Sistem Pedang Surgawi

Sistem Pedang Surgawi
Xiao Xia


__ADS_3

Area Tengah dunia kekacauan dikenal dengan area yang cukup damai untuk ditinggali. Banyak kota-kota kecil, sampai kekaisaran besar yang terdapat di area tengah.


Dari banyaknya kehidupan yang terjadi, ada empat kekaisaran yang menonjol dan namanya tersohor di seluruh area tengah.


Kekaisaran Yi, Kekaisaran Shen, Kekaisaran Gong, dan Kekaisaran Li. Untuk kekaisaran Yi dan Li, penghuninya adalah iblis-iblis yang kabur dari neraka. Untuk dua yang lain, dihuni oleh ras Demi-Human dan ras Naga.


Kekaisaran Yi dikenal sebagai yang terkuat di area tengah, walaupun ras naga terkenal dengan keperkasaannya, jika mereka berperang, kekaisaran Yi yang akan memenangkannya.


***


Di dalam aula istana yang sangat besar, seorang gadis berambut merah berlari dengan darah yang menetes.


Pria setinggi lima meter yang duduk di kursi singgasana, terlihat khawatir saat melihat gadis itu. "Lian'er, apa yang terjadi padamu? Katakan padaku! Siapa yang berani melukaimu?!"


Gadis berambut merah itu adalah Lian Yi, putri satu-satunya dari kaisar Yi. "Orang yang berani melukaiku adalah manusia." Lian Yi adalah kultivator berlevel Prajurit, melarikan diri dari amukan Lei Xinjiang bukanlah hal yang mustahil.


Lian Yi terkenal dengan kekejamannya, dia suka memperbudak makhluk-makhluk yang menurutnya menarik. Sampai-sampai dirinya mendapat julukan Kolektor Jiwa.


"Manusia? Memangnya ada manusia yang mampu melukaimu?" Sudah lama kaisar Yi mendengar kata manusia, seingatnya, manusia yang mampu membuatnya tertarik adalah seseorang dari dunia lain. Tapi, manusia itu ada 30.000 tahun yang lalu, sebelum tiba-tiba menghilang saat perang besar.


"Dia sangat kuat ayah! Dia mampu berubah menjadi naga yang sangat besar! Awalnya dia terlihat seperti manusia biasa, auranya juga terasa seperti manusia, bahkan Mi Li tidak mengubah pikirannya bahwa pria itu adalah manusia! Tapi, tiba-tiba dia berubah menjadi naga besar! Dan menghancurkan kota Merah dalam sekejap."


"Apa?! Kota Merah telah hancur?!" Kaisar Yi adalah ayah yang menyayangi anaknya, dan Kota Merah adalah kota yang menyediakan banyak sekali budak, salah satu kota favorit anaknya. Jika sampai Kota Merah hancur, maka dia pasti akan marah.


"Aku tidak terima ayah, aku ingin membuatnya jadi budakku!" Lian Yi tidak ingin melepaskan Lei Xinjiang begitu saja. Ini pertama kalinya dia melihat mahluk yang sangat indah dalam hidupnya. Jadi, walaupun harus mengerahkan seluruh pasukan, Lei Xinjiang harus berada di genggamannya.


"Hmmm ... kau bilang dia bisa berubah menjadi naga? Haruskah aku menghubungi Kaisar Shen?"


"Tidak perlu ayah, aku yakin dia bukan dari ras naga. Karena tidak ada aura naga sama sekali dalam tubuhnya."


Kaisar Yi mengangguk, "Baiklah, bawa 5 tertinggi dalam perjalananmu."


Lian Yi melebarkan matanya. Mendengar kata 5 tertinggi, tubuhnya bergetar karena bahagia. "Terimakasih banyak ayah! Aku menyayangimu!"


"Sama-sama,"


***

__ADS_1


Dari kejauhan, seorang gadis cantik melihat Kota Merah yang sudah rata dengan tanah. Dia menyaksikan apa yang terjadi dengan matanya sendiri.


Menyaksikan sosok naga besar yang meluluhlantakkan Kota Merah. "Apakah dia sang utusan?" Namanya adalah Xiao Xia, dia adalah gadis desa yang desanya telah hancur diserang binatang iblis.


Hatinya hancur, kematian hanya berjarak satu jari saja. Namun, sesosok cahaya putih datang menyelamatkannya. Dengan kekuatan yang diberikan sosok putih itu, dia ditugaskan untuk mencari sang utusan.


Dengan langkah kecilnya, gadis itu berlari mencari Lei Xinjiang. Dia mampu mengangkat bongkahan-bongkahan besar hanya dengan satu ayunan tangan.


Memang itulah kekuatannya, kekuatan pikiran yang sangat kuat. Xiao Xia mampu memindahkan barang hanya dengan berpikir saja.


Setelah mencari beberapa saat, akhirnya Xiao Xia menemukan orang yang dicarinya. "Sangat indah," dengan mata yang mampu melihat aura, Xiao Xia mendapati aura emas agung yang keluar dari tubuh Lei Xinjiang.


"Bangunlah sang utusan," Xiao Xia menempelkan jarinya ke dahi Lei Xinjiang. Seketika, dahi Lei Xinjiang berkedut, dan matanya terbuka secara perlahan.


"Huh? Siapa kau?" Lei Xinjiang yang biasanya akan langsung waspada, malah bersikap tenang saat melihat gadis itu. Jari gadis itu sangat hangat, membuat hatinya tenang dan santai.


"Saya adalah Xiao Xia, saya diutus tuhan untuk mengirimkan sesuatu pada anda."


