
"Lei Xinjiang melompat-lompat di atas pohon, karena tidak bisa terbang, dia terpaksa harus berlari. "Bagaimana naga bisa terbang? Aku tidak bisa menirunya!"
Lei Xinjiang menyesal tidak membeli teknik langkah kaki sebelum sistemnya upgrade. Tapi dia juga tidak menyangka bahwa upgrade sistemnya akan memakan waktu 4 hari.
"Sistem benar-benar menyebalkan, kenapa dia tidak memberi tahu dari awal?" Lei Xinjiang terus saja mengomel di sepanjang perjalanan. Hingga omelannya terhenti, ketika melihat Gua di depannya.
"Gua ini ... apa bisa kujadikan tempat tinggal?" Lei Xinjiang ingin menyerap Qi lagi. Dengan dantian Black Hole, dia memang bisa menyerap Qi secara otomatis. Namun, serapannya tidak sebanding jika Lei Xinjiang melakukan itu secara manual.
Tanpa ragu, Lei Xinjiang masuk ke dalam Gua itu. Pemandangan di dalam Gua sangat menakjubkan, dinding-dindingnya terbuat dari batuan berwarna putih, dengan batu biru bersinar yang menempel di situ.
Lei Xinjiang segera mengambil salah satu batu, "Aku tidak mengenali batu ini, apakah ini berharga?" Lei Xinjiang berusaha untuk mengetahui batu itu menggunakan Qi. Saat dia mengalirkan Qi kedalamnya, tiba-tiba bola itu bersinar lebih terang. Lei Xinjiang merasa jika batu tidak berharga selain untuk lampu saja.
"Apa salahnya mengambil satu batu?" Lei Xinjiang menelusuri Gua lebih dalam dengan lampu baru ditangannya.
Beberapa menit berjalan, Lei Xinjiang merasa bahwa Gua itu tidak ada ujungnya. Karena sudah tidak tahan lagi, Lei Xinjiang menggunakan teknik langkah kaki untuk menyusurinya.
Sebuah cabang jalan ditemukan Lei Xinjiang, ada yang ke kanan dan ke kiri. "Kanan!" Lei Xinjiang tidak mau berpikir, dia langsung masuk saja ke arah kanan.
Setelah satu jam Lei Xinjiang berlari, Lei Xinjiang menemukan sebuah ruangan dengan banyak sekali batu yang bersinar.
"Ini," tidak hanya itu, Lei Xinjiang juga melihat sebuah pintu besi yang terpasang di atas tanah. "Orang-orang bilang bahwa jenius itu orang yang selalu penasaran, karena aku jenius, lebih baik aku membuka pintu itu saja!"
__ADS_1
Dengan tenaganya, Lei Xinjiang berusaha untuk membuka pintu. Namun tenaga mentahnya saja tidak cukup. "Demon Lion saja kah?" Lei Xinjiang bertransformasi menjadi Demon Lion.
Sosoknya sangat menyeramkan, bahkan Lei Xinjiang mampu melihat dirinya dari pantulan pintu besi. "Pantas saja anjing-anjing penjaga itu takut,"
Lei Xinjiang mengambil posisi, lalu menyentuh gagang pintu besi. "Ergggh!" Pintu besi perlahan-lahan terbuka, bersamaan dengan terbukanya pintu itu, tanah tempat dia berpijak bergetar dengan hebat.
CLANG!
Dengan sekuat tenaga, akhirnya Lei Xinjiang mampu membuka pintu itu. "Keras juga ya," tenaga yang dikeluarkan Lei Xinjiang setidaknya setara dengan tenaga Kultivator tingkat Prajurit 10.
Lei Xinjiang segera melihat ke dalam pintu. Hanya kegelapan yang bisa dilihatnya. Setelah itu, dia melempar batu bersinar ke dalamnya.
Batu bersinar terjatuh tidak terlalu dalam, Lei Xinjiang bernafas lega, setidaknya dasar lantai masih terlihat.
"Tempat apa ini?" Lei Xinjiang merasa dingin di telapak kakinya, "bahkan lantai ini terbuat dari besi?" Tanpa memikirkannya lagi, Lei Xinjiang kembali berjalan menyusuri ruangan.
"Apa itu?" Lei Xinjiang menghentikan langkahnya, dia melihat sebuah patung yang terlihat sangat agung. Patung itu memakai mahkota.
Selain itu, di bagian bawah patung terdapat buku yang terlegetak seperti dijatuhkan oleh seseorang. Lei Xinjiang mengambil buku itu, lalu membacanya dengan seksama.
"Kaisar Perak?" Menurut buku itu, dunia kekacauan adalah dunia yang belum dibentuk. Saat sang Kaisar Perak datang menginjakkan kakinya, dia membuat dunia kekacauan menjadi dunia yang sangat indah.
__ADS_1
"Standar keindahan Kaisar Perak itu seperti apa sih?" Menurut Lei Xinjiang, langit ungu dengan kedua mata yang menatap itu, tidak indah sama sekali.
Lei Xinjiang membali membaca buku itu, "Red Power?" Dengan buru-buru, dia menatap ke arah sekitarnya. "Mana? Gak ada?" Setelah membacanya lagi, Lei Xinjiang menatap kepala patung itu.
Sebuah cahaya merah bersinar di mata kanan sang patung. Cahaya itu memancarkan aura indah yang mampu membius siapapun.
Lei Xinjiang mendaki patung itu, dan mengambil cahaya merah yang bersinar. "Mata?" Ternyata, cahaya merah itu adalah sebuah mata dari seseorang yang disebut kaisar Perak.
Di buku itu juga tertulis bahwa cahaya yang sedang digenggam Lei Xinjiang adalah Red Power, yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan gravitasi, mengeluarkan gelombang suara, dan mengontrol perlambatan serta percepatan sesuatu.
"Bagaimana caranya aku memasang ini?" Lei Xinjiang beberapa kali menempelkannya cahaya itu ke matanya. Namun tidak ada reaksi, setelah buntu ide selama beberapa saat, Lei Xinjiang seolah mendapat pencerahan.
SRING!
Cahaya merah itu bersinar terang, setelah dialiri Qi oleh Lei Xinjiang, mata sebelah kanannya telah berubah menjadi merah.
"Ternyata sangat mudah," Lei Xinjiang tidak merasakan perubahan yang berarti. Namun, saat ini dia mampu melihat energi putih yang seperti kabut. "Ini kah gravitasi?"
Lei Xinjiang mengendalikan energi putih, dalam sekejap, patung kaisar Perak memendam ke dalam tanah. Bukan hanya itu saja, seluruh ruangan terasa bergetar, bebatuan mulai berjatuhan dari atas.
Melihat apa yang terjadi, Lei Xinjiang segera mengentikan kekuatannya. "Hebat! Tapi Qi ku tersedot dengan cepat."
__ADS_1
Karena mampu mengendalikan gravitasi, kini Lei Xinjiang bisa melayang dengan bebas. Butuh waktu lama untuknya terbiasa. Tapi semuanya sebanding dengan kemudahan yang dia dapatkan.