
Kaisar Yi menatap kawah besar yang diameternya lebih dari 10 km. Bukan menatap kawah itu, tapi menatap tumpukan daging yang ada di tengahnya.
Air mata keluar, bukan air melainkan darah. Kaisar Yi merasa tidak berdaya, harta satu-satunya yang dia miliki tidak bisa dia jaga.
"Aku bersumpah akan membalas kematianmu, Lian'er," Kaisar Yi memejamkan matanya, dia menggunakan Qi untuk melihat area sekitar sejauh 250 km, mencari orang yang telah membunuh putrinya.
"Tidak ada, berarti orang itu berada di level kultivasi yang tinggi," Kaisar Yi membutuhkan waktu 3 detik untuk sampai. Dalam waktu 3 detik saja, pembunuh Lian Yi tidak terlihat, berarti orang itu bukan orang biasa.
...
"Apa?! Kau membunuh Lian Yi?!" Ji Zhuo berteriak keras, hatinya tidak bisa tenang. "Kau ingin Kekaisaran ini hancur?!"
Jiang Lan menenangkan Ji Zhuo, dia berkata tenang, "Kami tidak membuat jejak apapun, Kaisar Yi tidak akan tahu siapa orang yang membunuh Lian Yi."
Kedua bawahannya sedang berdebat, walaupun begitu, Kaisar Gong tidak memperhatikan mereka, dia terus memerhatikan Lei Xinjiang yang menurutnya sangat aneh.
"Kenapa orang itu terus menatapku?" Lei Xinjiang merasa tidak nyaman, ditatap oleh binatang buas tidak pernah memberi kenyamanan.
"Baiklah, kalian berhenti," Kaisar Gong membuka mulutnya, menyuruh Jiang Lan dan Ji Zhuo berhenti berdebat.
"Jika memang harus perang, aku tidak takut. Tapi, kenapa kalian malah membawa manusia?"
Jiang Lan dan Zhang Shu saling memandang, setelah itu, keduanya menatap Lei Xinjiang.
"Dia manusia?!"
Kaisar Gong menepuk dahinya, "Iya, dia manusia, apa kalian tidak merasa aneh?"
"Ini pertama kalinya aku melihat manusia ...," Ketiga bawahan Kaisar Gong memang masih terbilang muda, oleh karena itu, mereka tidak tahu bagaimana bentuk manusia, bentuk dari ras yang selalu bersembunyi di pedalaman.
"Bagaimana manusia bisa berubah menjadi naga?" Zhang Shu bertanya.
Pertanyaan itu membuat tiga jendral termasuk kaisar Gong menatap tajam ke arah Lei Xinjiang.
"Um ... karena aku manusia setengah naga?" Lei Xinjiang tidak mau menjawab jujur, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika memberi tahunya.
__ADS_1
"Aku tidak melihat aura naga di dalam dirimu." Potong Kaisar Gong.
"Karena aku hanya setengah naga," Lei Xinjiang menjawab sembari nyengir.
Kaisar Gong terus menatap Lei Xinjiang sampai matanya sipit. "Baiklah, aku percaya ... untuk saat ini."
"Omong-omong, aku ingin tahu, untuk apa aku dibawa ke sini?"
"Oh iya!" Jiang Lan meminta maaf, dia telah mengundang tapi tidak memberi tahu apa-apa. "Apa kau tahu berita hancurnya Kota Merah?"
Lei Xinjiang tentu merasa aneh, mereka semua tahu jika dia yang menghancurkannya, kenapa mereka malah bertanya. "Aku yang menghancurkan Kota Merah, pasti aku tahu."
"Itulah alasan kami mengundangmu, kami ingin kau menghancurkan kota-kota lainnya dengan memakai wujud naga," Ji Zhuo menyela, tidak membiarkan Jiang Lan menjelaskan.
"Itu licik! Berlainan dengan prinsipku!" Zhang Shu tidak terima, dia bukan orang licik, dia bukan orang yang selalu mengadu domba, dia adalah orang yang selalu bertarung dengan adil!
"Kekaisaran Gong tidak peduli dengan prinspimu!"
