Sistem Pedang Surgawi

Sistem Pedang Surgawi
Xi Xia


__ADS_3

Dalam perjalanannya, Lei Xinjiang selalu ditatap dengan hormat oleh para Demi-Human lainnnya, hal itu dikarenakan title Utusan yang agung.


"Halo kak! Apa kakak mau meluangkan waktunya sebentar untuk melihat daganganku?" Ucap riang seorang gadis kecil, dengan kain coklat yang terhampar di hadapannya.


Ada beberapa barang yang menurut Lei Xinjiang menarik. "System, apa kau menjual mata uang Kekaisaran Gong?"


[Tentu saja]


[1 PS\= 100 Air]


"Aku beli 1000 PS."


[Air (+ 100.000)]


Walaupun sama-sama air, para Demi-Human hanya menerima air di dalam botol, karena itu bisa dipercaya sebagai air bersih. Banyak sekali kasus dimana para Demi-Human ditipu oleh air yang lain, oleh sebab itu, Kaisar Gong hanya menerima air dalam botol kecil saja.


"Barang apa saja yang kau jual?"


"Aku menjual barang-barang buatanku!" Gadis itu menunjukkan beberapa barang buatanya, yang terbuat dari kayu, seperti burung, pedang, dan yang lainnya.


Lei Xinjiang mengambil salah satu barang jualan, "Aku merasakan sedikit Qi di dalamnya."


[Nama: Xi Xia]


[Level: Prajurit (9)]


[Ras: Demi-Human (Gagak)]


[Gender: Wanita]


Lei Xinjiang menatap gadis itu dengan berbeda, walaupun berusaha ditutup-tutupi, tidak ada yang mampu menghalangi analisa sistem.

__ADS_1


"Apa benda ini bisa bergerak?"


Gadis itu nampak bingung saat Lei Xinjiang menanyakannya. "Aku tidak mengerti maksud tuan ...."


Lei Xinjiang mengotak-atik barang itu, melipatnya, meremasnya, bahkan mencabutnya satu-satu.


"Hei! Apa yang kau lakukan dengan barangku!"


Saat Lei Xinjiang mengalirkan Qi ke dalam barang itu, Xi Xia tiba-tiba bertukar tempat dengan barang buatannya.


"Orang jahat lagi?"


"Bajingan!" Xi Xia mengeluarkan cakar gagaknya, berusaha membuat Lei Xinjiang menjauh. "Awas saja kau!"


Wujud Xi Xia menghilang, lalu digantikan oleh mainan kayu berbentuk bola. "Teknik apa itu? Sangat berguna," Lei Xinjiang menyeringai, berhasil mendapatkan teknik yang sangat bagus.


"Sebaiknya aku pulang ke istana, aku sudah terlalu lama bermain." Lei Xinjiang berdiri, dan berjalan menuju istana.


Jiang Lan langsung menyambut Lei Xinjiang begitu dia sampai. "Tuan Lei, apa hari-harimu menyenangkan?"


"Tentu," Lei Xinjiang mengangguk.


"Makananmu sudah disiapkan oleh pelayan kami, jika tuan Lei mau makan, mari ikuti aku."


Lei Xinjiang berjalan mengikuti Lei Xinjiang. Saat sampai di ruangan besar dengan pintu raksasa, Lei Xinjiang dikejutkan oleh makanan yang bertumpuk seperti gunung, dan semuanya terbuat dari daging!


"Kau berlebihan, nona Jiang." Lei Xinjiang bahkan tidak mau menbayangkan untuk menghabiskan semua makanan itu.


"Tidak usah dihabiskan Tuan Lei, makanlah semampu anda ...."


Lei Xinjiang mengambil kursi di bagian timur, dia segera makan dengan lahap, tanpa peduli dengan Jiang Lan yang menatapnya.

__ADS_1


Dalam waktu jam, setengah dari makanan itu habis olehnya, dan di saat itu juga Lei Xinjiang menghentikan kunyahannya.


"Aku kenyang."


"Aku sangat senang tuan Lei menyukai makanannya," Jiang Lan tersenyum manis.


"Apa ada hal lain? Tidak biasanya kau bersikap semanis itu."


"Hmmm, tuan Lei, ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Yang Mulia Gong." Sembari berbicara, Jiang Lan mengeluarkan sebuah pil perak dengan titik putih yang mengelilinginya.


"Sebelum kujelaskan, aku ingin bertanya satu hal pada tuan Lei."


Lei Xinjiang mengangguk. "Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Apa yang membuat Lian Yi ingin mendapatkanmu?"


"Setahuku karena dia ingin membuatku menjadi budaknya."


"Begitu ya," Jiang Lan mengelus dagunya sambil mengangguk-angguk. "Baiklah, aku ingin tuan Lei memakan pil ini."


"Aku tidak sebodoh itu untuk langsung memakannya kan?"


"Ini adalah Pil Aura, pil yang mengandung aura seseorang. Di dalamnya terdapat aura Demi-Human yang sudah lama mati. Aku ingin kau menyamar menjadi seorang Demi-Human, dan bersembunyi di kota selama satu hari."


"Memangnya ada apa?"


"Kemarin, Kaisar Yi mengirim surat kepada Kaisar Gong, dia meminta izin untuk berkunjung ke istana besok."


Lei Xinjiang sedikit terkejut, jika seperti itu, dia memang harus bersembunyi. "Apakah Kaisar Yi sudah tahu pembunuh anaknya?"


"Aku tidak tahu, pokoknya, dengan segala hormat, bersembunyilah di kota, jangan sampai Kaisar Yi melihatmu."

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti." Lei Xinjiang mengambil pil itu, setelahnya, dia terbang dan pergi.


__ADS_2