suara anjing penjaga yang kesakitan, membuat situasi di kediaman Mi Li menjadi sangat mengerikan.


Satu-persatu anjing penjaga Mi Li terbunuh oleh serangan Lei Xinjiang, hingga akhirnya yang tersisa di halaman itu, hanya seekor manusia setengah rusa.


"Aku tidak bisa melihatnya! Dimana dia?!" Mi Li menelusuri seluruh halaman rumahnya. Namun yang terlihat hanya mayat-mayat bawahannya yang tergeletak.


"Langkah Kelima!" Lei Xinjiang meluncur dari atas langit seperti meteor. Saat Mi Li menyadari itu, dia menahan serangan Lei Xinjiang dengan satu tangannya.


"Lemah!" Tangan kanan Mi Li yang masih bebas, dilayangkan mentah-mentah ke perut Lei Xinjiang.


Lei Xinjiang terpental sejauh beberapa meter, dia dihentikan oleh tembok kediaman Mi Li yang sangat keras.


Tidak berhenti disana, Mi Li yang sudah bertransformasi seluruhnya, menyerang Lei Xinjiang secara bertubi-tubi. Tembok kediamannya yang kokoh pun hancur, dan Lei Xinjiang terpental masuk ke dalamnya.


"Matilah manusia!"


Cahaya ungu bersinar terang, kedua bola mata Lei Xinjiang yang memancarkan cahaya itu. Tubuhnya bergetar hebat. Perlahan-lahan ukuran tubuh Lei Xinjiang bertambah besar sangat.


Bukan hanya itu, Lei Xinjiang melayang di atas langit. Bagian-bagian tubuhnya berubah secara mengerikan, seperti otot dan tulangnya dirombak ulang menjadi baru.


Kota Merah yang dipimpin Mi Li menjadi gelap, ditutupi oleh sosok naga besar yang berada di atas langit.


"I-Ini?" Mi Li melongo, manusia yang selalu dia anggap lemah, telah berubah menjadi sosok yang sangat menakutkan.


Berubah menjadi naga raksasa, yang mampu menutupi langit dengan tubuhnya. Sisik hitam legam yang terlihat begitu kokoh menambah kengerian naga itu.


"Aku mengorbankan 90% Qi-ku untuk berubah menjadi naga," pada saat masih kecil, Lei Xinjiang pernah menonton film anak-anak yang menampilkan naga hitam. Naga hitam memiliki peran sebagai penjahat, dan mampu membuat Lei Xinjiang mimpi buruk selama satu minggu penuh.


"Tidak kusangka aku berubah menjadi sosok yang dulu aku takuti," Lei Xinjiang menatap daratan dibawahnya, Kota Merah terlihat kecil untuk dirinya yang sangat besar.


"Karena pemimpin kalian telah berbuat salah kepadaku, maka kalianlah yang akan menanggungnya!" Lei Xinjiang membuat bola petir di mulutnya, dia melempar bola itu ke atas langit.


Dalam sekejap, Langit berubah menjadi kuning. Jutaan petir menyambar kota Merah bertubi-tubi, menghancurkan segalanya, bahkan meruntuhkan tembok besar yang sangat kokoh.


Warga-warga berteriak kencang, berlari ketakutan. Namuan semuanya sia-sia, petir kuning akan selalu tepat menyambarnya.


Mi Li menatap kotanya dengan perasaan terpukul, firasatnya tidak pernah salah. Andai dia tidak melakukan itu, kotanya akan tetap ada sampai saat ini.


Selesai menghancurkan kota, Lei Xinjiang menatap Mi Li yang berdiri diam di atas kediamannya. "Tinggal kau saja, bajingan!"


Lei Xinjiang membuka mulutnya lebar-lebar, sebuah cahaya kuning bersinar terang di dalamnya. "Semburan Petir Naga!"


Serangan yang sangat destruktif menghancurkan Mi Li beserta kediamannya yang megah. Dalam sekejap saja, Lei Xinjiang mampu menghancurkan kota dengan kekuatannya.


"Sungguh beruntung aku mendapatkan teknik Transformasi. Jika tidak ada teknik ini, akan seperti apa nasibku nanti?"


Kekacauan telah berhenti, naga hitam yang menutupi langit telah menghilang. Lei Xinjiang kembali ke wujud manusianya. "Melelahkan, sungguh melelahkan," mengeluarkan serangan sekuat itu, membutuhkan Qi yang super banyak, wajar jika Lei Xinjiang merasa dirinya tidak berenergi. Tapi itu setimpal dengan hasilnya, karena dengan wujud naga hitamnya, Lei Xinjiang mampu membunuh kultivator Prajurit Sihir!


Lei Xinjiang segera berjalan menuju bekas kasur yang masih bisa dipakai, dia merebahkan tubuhnya, lalu terlelap dalam sekejap.

__ADS_1


__ADS_2