
Tubuh Lei Xinjiang dipenuhi oleh luka robekan, darah mengucur dan menggenang seperti sungai.
Puluhan mayat lipan bertumpuk di belakang tubuhnya seperti gunung. "Mengerikan, ini siksaan yang mengerikan, aku tidak menyukainya," dari kecil Lei Xinjiang sangat tidak suka dengan serangga, bukan karena takut, tapi karena bentuk serangga yang menjijikan.
Tubuhnya terasa gatal jika melihat serangga sedikit saja. "Tapi hadiahnya lumayan, aku bertambah kuat dengan cepat."
[Nama: Lei Xinjiang]
[Status: Tuan muda ketiga klan Lei]
[Level: Merasakan Qi (18)]
[Poin Pengalaman: (32.000/180.000)]
[PS: 25.000]
"PS ku banyak sekali, apa aku bisa mengupgrade mu sistem?"
[Mengupgrade sistem membutuhkan 20.000 PS, apa tuan yakin?]
"Apa yang akan kudapatkan jika mengupgrade mu?"
[Di versi 0.2, sistem akan menambahkan fitur Pelatihan Jiwa. Dengan Pelatihan Jiwa, tuan bisa meningkatkan kekuatan jiwa anda, tuan juga akan mendapat hadiah dari sistem]
"Apa untungnya melatih jiwa?"
[Tuan, kekuatan mahluk yang ada disini didasari oleh tiga hal. Pertama adalah Qi, kedua adalah tubuh, dan ketiga adalah Jiwa. Dengan melatih jiwa, tuan mampu menggunakan itu untuk membunuh musuh]
__ADS_1
Lei Xinjiang berhasil menangkap maksud sistem. Jika tubuh adalah seni beladiri, Qi adalah jurus, maka jiwa juga akan mendapatkan tekniknya sendiri. "Jadi ada teknik jiwa?"
[Iya tuan, dengan mengupgrade ke versi 0.2, toko akan menambahkan teknik Jiwa]
"Baiklah, aku akan mengupgrade mu."
[Mengupgrade ....]
[PS (-20.000)]
[Selesai dalam: (3)Hari, (23)jam, (59) menit]
"Yang benar saja?! Lama sekali! Sistem? Sistem?" Lei Xinjiang tidak bisa mendengar lagi suara sistemnya.
Kini, Lei Xinjiang terpaksa harus melanjutkan perjalanan sendiri.
....
Dia merasa semakin banyak musuh yang datang, semakin mudah dia mengalahkannya. Pengalaman bertarung Lei Xinjiang bertambah secara cepat dari sebelumnya.
"Tidak sia-sia aku memilih bakat, hidupku jadi tidak terlalu susah." Lei Xinjiang merasa percaya diri, dan terus berjalan tanpa arah. Hingga sebuah cahaya menarik perhatiannya.
Lei Xinjiang terus berjalan mendatangi cahaya, sampai dia melihat sebuah jalan setapak yang mengarahkannya ke sebuah benteng yang tinggi.
"Tunggu, ada kota disini? Siapa penghuninya?"
Lei Xinjiang semakin mempercepat langkahnya. Saat sampai di gerbang kota, dia melihat dua mahluk yang memiliki postur seperti manusia, tapi hidung dan telinganya seperti anjing. Keduanya membawa tombak yang sangat panjang.
__ADS_1
"Mahluk apa itu?" Salah satu penjaga berbicara pada penjaga lainnya.
"Aku tidak tahu, ayo laporkan pada jendral!"
Lei Xinjiang merasa bingung saat salah satu dari kedua penjaga itu berlari ke dalam kota. Sementara penjaga lainnya mencegah dia untuk mendekat.
"Apa ada yang salah?" Tanya Lei Xinjiang pada sang penjaga.
Penjaga itu hanya diam saja, tidak mau menjawab. "Sial, apa yang sebenarnya terjadi?" Lei Xinjiang berteriak dalam batinnya, bukan hanya mencegah dirinya untuk masuk, penjaga itu juga mencegahnya untuk pergi.
"Aku tidak bisa menganalisanya karena sistem sedang diupgrade," Semua fungsi sistem tidak bisa digunakan selama masa peningkatan, pedang ringannya saja tidak bisa diambil karena inventori termasuk ke dalam fungsi sistem.
Setelah beberapa saat menunggu, salah satu penjaga yang sebelumnya masuk ke kota, datang kembali dengan seorang manusia bertelinga runcing, yang terdapat tanduk rusa di dahinya.
"Halo tuan, namaku adalah Mi Li, saya adalah pemimpin di kota ini." Pria bertanduk rusa itu memperkenalkan dirinya, dia sangat ramah, bahkan sampai menjabat tangan Lei Xinjiang.
"Oh iya halo, saya Lei Xinjiang."
"Apa tuan adalah manusia?"
Kedua penjaga langsung terkejut saat Mi Li mengucapkan kata Manusia. Mereka seolah mengerti, dan langsung diam dengan wajah datar.
"Iya, tuan Mi Li, saya sedang berjelajah di dalam hutan, dan kebetulan bertemu dengan kota ini."
"Begitu ya tuan Lei, seperti yang anda lihat, tidak ada siapapun yang melewati gerbang ini. Itu karena hutan yang baru saja anda lewati, adalah hutan yang terkenal akan bahayanya. Tidak saya sangka akan ada seorang manusia yang mampu keluar dari hutan itu hidup-hidup," Mi Li melanjutkan.
"Sebuah kehormatan bisa menemukan ras paling langka di dunia ini, apa tuan ingin beristirahat di kota kami?"
__ADS_1
Karena tidak punya pilihan lain, Lei Xinjiang berpikir untuk tinggal di kota itu. "Iya, aku menginginkannya, aku sudah rindu dengan kasur yang empuk."
Mi Li tersenyum hangat, dia segera membawa Lei Xinjiang masuk ke dalam kota. "Ini adalah kehormatanku."