
***
"Hahh... Ini sangat merepotkan! Aku harus menunggu penjaga untuk lengah dulu baru aku boleh menyelinap masuk. Kenapa mereka melakukan penjagaan yang sangat ketat sepagi ini?, Biasanya mereka hanya melakukan pemeriksaan sederhana saja tapi sekarang?... Haisss... Ini sangat merepotkan.
"Snif...Sinf..., Uuung... Bahkan bau tubuhku sudah seperti sampah saja!!!," gerutu Selena.
Saat sampai tadi di kawasan rumahnya Selena melihat banyak penjaga yang berpatroli di kawasan itu dan juga dia bisa melihat kalau air mancur indah yang ada di halaman gedung itu hancur berkeping-kepaing.
Sepertinya ada monster yang mengamuk di tempat ini, untungnya aku sedang tidak ada disini jadi aku akan aman-aman saja satu-satunya yang perlu aku sembunyikan sekarang adalah pedang ini, batin Selena.
Selena mengalami sedikit kesulitan saat ini karena, pedang hitam yang dia bawa tidak bisa di masukan kedalam penyimpanan senjatanya di sistem dan akhirnya dia harus membawanya sepanjang perjalanan.
"Hahhh... Mari kita mulai, pertama aku harus menghilangkan hawa keberadaanku dulu, menghindari petugas yang sedang berjaga dan akhirnya aku sampai di rumahku yang manis,"kata Selena yang akhirnya sampai di tempat tinggalnya.
"Baiklah setelah ini aku akan langsung man-
"AAACKKKK!!!."
Selena sangat terkejut melihat seseoarang yang duduk di sofa.
"KEMANA SAJA KAU HARI INI SELENA!!,"teriak seseorang dari dalam ruangan.
"Demian!!! Sedang apa kau-."
"AKU TANYA DARIMANA SAJA KAU?!."
"...., Mau darimanapun aku itu bukan urusanmu."
"KAKAK!"
"SUDAH AKU BILANG ITU BUKAN URUSANMU!, berhenti mencampuri urusanku, jangan mengaturku atau bertanya banyak hal lagi kepadaku!."
"KAU-."
Demian sangat marah saat dia melihat penampilan mengerikan Selena yang sekujur tubuhnya di penuhi oleh bau amis dan bercak darah, tentu saja Demian tahu darah apa itu dan dia semakin tidak bisa menahan amarahnya saat dia melihat bekas luka yang panjang di pergelangan tangan Selena dan yang lebih parah lagi dia memegang sebuah pedang di tanganya.
"Selena kau, ... SEJAK KAPAN KAU MEMILIKI PEDANG SEPERTI ITU,"teriak Demian yang berjalan kearah Selena dan berusaha untuk mengambil pedang yang ada di tangan Selena.
"!? Apa yang kau ingink-."
Demian yang kesal dengan apa yang dia lihat langsung merampas pedang yang ada di tangan Selena namun.
BEEZZZZT...
Pedang Selena menolak untuk di pegang Demian dan mengeluarkan setruman kecil kepada Demian.
[Lapor]
[Pedang ODIN menolak untuk di pegang!]
"APA YANG-."
[Peringatan!]
__ADS_1
[Pedang menolak sentuhan anda]
Sistem yang dimiliki Demian memberikan peringatan kepadanya. Bagaimana mungkin ada pedang yang bisa mengeluarkan segatan seperti ini kepadaku, aku adalah pemburu kelas S tapi kenapa tanganku rasanya kebas sekarang?."
[Jawaban dari pertanyaan anda adalah]
[Kelas pedang yang anda pegang memiliki level yang setara dengan anda atau pedang tersebut tidak mengenali anda sebagai pemiliknya.]
Pada saat Demian membaca laporan dari sistemnya dia terkejut dan mulai menduga-duga kalau alasan Selena berubah sangat derastis saat ini karen pedang yang ada di tanganya itu. "Selena... Apa kelas yang dimiliki pedangmu itu?,"tanya Demian dengan dingin.
"...."
Selena yang menyadari apa yang akan dilakukan oleh Demian langsung menyembunyikan pedangnya ke belakang punggungnya. "Aku tidak tahu jangan tanya aku,"kata Selena mengalihkan pandanganya.
"Selena... Jangan bilang kalau itu...!"
[Ditemukan!]
[Pedang yang saat ini di pegang oleh individu Selena memiliki kelas yang tinggi yaitu pedang bernama 'Odin' yang merupakan pedang kelas S yang menjadi hadiah utama dalam penaklukan kastil hitam di kota pagi ini.]
"AP-"
Melihat pemberitahuan sistem, Demian langsung ketakutan karena menyadari Selena yang susah payah dia lindungi dari kerasnya dunia pemburu sekarang sudah mulai masuk kedalam kastil yang sangat berbahaya dan Demian tidak bisa menerima kenyataan itu.
"BERIKAN PEDANG ITU KEPADAKU! SEKARANG," teriak Demian sekali lagi.
"!!!, Jangan coba-coba-."
