
Suara notifikasi sistem berhenti setelah 50 botol Embun Spiritual habis. Lei Xinjiang kesulitan untuk mengatur nafas, dia masih syok dengan kejadian yang baru saja dialaminya.
[Segeralah menstabilkan kultivasi anda]
Lei Xinjiang mengangguk, lalu duduk bersila. Lei Xinjiang mengatur Qi yang ada di dantiannya untuk tenang, setelah beberapa hari berlalu, akhirnya kultivasi Lei Xinjiang stabil, dan Qi yang dimilikinya bisa dipakai.
"Jadi beginilah rasanya menjadi kultivator." Rasanya tidak terbayangkan, sebelumnya dia berpikir bahwa kultivator tidak terlalu berbeda dengan manusia. Namun, kenyataannya tidak seperti itu. Pikiran akan menjadi lebih jernih, dan tubuhnya akan sangat ringan, seperti tidak ada berat.
Lei Xinjiang mencoba gerakan-gerakan tinju, "Ringan sekali, serasa seperti terbang!" Puas dengan hasilnya, Lei Xinjiang memutuskan untuk pergi keluar.
"Fyuh, udara segar. Apakah benar ini dunia kekacauan? Rasanya terlalu damai!"
[Anda berada di area paling luar dari dunia kekacauan]
"Apa? Memangnya ada area apa saja?"
[- Area Luar
- Area Tengah
- Area Dalam
- Area Pusat]
[Semakin masuk ke dalam, semakin banyak tantangannya. Di dalam area pusat, terdapat mahluk berlevel Mahaguru, sebaiknya anda tidak masuk ke sana]
"Mahaguru?!" Menurut ingatan Lei Xinjiang, mahaguru adalah level paling tinggi di benua Kabut Hitam. Kaisar benua saat ini berada di level Mahaguru bintang dua.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mengikuti saranmu." Setelah itu, Lei Xinjiang melihat kegelapan yang berada jauh di dalam hutan. "Apakah itu area tengah?"
[Iya tuan]
"Aku akan masuk ke sana," dengan seringai di wajahnya, Lei Xinjiang berjalan masuk dengan percaya diri.
***
Lei Xinjiang menemukan lubang diatas tanah yang berdiameter lima meter. Dia sangat penasaran dengan apa yang ada di dalamnya.
Saat Lei Xinjiang mengintip, hanya ada kegelapan yang tak berujung. "Sistem, apa yang ada di dasar lubang itu?"
[Sistem tidak tahu]
Merasa penasaran, Lei membuat petir kuning, lalu melemparkannya ke dalam lubang itu. Namun dia menemukan bahwa petirnya terus terjatuh sampai akhirnya tidak terlihat karena terlalu dalam.
[Sebaiknya jangan melompat]
"Kenapa? Aku penasaran!"
[Jika tuan telah bertambah kuat, mungkin tuan boleh melompatinya]
"Berarti ada sesuatu yang berbahaya di dalamnya ya," Lei Xinjiang memutuskan untuk tidak memikirkan lubang itu lagi, dan melanjutkan perjalanannya.
Langkah Lei Xinjiang kembali berhenti saat melihat sosok mahluk setinggi 60 meter yang menatap ke arah berlawanan dari dirinya.
Sosok itu menatap mahluk raksasa juga yang tingginya lebih pendek 10 meter darinya. "Lebih baik aku menjauh ...," Lei Xinjiang tidak ingin mengambil resiko dan dengan cepat kabur dari sana.
__ADS_1
....
Semakin dalam Lei Xinjiang berjalan, semakin gelap dan tinggi juga pohon-pohon yang tumbuh. Lei Xinjiang bahkan menggunakan petirnya untuk dijadikan penerangan. Tanpa tahu jika itu adalah petaka.
"Eh?" Lei Xinjiang merasa ada yang aneh dengan kakinya. Saat dilihat menggunakan cahaya, seekor lipan raksasa sedang menyelimuti kakinya dengan keras.
"Bajingan! Serangga! Aku benci serangga!" Lei Xinjiang buru-buru memperkeras kakinya dengan teknik Tubuh Besi. "Mati kau!" Dengan petir kuning, Lei Xinjiang menyambar lipan yang sedang melilitnya.
Lipan itu segera menjauh saat merasakan petir Lei Xinjiang. "Tidak mati? Sekuat apa dia?"
[Lipan Besi]
[Level: Merasakan Qi 16]
[Lipan dengan tubuh yang sekuat besi. Diujung kaki-kakinya, terdapat racun yang sanggup membunuh seseorang dengan level di bawahnya]
"A-Aku terkena racun?"
[Tuan tenang saja, racun lipan yang ada di kaki-kakinya diciptakan menggunakan Qi. Dantian Black Hole anda sudah menyerapnya]
Lei Xinjiang kembali bernafas lega, dia tidak mau mati konyol karena racun. "Kau akan mati, dasar serangga!" Dengan pedang ditangannya, Lei Xinjiang menggunakan Langkah Pertama untuk membunuh Lipan Besi.
[Selamat! Anda telah membunuh Lipan Besi! Mendapatkan 160 PS dan 16.000 Poin Pengalaman]
Lei Xinjiang mendengus kesal, dan berniat untuk melanjutkan perjalannya. Namun, sesuatu terasa di kakinya saat Lei Xinjiang melangkah.
"Petir Kuning ...," Cahaya petir menyinari area sekitar, "Kau pasti bercanda ...," Ribuan Lipan Besi bergerombol mengepungnya.
__ADS_1