Sistem Sang Chimera

Sistem Sang Chimera
Episode 10. Rohana


__ADS_3

...


Sampah apa yang ada di hadapanku ini, batin Selena.


Bagi Selena yang dulunya merupakan pembunuh, dia sering melihat kejadian seperti ini dimana beberapa orang dewasa akan memalak anak-anak muda yang lebih lemah dari mereka.


"Wajahnya terlihat sangat cantik, Hei! Nona manis, bagaimana kalau menemani paman ini," kata seorang pria yang mengacungkan pisau yang terlihat sangat cantik di mata Selena.


"... Wah! Pisaunya sangat cantik!, Paman boleh aku melihatnya sebentar, aku mohon...," Kata Selena dengan senyum manis.


Melihat senyum manis selana, mereka langsung menelan ludah mereka dan salah satu dari mereka memberinya pisau itu untuk di lihat. "Nah... Setelah melihat-lihat bagaimana kali kau ikut dengan paman? Jangan khwatir paman tidak akan melakukan hal buruk kepadamu." Dengan penuh rayuan mereka melihat Selena yang masih memegang pisau itu tanpa menjawab mereka.


"..."


[Pisau yang saat ini anda pegang adalah senjata kelas rendah yang biasanya di miliki oleh kelas D-E untuk berburu monster-monster kecil seperti tikus tanah dan lain-lainnya.]


Secara cermat sistem menjelaskan banyak hal kepada Selena tanpa harus di suruh. "Pisau ini sangat bagus boleh untukku?,"tanya Selena.


"Tentu saja... Kau boleh mengambilnya asalkan membayar sesuai dengan apa yang paman ini min-"


STAB.


Pisau tajam menancap di tubuh pria yang paling dekat dengan Selena. "Keren... Tusukannya sangat bagus untuk membunuh manusia, aku suka," kata Selena yang melihat mereka dengan senyum jahat.


"UAAAA!,"teriak mereka yang melihat teman mereka mati seketika. " Oh... Ayolah paman! Katanya ingin bermain denganku... Kenapa kalian semua menjauh begitu? bukanya kalian harus mendapat imbalan Karen telah memberi pisau ini kepadaku!?."


"PEM- PEMBUNUH!!!."


"KAU SIALAN AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNIMU!!!," teriak pria berjanggut panjang itu.


"..."


Bagus untungnya malam ini tidak banyak orang yang lewat di sini, batin Selena.


"Kalau begitu paman! Coba kejar aku,"kata Selan yang berlari menuju kastil hitam dan menebas wajah seoatang pria lagi.


SLASH...


"AAACK... ****** sialan itu!!!."


 


"Puffft... Ini sangat menyenangkan, aku ingin mengoda mereka lagi tapi aku harus mengerjakan tugasku dulu... SAMPAI JUMPA LAGI!!!,"teriak Selena kepada mereka lalu masuk kedalam kastil.


"!!! Sial,dia masuk ke kastil."


"Kakak tertua! Bagaimana ini!, Dia sudah membunuh saudaramu!!."


"... Biarkan saja, jika dia berhasil keluar kita bunuh dia, jika dia tidak berhasil keluar kita akan mendatangi keluarganya dan menguras semua yang dia miliki."


"Tapi KaK-."


"Diam, dan ikuti saja apa yang aku katakan."


"Baik kak."


Setelah itu mereka pergi dengan membawa mayat teman mereka pergi entah kemana.


...


"Hem... Ini aneh!, Kenapa aku masuk dengan sangat mudah kemari," kata Selena yang masih berada di dekat pintu masuk. "Apa mereka tidak akan masuk?, Jika ingin membunuhku seharusnya mereka masuk juga supaya lebih menarik lagi."


Selena terus memandangi pintu masuk kastil dari tempat persembunyiannya. " Ternyata mereka pengecut juga."


[Lapor!]

__ADS_1


[Dari arah barat kastil terdeteksi sebuah gelombang energi misterius]


"Apa itu manusia?."


[Tidak sistem mengkonfirmasih kalau itu bukan manusia]


"... Kalau begitu aku akan melihat saja kesana!."


[Peringatan!]


[Di harapkan untuk memutar arah saja jika anda masih ingin hidup.]


"Kau ini bagaimana!? Saat aku belum di kastil kau terus memaksaku berlatih tanpa henti dan sekarang kau mengatakan kalau aku lebih baik putar arah saja?, Lupakan itu... Aku akan mencoba Skil baruku," kata Selena yang tetap berjalan ke barat.


[Anda sudah saya peringatkan]


"Yah, kau memang selalu memperingatkan aku, memangnya kapan kau meninggalkan aku sendi-."


 


WWWUUUUUUUSSSSSS....


Angin kencang di sertai debu berterbangan kearah Selena dengan kecepatan penuh dan mengelilingi tubuhnya membentuk sebuah lingkaran. " Apa yang-."


BBRRAAKK...


Sebuah kursih kayu melayang kearah Selena yang di kelilingi oleh angin dan debu.


[Peringatan!]