Mendengar ucapan Ji Zhuo, Lei Xinjiang tahu apa yang akan dibicarakan. "Sepertinya aku akan dijadikan alat untuk mengadu domba?"
"Sistem, bagaimana menurutmu?"
"Aku ikut saja, aku belum memiliki kekuatan yang cukup,"
Kaisar Gong membuka mulutnya kembali, "Manusia, sepertinya kau sudah tahu tujuanmu diundang kesini. Jadi, bagaimana keputusanmu?"
Walaupun terkesan bertanya, Lei Xinjiang tahu betul jika itu adalah perintah, perintah yang kuat pada yang lemah. "Seperti ini yang hidup sebagai orang lemah? Harus menuruti apapun yang dikatakan si paling kuat."
"Ya, aku ikut."
Ji Zhuo menyeringai lebar, rencananya bukan hanya berhasil, dia juga mendapatkan kepercayaan dari kaisar Gong, mengalahkan Zhang Shu.
Ji Zhuo dan Zhang Shu dari zaman dahulu selalu bertarung untuk saling mengalahkan. Sampai saat ini, skor mereka masih seimbang. Namun, dengan Kaisar Gong yang menjalani rencananya, skor dia jadi lebih unggul dibandingkan Zhang Shu.
"Bagus, kita akan membicarakannya besok. Jiang Lan, bawa manusia itu ke kamarnya, biarkan dia istirahat."
__ADS_1
"Baik yang mulia!"
Lei Xinjiang dibawa Jiang Lan berjalan, walaupun merasa dejavu, Lei Xinjiang tetap mengikutinya.
***
Di dalam kamar, Lei Xinjiang mengecek kembali sistem yang sudah di upgrade. "Apa ada sesuatu yang bisa membuatku jadi lebih kuat? PS-ku ada banyak kan?"
[Sistem toko sistem adalah menyesuaikan dengan tingkat kultivasi tuan. Akan ada banyak item yang terkunci karena tuan masih lemah, selain itu, rendahnya versi sistem juga yang membuat tuan tidak bisa menemukan sesuatu yang menakjubkan di toko sistem]
Sesuai perkataan sistem, bahkan teknik Transformasi saja tidak ada di toko sistemnya. "Jalan satu-satunya hanya berburu ya?"
[Iya, hanya itu]
"Masih belum ada misi juga?"
[Masih belum, hanya ada beberapa misi tersembunyi]
"Baiklah," Lei Xinjiang tetap mencari sesuatu di toko walaupun sistem bilang tidak ada sesuatu yang wah.
"Apa aku beli pil saja ya? Sama beberapa senjata tingkat perunggu untuk dijadikan tumbal Teknik Pedang Surgawi." Lei Xinjiang membuka panel pil dan panel senjata.
"Bentuknya keren-keren, rasanya sayang jika dijadikan sebagai tumbal," Lei Xinjiang berpikir keras. Namun, hasilnya tetap sama, dia membeli benerapa pedang untik dijadikan tumbal.
"Lalu pil," Wajah Lei Xinjiang melongo saat melihat harga pil yang dijual sistemnya. "Gila! Mahal sekali!"
[Sebanding dengan efeknya]
"Iya sih," Pil-Pil yang dijual sistem memiliki khasiat yang sangat hebat. Salah satu pil yang mampu menarik perhatian Lei Xinjiang adalah Pil Coklat Kuat, mampu melipatgandakan kekuatan dirinya. Setelah itu Pil Pemulih Sihir, pil yang mampu memulihkan Qi dalam sekejap saja.
"Aku beli 5 Pil Coklat Kuat dan 5 Pil Pemulih Sihir."
[Membeli 5 Pil Coklat Kuat dan 5 Pil Pemulih Sihir ....]
[PS (-500.000)]
__ADS_1
Melihat PS-nya sisa sedikit, Lei Xinjiang menangis di dalam hati. "Semoga saja berguna ...."
"Baiklah, saatnya tidur. Tidak baik begadang anak-anak," Lei Xinjiang menutup seluruh panel sistemnya, setelah itu, dia terlelap dalam sekejap.