
***
Tak terasa waktu yang panjang telah berlalu dengan cepat sekarang Setengah Tahun telah berlalu begitu saja.
Namaku adalah Rohana Angela. Aku adalah pemburu kelas E yang cukup beruntung bisa bertahan di dunia yang keras ini.
"Oi!, Rohana berikan aku paku dan palu itu."
"Baiklah."
Dia adalah temanku, namanya Selena Bernalu. Aku tidak tahu dengan jelas identitasnya tapi aku percaya kalau dia bukan orang jahat dan kami sudah tinggal di daerah pembuangan ini selama 'Setengah Tahun' dan tidak ada hal buruk yang terjadi.
"Ini Palunya .".
"Oh terimah kasih, sekarang tolong ambilkan Besi itu aku harus memperbaiki ini dulu atapnya sudah sangat rusak," kata Selena yang memperbaiki atap.
"Ini lebih parah dari yang sebelumnya."
"Cik! Ini semua karena monster burung sialan itu... DIA TIDAK TAHU MENDARAT DI MANA," teriak Selena.
Benar juga, kemarin ada kejadian yang menghebohkan di tempat ini, tiba-tiba monster burung muncul di kota pembuangan dan menyebabkan banyak kehancuran gedung terutama tempat tinggal kami yang atapnya telah terbuka separuhnya.
"Yah, ini bukan pertama kalinya monster seperti itu muncul disini."
"Tapi itu sangat menjengkelkan."
"Sabar saja, lagi pula kau mendapat manfaat juga dari kejadian itu bukan?, Skil mu mendapat wujud baru."
"Kau hanya membuatku semakin kesal saja Rohana, sana beresi ruang tammmu, tempat ini semakin terlihat seperti tempat sampah saja!!!,"teriak Selena lagi.
"Baiklah baiklah jangan marah begitu...."
Lebih baik aku ikuti saja apa yang dia katakan, Selena sangat mengerikan saat sedang marah, batin Rohana.
...
"Fyuhhh... Akhirnya selesai juga...."
"Aku sudah siapkan semuanya, kemari dan duduklah aku sudah buatkan minum untukmu,"kata Rohana.
"..., Benarkah?."
"Tentu lihat saja sendiri."
Hemm... Sangat tidak menyakinkan, batin Selena.
"Aku sudah bersihkan kok!!!."
Kenapa dia sangat tidak percaya dengan ucapanku, batin Rohana.
Selena berjalan menuruni tangga dan melihat ruang tamu yang terlihat rapi namun, Selena tetap tidak menurunkan kewaspadaannya sedikitpun. Rohana yang melihat cara pandang tidak yakin Selena langsung membela diri lagi.
"Aku bilang sudah aku bersihkan jangan melihat seolah-olah aku berbohong."
"...."
Selena sudah menduga apa yang akan terjadi saat Rohana mengatakan kalau dia sudah selesai membereskan ruang tamu. Dia bisa melihat kain kotor yang basah di tumpuk menjadi satu dalam sebuah wadah besar dan semua piring kotor di satukan. Aku tidak mengerti kenapa aku bisa tinggal dengan wanita jorok seperti ini, batin Selena.
"Aku hanya menyatukannya supaya membersihkannya lebih—."
TAK...TAK...
"AAACK... Kenapa kau memukul kepalaku!!!."
"Bukan apa-apa, aku hanya ingin saja," kata Selena dengan gemetar.
__ADS_1
Sebenarnya Selena sudah sangat ingin membunuh Rohana saat ini namun dia menahan niatnya karena janjinya untuk melindungi Rohana dulu. Tunggu... Janji ada untuk di ingkari bukan!, Kalau begitu bagaimana jika aku membunuhnya saja sekarang, batin Selena.
"Hem? Ada apa? Wajahmu sekarang terlihat ingin membunuhku sekarang."
"Tidak lupakan seja, tidak ada untungnya bagiku jika membunuhmu juga."
"APA?."
"Bukan apa-apa makan aja makananmu."
Setelah itu mereka makan dengan damai sambil berbincang banyak hal tentang perburuan mereka selenjutnya hingga mereka selesai makan.
"Hahh... Sistem priksa statistik."
[Dimengerti]
[Menampilkan statistik]
[Menampilkan data yang di ringkas:
Nama : Selena Bernalu.
Usia : 21 Tahun.
Kelas yang di dapat saat ini : F.
Skil yang berhasil di tambahkan:
(Penghalang LV.?)
Skill yang di miliki saat ini :
(Chimera LV.4),(Pengalaman LV. 60),(...LV.?),(...LV.?),(...LV.?),(Master pedang LV.60).
