
Satu hari telah berlalu, Lei Xinjiang sudah berada jauh dari kota Tuze. Dia tidak ingin mengambil resiko dengan tetap berada di kota Tuze. Orang yang datang kali ini adalah seorang guru besar, mahluk yang sangat tinggi.
Kereta besar melayang di atas langit, kereta itu dihiasi oleh warna merah, dengan tanduk hitam besar yang menancap.
Auranya sangat berbeda, membuat seluruh penduduk kota Tuze disana, menunduk dan tidak berani mengangkat kepalanya.
Kaisar Gong berdiri di depan istananya, sembari menatap kereta melayang yang terlihat dari kejauhan. "Kaisar Yi," tidak peduli sekuat apapun dirinya, Kaisar Gong tidak pernah mau membayangkan berperang dengan raja iblis.
"Shi Wang!" Kaisar Yi turun dari kereta dengan senyuman di wajahnya.
Kaisar Gong mengangguk dengan senyuman juga diwajahnya. "Ayo masuk."
Kedua pemimpin besar itu berjalan beriringan, tanpa diikuti oleh penjaga. Bukannya masuk ke dalam istana, kedua kaisar itu malah menghilang dalam sekejap.
....
Kaisar Gong dan Kaisar Yi muncul di dalam ruangan gelap dengan lampu merah yang menerangi. Keduanya duduk berhadapan dengan meja bundar kayu diantara mereka.
"Apa yang ingin kau katakan?" Ucap Kaisar Gong.
Kaisar Yi tersenyum. Namun, senyumannya itu perlahan menghilang. "Aku tidak ingin percaya apa yang kulihat,"
__ADS_1
Kaisar Gong memejamkan matanya, tidak memotong perkataan Kaisar Yi.
"Sebuah tumpukan daging dengan darahku yang mengalir di antaranya."
"Maksudmu?"
"Anakku! Anakku telah tiada! Bentuk cintaku pada wanita itu telah menghilang!"
Udara serasa bergejolak, ruangan itu memunculkan retakkan yang semakin lama semakin banyak. Bahkan meja bundar kayu yang memberi mereka jarak telah hancur menjadi kepingan kecil.
"Siapa yang berani melakukan itu?" Kaisar Gong adalah pemilik dari Jiwa Kristal, yang bahkan seorang Raja Iblis seperti Kaisar Yi tidak bisa membaca jiwanya.
"Aku tidak tahu! Andaikan aku seorang Mahaguru, pasti akan kucari orang itu sampai ke neraka!"
Kaisar Yi terdiam, dia menatap tajam udara kosong. "Aku tidak mempunyainya, tapi aku harus meluapkan emosi ini."
"Kepada siapa?"
"Kepada musuhku, Kaisar Shen!"
***
__ADS_1
Hari kunjungan Kaisar Yi telah selesai. Keadaan kembali damai, Lei Xinjiang diundang oleh Jiang Lan untuk melakukan pemulihan kota.
Sebuah podium kayu dibangun tinggi di tengah kota. Para Demi-Human berkumpul disana, untuk menyaksikan sebuah keajaiban.
Kaisar Gong dan para bawahannya telah bekerja keras selama tiga hari, untuk meyakinkan rakyatnya jika Lei Xinjiang adalah seorang utusan.
Serta menyebarkan mitos dan cerita baru tentang sosok Lei Xinjiang.
Sosok berjubah putih datang dari atas langit. Sayap cahayanya yang berkilau menarik seluruh perhatian para Demi-Human.
"Itukah malaikat yang dikatakan kaisar?"
Semua Demi-Human disana bersikap histeris, suasana langsung ramai dengan obrolan tentang mahluk yang sedang melayang di atas langit.
Kaisar Gong dan para jendralnya berdiri di atas podium, mereka menyaksikan Lei Xinjiang yang sedang menyamar dengan takjub.
"Cerita itu tidak bohong, utusan akan selalu indah dengan elemen cahayanya."
Aku gugup," dari lahir hidupnya sampai saat ini, Lei Xinjiang tidak pernah berdiri di atas ratusan ribu orang yang menatapnya.
Pikirannya menjadi kacau, ketakutan mulai menyelimuti hati dan perasaannya. "Bagaimana jika aku gagal dan tidak bisa memulihkan kota ini?"
__ADS_1
[Tuan tenang saja, anda pasti bisa]
Lei Xinjiang menarik nafas, lalu mengeluarkannya. "Baiklah, ayo kita coba!"