
Ya Tuhan ini sangat bau, ini sungguh menurunkan martabat ku sebagai pembunuh hebat, batin Selena.
Selena bersembunyi di dalam got Sampai matahari terbit namun, ada kendala yang terjadi saat dia akan kembali kebentuk manusianya.
"Apa!? Apa katamu tadi!."
[Karena efek samping yang begitu besar, hingga seminggu kedepan anda akan tetap menjadi Chimera.]
"... YANG BENAR SAJA!!!."
GRUARRR...
[PERINGATAN!]
[Diharapkan untuk tidak menimbulkan kebisingan.]
"Aaaack... La-lalu bagaimana sekarang! Aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku lakukan dalam bentuk ini,"kata Selena.
[Satu-satunya yang bisa anda lakukan saat ini adalah mencari tepat yang aman untuk bersembunyi sampai situasi kembali normal.]
"Kau pikir situasi akan baik-baik saja disaat Demian dengan gilanya mencariku!, Membayangkan dia menghancurkan tembok saja membuatku merinding!! Aku yakin air mancur yang hancur itu pasti ulahnya juga karena aku tidak pulang! AAACK... Bagaimana sekarang...
"Kalau aku tahu efek sampingnya seperti ini maka aku tidak akan mengunakannya dan memilih di kamar saja sampai keadaan mereda."
[...]
Selena yang frustasi hanya bisa duduk dalam bentuk monsternya di dalam got bau itu hingga 3 jam lamanya. Selena tiga jam itu dia bisa mendengar banyak hal mulai dari suara orang yang berbondong-bondong datang, mobil-mobil berlewatan dan suara helikopter yang ada di langit. Apakah setiap monster memiliki Indra yang tajam seperti ini.
"Hahh... Tidakku sangka kalau menunggu itu sememembosankan ini, aku sangat lapar dan haus sudah kuduga seharusnya aku tidak meninggalkan tempat itu saja," gerutu Selena.
***
"DIMANA... DIMANA SELENA!!?, DIMANA MONSTER SIALAN ITU!!?,"teriak Demian.
"Ketua!, tolong tenangkan diri anda sejenak, saudari anda akan segera di temukan jadi bersabar-."
"AKU TIDAK BISA SABAR!."
Apa yang kulakukan, seharusnya aku tidak menurutnya disana.
"..., Ketua! Ada yang ingin saya laporkan kepada anda."
"Aku sedang tidak dalam kondisi baik saat ini Kevin jadi tolong mengertilah," kata Demian yang duduk di lantai.
"Ini tentang kejadian yang menimpa saudara anda," kata Kevin.
"Hah! APA ITU!?."
"Kami telah melakukan investigasi di kamar itu selema 2 jam penuh dan tidak ada tanda-tanda terbukanya sebuah portal disana."
"Apa maksudmu jelas-jelas ada monster disana dan-."
GERRRRR....
Entah mengapa Demian langsung meningkat pandangan monster itu pada saat monster itu akan melompat dari jendela. Dia juga merasa janggal dengan ukuran tubuh monster yang lebih kecil dari ukuran monster pada umumnya dan bagaimana bisa ada monster yang masuk kedalam Zona aman tanpa sepengetahuannya.
"Ini hanya dugaan saya tapi kemungkinan monster yang anda lihat itu adalah Nona Selen- AHACK!!."
MENCEKIK.
Demian langsung mencekik leher Kevin. "Jangan pernah mengatakan kalau saudariku berubah menjadi monster!,"ancam Demian.
__ADS_1
"Sa-hack... Saya akan... Hahck... Lakukan apapun yang anda mi... nta.. Aaack...hack...."
Setelah mendengar perkataan Kevin Demian langsung melepaskannya dan berjalan kearah yang berlawanan. "David!, berikan aku catatan tentang aktifitas yang di lakukan saudariku dalam minggu ini!,"
"Ba- baik tapi saya harus...."
"Kerjakan saja apa yang aku katakan,"kata Demian dengan kesal.
"Ba- baik boss!!!."
Dengan cepat Demian berjalan kembali kekamar saudarinya untuk memeriksa dengan cermat dan membuktikan perkataan anak buahnya itu.
Kakak apa yang terjadi kepadamu sekarang, kenapa kau melakukan ini semua, yang perlu kau lakukan seharusnya berada di sisiku.
***
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat dan Selena masih dalam bentuk monsternya.
"Hohhh... Aku sangat bosan dan lapar! Aku sangat ingin makan sekarang," kata Selena yang berbaring di lantai saluran air.
TIK...TIK...TIK
Tetesan air menjadi lagu yang menemani Selena di dalam saluran air yang gelap dan bau itu hingga akhirnya dia mendengar suara seseorang yang dia kenal.
"Hemmm... Aku berharap aku bisa bertemu dengan Selena lagi."
"...!"
Selena bisa mendengar suara Rohana dari atas tepat berada di dekat got yang menjadi tempat Selena bersembunyi. Bukankah itu suara Rohana!, Aku tahu itu dia suaranya sangat khas jadi aku tidak melupakannya, batin Selena.
[Peringatan!]