[Anda haris keluar dari-]


"Pufffft... Tenang saja sistem, aku tahu apa yang harus aku lakukan." Pada saat itu Selena mulai menajamkan inderanya seperti dulu saat menjadi Dody Alan.


[Adaptasi (LV 30) di aktifkan]


Tubuh Selena langsung merespon keberadaan yang ada di hadapannya itu dan pada saat dia membuka matanya debu yang mengelilinginya itu terlihat tidak ada sama sekali di penglihatannya. Aahh... Aku sangat merindukan kemampuanku ini, betapa sulitnya dulu aku mempelajari ini.


 [Lapor!]


[Level anda masih belu—]


"Diam dan perhatikan saja."


Dengan konsentrasi yang dalam Selena berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan. "Ketemu kau sialan!,"dengan ayunan kecil dari pisau yang dia pegang Selena berjalan cepat menuju seseorang yang berada di balik angin dan debu itu.


SSLLAASSHH...


"KYAAA... SAKIT SEKALI!!!." 


Seketika suara sekarang wanita terdengar dari angin itu. "Tolong jangan bunuh aku, aku mohon!!!,"teriak wanita itu.


"..."


Selena bisa melihat seorang wanita muda dengan pakaian selayaknya sekarang kesatria dengan rambut panjang dan perawakan wajah yang sangat cantik.


[Menampilkan informasih individu]


 


[Sistem]


[Menampilkan data yang di ringkas:


Nama : Rohana Angela

__ADS_1


Usia : 21 Tahun.


Kelas yang di dapat saat ini : E


Skill yang di miliki saat ini :


(Badai pasir LV. 30),(Pesona LV.30)(PenyembuhanLV.50)


Kemampuan bawaan :


(Kekuatan LV.10),(Daya Hidup LV.10),(Kelincahan LV.15),(Kecerdasan LV.90),(Adaptasi LV.31),(Mana LV.45),(Mental LV.3)]


[Sesuai dengan arahan anda sebelumnya tidak ada ringkasan yang perlu di tampilkan]


Sebelumnya juga Selena telah mengatakan kepada sistem supaya tidak menunjukan ringkasan informasi tentang siapapun yang nantinya akan dia lihat, itu karena Selena tidak sudah muak dengan hinaan yang dia lihat setiap kali dia melihat statistiknya.


"...."


Dia masuk ke level (E) dengan ststistik seperti ini?, Lalu bagaimana denganku yang berlatih sangat keras tapi berada di kelas (F) sedangkan dia... Mentalnya saja level 3 apakah ini adil!, batin Selena.


[Lapor]


[Di harapkan supaya anda membaca statistiknya secara menyeluruh!]


Sistem ini juga, apakah dia sekarang akan menceramahi ku juga!, batin Selena.


"Hahh...."


Dengan cermat Selena melihat wanita yang ada di hadapannya itu sambil memeggi tanganya yang terluka akibat sayatan dari pisau Selena. " Oi!, Kenapa kau menyerangku barusan?," Kata Selena dengan dingin.


"Hiks... Maaafkan aku... Tolong jangan bunuh aku... Hiksss, aku minta maaf... Hikss...."


"Aku tidak akan membunuhmu,"kata Selana selembut mungkin.


"... Hikss... Aku pikir kau adalah musuh di kastil ini dan aku sangat panik saat itu, oleh karena itu ... Hiksss... Aku menyerangmu... Aaahck... Maafkan aku...."


"... Kau beruntung aku tidak memotong kepalamu langsung ... Kalau begitu aku pergi, semoga harimu menyenangkan, lmungkin."


Setelah mengatakan itu Selena melanjutkan langkahnya namun,"Tunggu!!!,to- tolong batu aku, aku mohon...."


[Peringatan!]


[Individu sedang mengunakan Skil.]


"... Matikan Skil mu jika tidak aku akan membunuhmu sekarang!"


"Gaaps... Maafkan aku!,maafkan aku!!!."


Wanita ini sangat menjengkelkan, aku ingin membunuhnya apakah boleh?,batin Selena.


[Terserah anda saja]


Mendengar respon sistem yang tidak tertrik selena mengabaikan wanita itu dan melanjutkan jalanya naumu, wanita itu langsung menarik kaki Selena. "Aku mohon!!!, Jangan tinggalakan aku disini!, Aku akan lakukan melakukanapapun yang kau minta jika kau membiarkanku ikut denganmu!,"kata wanita itu dengan putusasa.


"Tidak terimah kasih, aku tidak mau membawa beban yang menjengkelkan,"kata Selena dengan dingin. Bagi Selena untuk saat ini keberadaan dari wanita yang ada di hadapanya itu sangat menjengkelkan karena statistik yang dia lihat tadi di tambah lagi dia sedang terluka, Selena menganggap kalau wanita itu tidak berguna bahkan jika di jadikan sebagai umpan.


[Sedikit saran dari sistem]


[Anda akan sedikit terbantu jika anda membawa wanita ini bersama anda.]


"Apa? Apa yang kau maksud? Dia tidak berguna sama sekali," protes Selena.


 


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2