Sistem Sang Chimera

Sistem Sang Chimera
Episode 11. Monster Urung 1


__ADS_3

...


"Apa? Apa yang kau maksud? Dia tidak berguna sama sekali," protes Selena.


[Jawab]


[Dengan kecerdasan dan kemampuan penyembuhan yang dia miliki, kemungkinan anda bisa lolos dari kastil akan sedikit lebih tinggi]


"Sedikit yah."


Selena melihat lagi kearah wanita yang masih duduk di lantai sambil memegang tanganya yang terlukandengan air mata yang berjatuhan mata tak berdaya yang menatapnya. "Hahh...."


Biasanya yang seperti ini akan menghianatiku jika sudah keluar dari tempat ini nantinya atau mungkin ini hanya semanacam sekema yang dia buat supaya aku ibah saja, batin Selena.


Selena tetap berpegang teguh pada instingnya supaya tidak membawa wanita yang ada di depannya itu namun, sistem berkata lain.


[Jika anda mengunakan semua informasih yang di dapat wanita ini maka anda bisa lebih cepat bertemu dengan monster yang anda ingin lihat.]


Aku kemari bukan hanya untuk melihat monster saja, batin Selena.


"Baiklah, kalau begitu kau boleh ikut denganku."


"!!! Benarkah! Aku boleh ikut dengan—."


"Jangan senang dulu, kau harus memberiku informasih tentang tempat ini. Sudah berapa lama kau ada di dalam kastil ini?."


"Umm... Ini sudah hampir seminggu."


"...."


Itu artinya dia sudah ada lebih lama disini dari yang lain, batin Selena.


"Apakah tidak ada temanmu yang selamat?."


"Tidak ada," dengan suara yang gematar air mata jatuh lagi dari mata wanita itu.


"Tidak ada satupun yang selamat... Mereka semua mati..," sambil mengepalkan tanganya wanita itu menghapus air matanya yang jatuh.


"Hahhh... Ini akan sangat merepotkan," kata selana.


"Aku berjanji tidak akan merepotkanmu... Aku janji, aku akan berikan semua informasih yang ku punya... Tapi... Tolong jangan tinggalkan aku sendiri disini," sambil menagis wanita itu memohon kepada Selena untuk membawanya.


"... Hei! Siapa namamu?,"meski selana sudah tahu nama wanita itu tapi, dia memutuskan untuk tetap bertanya.


"Hem!..., Rohana! Namaku Rohana," kata wanita itu dengan semangat.


"Rohana yah, kalau begitu Rohana... Apakah kau tidak takut kalau aku akan membunuhmu nanti atau menjadikanmu sebagai umpan nanti?,"tanya selana.


"Tidak!, Aku yakin anda tidak akan melakukan itu kepadaku," kata Rohana.


"Hee... Apa kau yakin? Aku ini sebenarnya sangat jahat loh."


"Anda bukan orang jahat!."


"Hah?"


"Aku yakin anda bukan orang jahat!, Soalnya anda bahkan tidak membunuhku sekarang walau aku sudah terluka seperti ini," kata Rohana tegas.


Wanita ini... Apakah dia sudah gila? Bagaimana mungkin dia bisa mengatakan hal berbahaya seperti itu, apakah dia tidak sayang akan nyawanya.


[Kemungkinan kalimat itu datang karena adaptasi dan mentalnya yang renda.]


Jadi... Kau mengatakan kepadaku kepercayaan dirinya itu datang karena dia tidak peka terhadap situasi?, Lalu untuk apa kecerdasannya itu, pajangan?, batin Selena.

__ADS_1


[Akan lebih baik jika anda berhenti mempermasalahkan hal-hal kecil seperti ini dan melanjutkan pekerjaan anda.]


"APA! bukan aku yang sering mempermasalahkan hal-hal kecil seperti ini!."


[...]


Sistem hanya diam dan tidak menjawab.


"HEI!."


"Ya- Ya!," Jawab Rohana.


"Bukan kau, Uungh... Aahhh... Sudalah kalau begitu ayo kita tinggalakan tempat ini," kata Selena yang berjalan mausuk lebih dalam ke bagian dalam kastil bersama Rohana.


...


Di dalam kastil Selena terpesona oleh desain yang indah dari interior kastil. Ini terlihat sama dengan yang ada di duniaku namun lebih indah, apa karena ini di dunia lain, batin Selena.


"Cantik sekali!," Kata Selena.


"... Mereka menipu."


"Hem?."


"Aku dan temanku juga mengatakan hal seperti


itu namun ternyata... Itu semua hanya tipuan semata saja," kata Rohana yang terlihat sedih.


"Apa semua anggota kelompokmu ada disini?.


"Tidak, aku dan temanku berbeda, dia ada di serikat Wild sedangkan aku tidak punya serikat."


"Bukanya hanya yang memiliki serikat saja yang boleh masuk ke mari."


