Sistem Pedang Surgawi

Sistem Pedang Surgawi
Seorang Raja


__ADS_3

Di dalam istana kekaisaran Yi, terdapat satu ruangan mewah, dimana batu kristal putih diletakkan di tengah ruangan itu.


Secara tiba-tiba, kristal putih retak dan meledak ke segala arah. Serpihannya menancap di dinding-dinding ruangan.


Seorang pelayan yang ada di sana terkejut hingga kakinya gemetar hebat. Dengan segera dia berlari menemui kaisarnya.


Kaisar Yi sedang duduk santai di atas kursi singgasana. Suasana hatinya sedang bagus, dia baru saja mendapatkan salah satu daerah kekuasaan kekaisaran Shen.


"Aku tidak peduli naga itu dari kekaisaran Shen atau bukan, ini kesempatan, aku harus memanfaatkannya!"


Kaisar Yi berhenti tertawa saat seorang pelayan datang dengan wajah penuh keringat. "Ya-Yang mulia!"


"Ada apa?"


"Tuan putri ...."


Belum selesai pelayan itu berbicara, aura membunuh yang sangat pekat memenuhi aula istana. Jantung kaisar Yi berdetak lebih kencang, matanya melotot, dia sangat tahu apa yang ingin diucapkan oleh pelayan itu.


"Lian'er!" Kaisar Yi tidak mau bersabar, dia segera terbang dan pergi dari istananya.


***


Lei Xinjiang dibawa kedua Demi-Human itu ke sebuah kota yang dipenuhi bangunan-bangunan tinggi. Bukan bangunan modern, melainkan pepohonan yang dibentuk seperti bangunan.


Walaupun seperti pepohonan, kota yang didatangi Lei Xinjiang sangat gersang, tidak ada daun sama sekali. Walaupun begitu, Demi-Human yang tinggal di sana menunjukkan wajah bahagia semua.


"Kenapa tempat ini bisa gersang? Padahal matahari saja tidak ada?"

__ADS_1


[Kota ini gersang akibat pertempuran dahsyat pada zaman dahulu. Sisa pertempuran itu membuat kota ini menjadi gersang dan penuh dengan pasir]


"Ini adalah ibukota kami, kota Tuze. Di sini sangat gersang, pohon tidak akan bisa tumbuh di sini," Jiang Lan menjelaskan karena melihat Lei Xinjiang yang terus saja menatap ke bawah.


"Pohon itu imitasi?" Jawab Lei Xinjiang.


"Imitasi? Apa itu imitasi?"


Lei Xinjiang menggeleng, "Maksudku, pohon itu hanya tiruan? Bukan yang sebenarnya?"


"Tidak, itu pohon yang sebenarnya, aku yang menumbuhkan pohon itu." Jiang Lan berucap sembari mengeluarkan air dari tangannya. "Ini adalah air ajaib, sihir buatanku. Mampu menumbuhkan pohon, walaupun pohon itu akan langsung mengering selama beberapa saat."


[Qi para kultivator tingkat pencipta di zaman dahulu yang membuat kota Tuze tidak bisa ditumbuhi tanaman]


"Begitu ya, jika aku mengubah tempat ini menjadi tempat subur, apa aku akan mendapatkan hadiah?"


"Lalu kenapa kalian tinggal disini? Banyak sekali hutan yang aku lihat di area tengah, dan kalian memilih tempat yang gersang?"


"Kami mempunyai alasan tuan, dan itu adalah rahasia kaum kami."


Lei Xinjiang tidak menjawab, dia juga tidak bertanya-tanya lagi.


"Tapi apa benar tuan mampu mengubah tempat ini menjadi subur?"


"Sebenarnya aku juga ragu," Lei Xinjiang tidak tahu apakah elemen cahayanya mampu menyuburkan tanah atau hanya sekedar menumbuhkan pohon saja.


Lagipula kota Tuze menjadi gersang akibat pertarungan dari mahluk tertinggi, tentu saja Lei Xinjiang tidak 100% yakin bisa menghilangkan efeknya.

__ADS_1


[Elemen Cahaya adalah elemen kuat, anda pasti bisa menyuburkan tanah ini. Tuan harus ingat, pertarungan dahsyat itu terjadi di masa lalu, masa di mana waktu belum ada. Sisa pertarungan mereka sudah sangat melemah di waktu ini]


Mendengar hal itu, Lei Xinjiang merasa percaya diri. "Aku berubah pikiran, aku bisa merubah tanah ini menjadi subur."


"Itu hebat! Jika anda mau melakukannya, kekaisaran Gong akan berhutang pada anda!"


Zhang Shu mendengus, dia tidak percaya. Namun dia berharap.


Setelah terbang selama 3 jam, Lei Xinjiang melihat istana raksasa yang menjulang tinggi sampai menyentuh awan. Jiang Lan menjelaskan, bahwa itu adalah istana pusat kekaisaran Gong, dimana kaisar Gong tinggal di sana.


Lei Xinjiang merasa aneh, "untuk apa aku diundang ke istana?" Tidak ada rasa percaya di dalam hatinya, jika dia punya kekuatan, Lei Xinjiang tidak akan mau mengikuti dua Demi-Human itu.


Mereka bertiga mendarat di hadapan pintu raksasa, pintu yang terbuat dari kayu hitam. Zhang Shu membuka pintu itu, dan Lei Xinjiang bisa melihat aula super besar dengan karpet merah yang panjangnya sampai satu kilometer.


Di ujung karpet merah, terduduk satu orang Demi-Human setengah singa. Auranya sangat kental dengan kebijakan, warnanya emas dan memenuhi aula bagi yang melihatnya.


"Dia ...?" Mata merah Lei Xinjiang bersinar.


[Shi Wang]


[Level: Guru Besar (6)]


[Ras: Demi-Human (Golden Lion)]


[Gender: Pria]


"Seorang raja!"

__ADS_1


__ADS_2