Karen perbedaan kelas antara Kelas F dengan kelas S yang bagaikan langit dan bumi Demian berusaha untuk mengambil pedang yang ada di tangan Selena tanpa melukainya namun, lagi-lagi dia mendapat penolakan dari pedang tersebut.
Sengatan listrik tiba-tiba melukai tangan Demian.
"AAACK...."
Kali ini sengatan yang di keluarkan tidak main-main, sengatan listrik itu bahkan membuat luka di tangan Demian yang merupakan pemburu kelas S. Ini tidak berarti apa-apa bagiku, aku harus membuang pedang sial itu darinya jika tidak dia akan berada dalam bahaya, batin Demian.
"SUDAH KUBILANG JANGAN URUSI URUSANKU KENAPA KAU TIDAK MAU DENGAR! BERHENTI MENGURUSI URUSANKU DEMIAN !,"teriak Selena.
Seperti sebuah sesak didadanya, entah mengapa Selena merasakan emosi yang aneh di dalam dirinya dan tanpa sadar dia membentak Demian.
"Kita adalah saudara Selena..., Aku sudah berjanji kepada ibu untuk menjagamu dengan baik dan karena itulah aku melakukan segalanya untuk melindungimu.
"Bajingan ini!!!."
Seketika bulu kuduk Selena berdiri karena ucapan yang dikeluarkan oleh mulut Demian.Sial, sekarang ini terlihat seperti sebuah obsessi untukku.
"Kau sudah kehilangan akalmu Demian!,aku tidak ingin tinggal lagi disini," kata Selena yang berjalan keluar pintu namun, dengan cepat Demian menangkap tanganya dan menariknya ke kamar Selena.
"LEPASKAN AKU!!!."
"... Akan lebih baik jika aku mengurungmu saja disini sejak awal sehingga kau tidak perlu keluar untuk melihat dunia luar lagi,"kata Demian dengan penuh kemarahan.
Lebih baik aku di benci olehmu dari pada melihatmu terluka di luar sana kak Selena, batin Demian.
__ADS_1
BAAMM...
Pintu kamar di tutup dan di kunci dengan paksa oleh Demian.
"APA YANG KAU LAKUKAN!, KELURKAN AKU, KELURKAN AKU!!!,"teriak Selena yang panik karena dikurung oleh Demian.
BAM...BAM...BAM
Selen megedor pintu dengan keras.
"Diam saja disana Selena, kau tidak memberiku pilihan!."Demian langsung memasang penghalang khusus yang bisa di gunakan oleh pemburu untuk mengurung monster tingkat rendah di kamar Selena dan kemudian dia pergi kesuatu tempat setelahnya.
...
BRAK...BRAK...BRAK...
"BUKA PINTUNYA BAJINGAN!!!,"teriak Selena dari balik pintu.
Selen terus memukul-mukul dan mendobrak pintu kamarnya namun tidak ada yang berhasil. Sekarang apa yang harus kulakukan!?, Aku baru saja memutuskan untuk melihat dunia ini lebih banyak lagi tapi sekarang, aku bahkan dikurung di kamar ini oleh adikku sendiri,batin Selena.
[Lapor!]
[Individu bernama Demian telah memasang penghalang sihir yang biasnya di gunakan untuk menahan monster-monster tingkat rendah di dalam kamar anda.]
"APA!?, Sekarang dia juga memasang alat untuk monster?, APA BAJINGAN ITU PIKIR AKU INI MONSTER!!!?.
"DEMIAN!!... BUKA PINTUNYA!!!,"teriak Selena sekali lagi.
[Pemberitahuan!]
[Anda bisa keluar dari kamar ini jika anda mengunakan Skil Chimera anda yang baru.]
"...!"
Mendengar perkataan sistem Selena langsung mengingat kalau pagi ini dia berhasil mendapatkan banyak hal sebagai imbalan dari menyelesaikan kastil dan Skil Chimera adalah salah satunya.
"Ka- kalau begitu apakah sekarang aku bisa berubah menjadi seperti monster Urung dan menghilang jika aku mengunakan Skil Chimeraku?,"tanya Selena.
[Jawab]
[Sudah di pastikan anda bisa mengunakannya namun, di ada efek samping yang akan anda terima untuk berubah menjadi Chimera.]
"Skil macam apa yang memiliki efek samping!?, Serius!!! Sebenarnya apa artinya Skil ini jika aku pada akhirnya akan menerima efek samping!,"ucap Selena dengan emosi yang tak tertahankan.
[Ada jawaban untuk pertanyaan anda!]
[Di karenakan kelas dan statistik anda yang masih sangat rendah, jadi Skil Chimera anda sangat memerlukan banyak pasokan energi yang besar untuk mengimbangi efek samping Skil tersebut]
[Jadi intinya bekerja keraslah lebih giat dasar sampah kelas F.]
"Kau masih belum merubah sifat jelekmu itu yah,"kata Selena yang pasrah dengan sistemnya.
__ADS_1
...Bersambung......