"... Lupakan saja, kemana selanjutnya kita akan— !!!."


Wwusss...


Angin berhembus kencang kearah mereka diringi aura yang menyeramkan dan seketika seperti ada sebuah mata raksasa yang menatap mereka.


"!!! TIDAK...TIDAK... JANGAN INI LAGI!!!," teriak Rohan.


 


Apa-apaan ini, seperti ada mata yang mengawasi kami sekarang, batin Selena.


"Pelankan suaramu!, Seseorang Mungikin mendengarmu nanti."


"Hummp..."


Mendengar peringatan dari selana Rohana menutup mulutnya rapat-rapat dan perlahan-lahan pandangan yang menatap mereka tadi menghilang. "Cik, aku tidak tahu apa yang menatap kita tapi kita harus tetap berjalan sekarang, Rohana tunujukan kearah amana selanjutnya."


"Emmp..." Rohana menggelengkan kepalanya saat dia tahu kemana tujuan Selena selanjutnya. " Kalau kau tidak mau aku tinggal saja." Sambil berjalan menjauh Selena meninggalakan Rohana yang duduk di lantai sambil menutup mulutnya. Dia tidak bisa di andalkan, batin Selena.


Selena berjalan sendirian di dalam kastil dan melihat banyak patung-patung kesatri yang berdiri sambil memegang pedang di tanganya dan beberapa menghadap kearah sebuah ruangan yang terlihat ada Empat patung kesatria yang sedang berjaga di ruangan yang terlihat sangat megah itu.


"Aku yakin kerah sini, instingku tidak pernah salah," kata Selena yang berjalan ruangan tersebut tapi.


"BERHENTI DISANA!!!."


Teriak Rohana yang muncul di belakang Selena.


"... Akan lebih baik jika kau tidak usah datang kemari duduk saja disana dan-."

__ADS_1


"Ruangan itu berbahaya!!!."


"Kawan, aku datang kemari bukan untuk bersantai. Tentu saja aku tahu kalau ruangan itu berbahaya," kata Selena dengan malas.


Sejak awal Selena melihat ruangan itu dia sudah curiga karena ruangan itu tampak bagus dan tidak ada sedikit goresanpun disana sedangkan di ruangan lain dan tempat lain terlihat sangat berantakan dan banyak darah yang berserakan disana. Melihat dari dia menjaga ruanganya tetap bersih aku yakin dia pembunuh yang handal, karena pembunuh itu sebenarnya sangat suka dengan kebersihan, batin Selena.


"Hei!, Jika kau takut jangan mendekat! Tunggu saja aku di sana," kata Selena yang berjalan menuju ruangan itu.


"Ja- JANGAN!!!."


Terlambat. Selena sudah masuk kedalam.


"... Gelap sekali disini."


Selena tidak bisa melihat apapun di dalam ruangan itu tapi dia bisa merasakan kalau bukan hanya dia yang ada di dalam ruangan itu.


[Peringatan!!!]


[Terdeteksi gerakan misterius di-]


"Aku tahu!,untuk sementara fokus saja–."


WWUUSSSS...


Angin kencang menerpa Selena dan.


BANG


Sebuah mata besar dan semerah darah menatap Selena dengan tajam. Di dalam tatapannya itu Selena bisa nerasakan perasaan tidak nyaman yang sangat besar dan terasa sangat berbahaya.


"!!!"


KREAKCREEEKCRRAAK...


Terdengar suara pergerakan yang kasar di dalam ruangan dan, lantai yang di injak oleh Selena bergetar dan pada saat itu lampu redup menyala di dalam ruangan tersebut.


BERCAHAYA...


"A..." Mata Selena melebar saat melihat pemandangan menyeramkan di hadapanya itu. Dia bisa melihat banyak mayat dari dari orang yang terlihat seperti pemburu bergelantungan di atas atap dengan sebatang besi tipis menancap di kepala mereka.


"Ini sangat gila... Bagaimana bi—."


CEKARAK.....BRAKKK....


Serangan tak terlihat melayang kearah Selena.


"!!! Sial."


Dengan susah payah Selena menghindari beberapa serangan tak terlihat itu. Untung saja aku punya skil pengalaman, jika tidak aku pasti akan mati karena tidak terbiasa dengan tubuh ini, batin Selena.


CEKCEKSTRUKKBRAKK....


"Unnngh!!!."


Serangan tipis mengenai tangan Selena dan meninggalkan luka panjang di sana. "AAACK... Sial! Aku tidak tahu dari mana seranganya!!."


Tubuh Selena hanya menghindar dari serangan yang tak terlihat itu secara refleks karena kemampuan Skil pengalaman yang dia miliki.Ini sangat menjengkelkan, ini lebih sulit dari pada membunuh manusia, batin Selena.


 


...Bersambung......


 

__ADS_1


__ADS_2