"Aku tidak punya pilihan sialan, ini sudah hampir seminggu dan aku sudah hampir gila disini," kata Selena yang bagun dan berjalan ke arah pintu kelaur got. Selena mengintip di celalah besi yang menutup got tersebut.
Untungnya dia benar, Selena bisa melihat Rohana berdiri di samping got sambil memegang buku yang tebal berwarna coklat di tanganya.
"Uung... Aku sudah mencari semua nama Selena di kota ini dan ini adalah tempat terlahir yang harus aku kunjungi!, Ummm... Sepertinya aku tidak bisa masuk sekarang ada banyak- AAAACK!!!."
SREEET...
Kaki Rohana di tarik oleh sesuatu yang tidak terlihat menuju got. "AAACK... Apa-apaan ini!!, AAACK."
SRAK...
Pada akhirnya tubuh Rohana sudah masuk sepenuhnya kedalam got. "Apa yang- KYAAAAA!!!,"teriak Rohan saat melihat monster di depannya.
"MENJAUH... MENJAUH... KENAPA ADA MONSTER DISINI!!! MENJUH, AKTIFKAN SKIL!!."
[Skil Pengoda di aktifkan!.]
"Hem??."
Selena bisa mencium aroma harum dari tubuh Rohana yang membuatnya kehilangan minta sejenak tapi.
[Skil Penghalang di aktifkan!]
Dengan di aktifkan ya Skil Penghalang Selena kembali ke dirinya yang semua. Gaah... Apa yang terjadi!?, batin Selena.
__ADS_1
[Skil Pengoda di batalkan!!!]
[Lapor!]
[Terdapat penghalang yang sangat kuat pada target anda]
"APA LALU APA YANG HARUS AKU LAKU- KYAAAA..."Rohana langsung berteriak saat monster yang ada di hadapanya itu mengangkat tanganya yang memiliki kuku yang tajam.
"AAAAC-."
SCRAS...SCRAS...SCRAS
Rohana bisa melihat kalau monster yang ada di hadapanya itu ternyata tidak menyerangnya melainakn menulis sesuatu di dinding dengan kukunya yang panjang dan tajam.
*AKU SELENA, BISAHKAH KAU MEMBANTUKU?*
"HAH!?."
Rohana tidak percaya dengan apa yang dia lihat di dinding dan melihat kembali kearah monster itu dengan ekspresi heran.
"Ka- kau Selena?, Ba-bagaimana mungkin!?."
[PERINGATAN!!!]
[DI HARAPKAN UNTUK TIDAK MEMBERITAHU INFORMASIH KEPADA SE SEORANG DENGAN MUDAH!]
Sistem mulai memperingatkan Selena dengan keras, supaya dia tidak mengatakan apa-apa tapi, Selena tidak punya pilihan. Demi bisa keluar dari tempat itu dia akan mengambil keputusan yang beresiko.
*Ceritanya panjang, bisahkah kau menolongku?, Aku akan sangat berterimakasih jika kau membantuku.*
"A-."
Melihat mosnter yang menulis membuat keraguan Rohana seketika langsung pudar dan dia langsung merasa kalau monster yang ada di hadapanya itu tidak berbahaya lagi. Aku masih takut tapi... Bagaimana mungkin ada monster yang bisa menulis dan tulisannya bahkan lebih rapi dariku, batin Rohana.
"Ehem... Aku ingin percaya kalau kau adalah Selena tapi, aku butuh bukti!?,"Dengan hati-hati Rohana bertanya.
"..."
Selena yang mengantisipasi pertanyaan itu langsung berjalan ke belakang, mengambil pedang hitamnya dan menujukan kearah Rohana. "... INI KAN!!!."
Rohana mengenali pedang itu, karen dia yang menemukanya saat berada di dalam kastil. Jadi benar dia adalah Selena tapi, bagaimana bisa dia menjadi monster seperti ini?, Kalau di ingat lagi bentuknya sangat mirip dengan monster Urung yang waktu itu, batin Rohana.
"Baiklah-baiklah biarkan aku berfikir sejenak."
"...?"
Selena bisa melihat Rohana yang terlihat dengan dilema saat ini dan dia menjadi sedikit cemas. Bagaimana jika dia tidak percaya padaku dan memutuskan untuk melaporkanku pada pemburu atau lebih parah lagi kepada Demian.
GERRRR...
Rohaan melihat Selena yang murung dan dengan niat baik Rohana memutuskan untuk percaya kepada Selena. Lagi pula aku datang kemari untuk mencarinya, meski dalam bentuk aneh dia masihlah Selena, batin Rohana.
"Sepertinya kau punya alasan tersendiri untuk situasi saat ini jadi... Kita cari tempat yang aman dulu untuk sementara tapi, bagaimana aku akan menolongmu jika kau masih dalam bentuk itu?,"tanya Rohana.
"...."
....
"Serius... Bukanya ini sangat berbahaya Selena!?."
GERRRR...
Rohana dan Selena saat ini sedang berjalan seolah-olah tidak terjadi apapun. Rihana tampak berjalan santai sedangkan Selena berjalan dengan hati-hati tanpa di lihat orang lain dengan Skil Chimeranya.
__ADS_1
...Bersambung......