Senjata yang di miliki:
Kemampuan bawaan :
(Kekuatan LV.49),(Daya Hidup LV.70),(Kelincahan LV.20),(Kecerdasan LV.50),(Adaptasi LV.80),(Mana LV.20),(Mental LV.85)]
Aku tidak mengerti!?, Statistikku bahkan lebih tinggi dari Rohana dan beberapa kelas D dan E lainya tapi kenapa kelasku tidak menunjukan tanda-tanda akan naik level. Hahh... Akan lebih baik jika sistemku mau di ajak kerja sama tapi dia sangat keras akhir-akhir ini aku jadi tidak nyaman untuk bertanya! Untuk sekarang lebih baik kalau aku bermain bodoh saja dulu, batin Selena.
"Wow... Ternyata aku sudah berkembang banyak rupanya bagaimana menurutmu sistem,"kata Selena dengan bangga.
[Hem!]
[Anda hanya beruntung saja.]
"Kau ini mendukung atau malah menghina?."
[Sistem selalu mendukung anda]
"Kau penuh dengan bacot."
"Hei, Selena ayo kita pergi, ini sudah waktunya,"kata Rohan.
"Yah baiaklah, setidaknya aku bisa meninggalkan rumah ini dengan aman karena sudah tidak kotor lagi."
"Apa maksudmu kotor lagi?."
"Bukan apa-apa, ayo kita pergi."
Aktifitas singkat Selena dan Rohana hari ini.
...
__ADS_1
Tak lama Mereka berburu.
"AAAACK!"
"DEMI TUHAN ROHANA!! AKU AKAN MEMBUNUHMU."
"AKU MINTA MAAF... AKU TIDAK SENGAJA MENYENTUH BATU ITU... AAAACKKK.
"MONSTER MENJAUHLAH... AAACK,"teriak Rohana.
...
"Hahh... Hahh... Sekali ... Hahh ... Sekali lagi kau menyentuh sesuatu secara sembarangan maka... Haaaah... Aku akan mematahkan tanganmu!,"kata Selena.
"HUAAA... Maafkan aku...."
Pada akhirnya Selena dan Rohana berhasil menyelesaikan sebuah kastil kelas E.
[KASTIL BERHASIL DI TAKLUKKAN!]
[HADIAH AKAN DIKIRIM KEPADA DUA KONTRIBUSI]
[SELAMAT UNTUK INDIVIDU SELENA BERNALU DAN ROHANA ANGELA]
[HADIAH AKAN DIKIRIM SETELAH ANDA KELUAR DARI KASTIL.]
"...."
Seperti yang kuduga, sistem Administrator sangat berbeda dengan sistem miliku , batin Selena.
"Sepertinya sudah selesai, Selena ayo kita pulang."
"Ah!, Baiklah ayo kita pulang,"kata Selena.
...
Sesampainya di rumah.
"Kau tahu Selena! Tetangga kita yang waktu itu melahirkan sekarang—."
"Tunggu!."
"Hem? Ada apa?."
"Ada seseorang di dalam rumah!."
"!!!, Tapi kita suda-m...?."
"Diamlah disini aku akan memeriksanya di dalam," kata Selena sambil melepaskan bekapan tanganya di mulut Rohana.
Perasaan aku sudah mengunci pintu dengan benar, apakah itu pencuri? Jika itu benar pencuri maka akan langsung kubunuh di tempat!, batin Selena.
"Aku tidak tahu siapa kau tapi, jika kau berbuat yang aneh-aneh maka akan langsung kupenggal kepalamu sekarang juga," kata Selena yang berjalan masuk kedalam.
Selena yang waspada mengeluarkan pedangnya dari sarung dan mengambil posisi menyerang.
"Baiklah kau tidak memberiku pilih—."
Dengan aura membunuh yang sengaja dia keluarkan Selena bersiap-siap untuk membunuh siapapun yang ada di dalam rumahnya tapi tiba-tiba seseorang muncul dari dalam kamar mandi mengunakan handuk hanya di pinggangnya saja sambil bertelanjang dada dengan rambut yang masih basah memberikan kesan seksi yang mematikan bagi siapapun di tambah wajah yang di lihat Selena lumayan tampan.
"Hem... aku tadi masuk kedalam karena pintunya tidak tertutup dengan baik dan meminjam kamar mandi kalian, aku tidak tahu kalau pemilik rumah usang ini ternyata wanita cantik."
"...."
"Ah!, betapa tidak sopannya aku, Selamat datang Tuan rumah aku izin memakai kamar mandimu yah," kata pria itu tidak tahu malu.
__ADS_1
...Bersambung......