"Mengirim apa?"


Seingat Lei Xinjiang, elemen adalah unsur terpenting di dunia ini. Dan cahaya adalah salah satu dari dua elemen kuat di alam semesta. "Elemen cahaya ya? Apa aku bisa memilikinya? Aku kan sudah punya elemen petir."


"Bisa, jika anda mengizinkan,"


"Apa ruginya? Berikan aku elemen itu!"


Xiao Xia tersenyum, dia mengeluarkan api di tangan kirinya. "Aku berharap, anda memiliki ketahanan yang cukup pada rasa sakit."


Tubuh Lei Xinjiang tiba-tiba tidak bisa bergerak. Perlahan tapi pasti, api yang dikeluarkan oleh Xiao Xia membakar pakaian Lei Xinjiang.


Teriakan keras terdengar, saat api Xiao Xia menyentuh kulit Lei Xinjiang. Jeritan itu terdengar sangat pilu, orang yang mendengarnya akan merasakan apa yang dirasakan Lei Xinjiang.


"Hentikan! Sakit!" Kulit Lei Xinjiang mulai meleleh, tidak seperti api biasa yang menghitamkan kulit, api milik Xiao Xia malah melelehkan kulit, dan rasanya jauh lebih menyakitkan dari biasanya.


"Bangsat! Lepaskan aku! Kau bajingan keji!"


Kali ini giliran daging yang meleleh, menampilkan organ-organ tubuh Lei Xinjiang yang masih bekerja. Kesadaran Lei Xinjiang mulai menghilang, otaknya juga sudah hampir matang.

__ADS_1


Saat tubuh Lei Xinjiang hanya tersisa tulang, Xiao Xia berhenti membakarnya. Kali ini, elemen es keluar dari tangan kirinya, dia membekukan tulang Lei Xinjiang dalam sekejap.


"Tulang es ini akan mengokohkan tulang anda," Xiao Xia mulai membentuk daging dan organ menggunakan elemen yang tidak diketahui. Organ Lei Xinjiang kembali seperti semula. Namun, Xiao Xia menambahkan satu jantung di dada kanannya.


"Setelah itu kulit," tubuh Lei Xinjiang mulai menumbuhkan kulit yang terlihat bercahaya, hingga beberapa saat kemudian, seluruh kulit Lei Xinjiang kembali seperti semula.


"Dan terakhir, kepala." Xiao Xia memasukkan elemen cahaya ke otak Lei Xinjiang. Saat semuanya sudah terbentuk sempurna, nyawa Lei Xinjiang dimasukan kembali ke raganya.


"Selesai, semoga tubuh baru ini akan membantu anda," Xiao Xia mencium dahi Lei Xinjiang, setelah itu, tubuhnya perlahan menghilang menjadi butiran cahaya.


***


"Sejak pindah ke dunia ini, sudah berapa kali aku hilang kesadaran?"


Setelah lima menit terbaring di atas tanah. Lei Xinjiang kembali sadar dengan pikiran yang sangat segar. Tubuhnya juga seolah baru dilahirkan.


"Qi-ku sudah penuh lagi?"


Lei Xinjiang merasa ada yang aneh dengan kepalanya. Dia segera masuk ke dalam alam bawah sadar, dan menemukan sebuah bola cahaya kecil yang berputar-putar disekitar otaknya. Tidak butuh waktu lama untuk Lei Xinjiang tahu benda itu apa.


"Elemen cahaya? Berarti gadis bernama Xiao Xia itu bukan mimpi?" Lei Xinjiang mencoba untuk mengeluarkan elemen cahaya. Dia melakukan hal yang sama seperti mengeluarkan elemen petir. Qi mulai mengalir menuju tangannya, perlahan-lahan, sebuah bola kecil terbentuk dan memancarkan cahaya terang.


"Ini elemen cahaya ... aku tidak menyangka bisa mendapatkannya!" Elemen cahaya termasuk ke dalam dua elemen kuat. Keberadaannya sangat langka, hanya satu dari satu miliar orang yang mempunyai elemen cahaya.


"Sepengetahuanku, elemen cahaya adalah elemen yang sangat positif, banyak mengandung energi Yang, energi yang mampu memulihkan, menumbuhkan, bahkan memanaskan sesuatu."


Lei Xinjiang mencoba elemen cahayanya ke sebuah pohon kecil yang terlihat hancur. Dalam sekejap, pohon itu kembali pulih, dan tumbuh dengan sangat besar. "Hebat ... rasa sakit yang kuterima sangat sebanding dengan hasilnya."


Lei Xinjiang memutuskan untuk menumbuhkan seluruh pohon yang ada di sana. Dia tidak ingin hancurnya kota Merah merusak pemandangan area sekitar.


Sembari berdiri di tengah reruntuhan Kota Merah. Lei Xinjiang mengeluarkan bola cahaya besar yang memiliki ukuran seperti bola basket. Cahaya itu melayang, dan mengubah langit menjadi kuning. Setelah itu, turunlah hujan yang sudah tercampur dengan elemen cahaya.


Saat menyentuh tanah, beberapa pohon langsung tumbuh dengan subur. Semuanya berlalu dengan sangat cepat, reruntuhan Kota Merah yang terlihat angker, telah berubah menjadi tempat tumbuhnya banyak pepohonan.


Lei Xinjiang tersenyum puas, setidaknya dia bisa mengganti kerusakan yang terjadi akibat perbuatannya.


"Kini saatnya pergi, aku tidak sabar melihat apa yang akan menantiku." Dengan teknik langkah kakinya, Lei Xinjiang melesat pergi dari sana dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2