
[Saat seseorang lahir di dunia ini, sebagian kecil jiwa mereka akan menggumpal, namanya adalah inner power, semakin besar gumpalan yang terbentuk, semakin besar juga energi potensial di dalamnya]
[Inner Power akan berevolusi menjadi kekuatan spesial saat mencapai level Guru Kecil, itulah yang membedakan level prajurit dengan level Guru]
[Saat menjadi Guru Besar, Kekuatan Spesial akan berevolusi lagi menjadi Bentuk Jiwa, dan saat mencapai level Mahaguru, Bentuk Jiwa akan berubah dan mengecil seperti batu, itu adalah Batu Asal Mula]
"Lalu apa hebatnya batu ini?"
[Batu Asal Mula menyimpan banyak sekali kekuatan dari pemiliknya terdahulu, jika orang lain memakainya, semua energi potensial pemilik Batu Asal Mula akan berpindah pada orang itu. Itu artinya, anda mampu menggunakan kekuatan orang lain]
"Hm? Benarkah?" Lei Xinjiang menatap batu itu beberapa kali.
[Benar tuan, batu itu sangat berharga, dan banyak orang yang tidak tahu harga sebenarnya dari Batu Asal Mula]
"Bagaimana cara memakainya?"
[Anda harus mengikis batu Asal Mula menggunakan Qi, sampai Bentuk Jiwa itu terbebas dan masuk ke dalam tubuh anda]
"Baiklah, ayo kita coba," Lei Xinjiang duduk bersila, Batu Asal Mula dia letakkan di hadapannya.
Qi mulai mengalir dari tubuh Lei Xinjiang, Qi itu terarah tepat menuju Batu Asal Mula. Batu Asal Mula menguap saat diberi pasokan Qi yang banyak oleh Lei Xinjiang.
Walaupun tidak terlihat, tapi Lei Xinjiang tahu bahwa Batu Asal Mula lebih kecil dari sebelumnya.
"Sepertinya akan memakan waktu yang lumayan lama,"
Dua hari lebih Lei Xinjiang melakukan pengikisan pada Batu Asal Mula. Kerja kerasnya tidak sia-sia, kini hanya ada sedikit kristal saja yang menempel pada tubuh serangga.
"Apakah ini cukup, sistem?"
[Cukup tuan, silahkan masukkan serangga itu ke dalam mulut anda]
"Apa? Memang harus seperti itu ya?"
[Tuan beruntung karena mendapat serangga, jika tuan sial, tuan harus memakan pedang]
"Baiklah, demi kekuatan!" Lei Xinjiang membuka mulutnya, perlahan-lahan memasuki tubuh serangga itu ke dalam.
__ADS_1
Rasanya sangat aneh, seperti memakan kotoran burung, "Jijik."
Sesaat setelah memakan serangga itu, Lei Xinjiang tiba-tiba tidak sadarkan diri. Jiwanya yang putih, kini dikelilingi oleh serangga kecil yang berputar-putar, seperti bumi yang memutari matahari.
Butuh waktu satu jam untuk Lei Xinjiang mendapat kesadarannya kembali.
"Ini ...," Lei Xinjiang menggores tangannya, dalam waktu sekejap, tangannya sembuh seperti semula.
"Hebat! Inikah kekuatan spesial Batu Asal Mula itu?!"
[Benar tuan, selain kekuatan spesial, anda juga bisa menggunakan bentuk jiwa]
"Ya, aku akan menggunakannya nanti."
Dengan regenerasi super tinggi yang kini dimilikinya, Lei Xinjiang yakin orang-orang akan semakin sulit membunuhnya.
"Tapi kenapa penipu itu bisa memiliki Batu Asal Mula?"
[Sepertinya dia mencuri dari seorang penambang Demi-Human, dan tetap menyimpannya karena tidak tahu kegunaannya apa]
"Sungguh rugi, aku akan kerepotan melawannya jika dia memakai Batu Asal Mula ini."
***
(Di Daerah perbatasan antara Area Tengah dan Dalam)
Desa kecil terbentuk di daerah perbatasan, mereka hidup damai, karena dilindungi oleh satu mahluk kuat yang selalu mereka beri makan.
"Berikan aku satu permata hijau," suaranya begitu berat, menggelegar sampai membuat badai pasir.
"Baik tuan," Orang-orang itu menjawab secara bersamaan, dengan tubuh yang membungkuk sampai dahinya menyentuh tanah.
Namanya adalah Eagle King, seorang Guru Besar yang hampir mencapai level Mahaguru. Dia dikenal sebagai sosok pelindung oleh penduduk desa yang tinggal di perbatasan.
Asalkan semua kemauannya dituruti, dia akan melindungi desa itu. Namun, jika dia tidak mendapat apa yang diinginkannya, sebuah bencana akan terjadi.
Orang-orang itu pergi untuk mencari permata hijau. Eagle King hanya diam menatap kepergian mereka.
__ADS_1
"Sayapku cukup besar untuk menutupi langit, tapi, tidak cukup kuat untuk menahannya," Eagle King berbicara dengan mata yang terpejam.
Seseorang muncul dari balik bayangan, seorang manusia tampan yang memiliki rambut abu-abu.
"Aku hanya memejamkan mata, dan tak terasa satu tahun telah berlalu." Suaranya begitu menawan, awan emas yang melayang di belakang punggungnya, akan membuat orang salah mengira jika dia adalah dewa.
"Tolong jangan terlalu dekat denganku," Eagle King merasa kesadarannya semakin menghilang jika orang itu mendekat.
"Bagaimana? Kau mau melakukannya? Kau sudah cukup tuan kan."
"Apa nyawaku layak untuk ditukar dengan seratus ribu tahun?"
"Ya! Nyawamu layak ditukar dengan satu tahun!"
Eagle King menghela nafas, dia menggeleng. "Tidak, aku tidak mau, aku akan bertahan hidup, lagi ...."
"Baiklah, bahkan setelah tiga tahun terlewati, kau masih tetap egois. Sampai jumpa lagi kawan lama, semoga, kau tetap selamat untuk bisa bertemu denganku lagi tahun depan."
Sosok manusia berawan emas perlahan menghilang, hingga sosoknya benar-benar menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
"Monster yang kehilangan akal," gumam pelan Eagle King.
....
Langit yang gelap berubah menjadi emas, warga yang sedang melakukan aktifitasnya, berhenti sejenak untuk melihat itu.
"Apakah ini berkah dewa?"
"Malaikat telah turun! Ini adalah pertandanya!"
Mereka bersorak, memimpikan kehidupan layak tanpa langit gelap dan tanah buruk rupa.
Hujan emas turun, para warga mengangkat tangannya. "Apakah ini air suci?"
PSSHHH
"Arggghhhhhhhhh!" Kulit mereka terkelupas.
__ADS_1
Tidak berhenti disana, hujan semakin deras, semakin besar juga suara teriakan para warga. Dalam waktu satu menit saja, desa itu hancur menjadi danau dengan air emas.