
...
[Mengaktifkan Skil penyembuhan]
BERCAHAYA....
Tubuh Selena seketika mengeluarkan cahaya hijau dan dalam perlahan-lahan luka yang ada di tubuhnya sembuh dengan sendirinya.
"Apa yang terjadi," kata Rohana.
[Konfirmasih]
[Di karenakan level Skil yang masih sangat rendah di perlukan peningkatan level Skil]
[Apakah anda ingin meningkatkan statistik level penyembuhan?]
"..."
[Di mengeti]
Aku bahkan belum mengatakan apapun, dan dia sudah mengkonfirmasih persetujuan benar-benar sistem yang aneh, batin Selena.
[Pemberitahuan!]
[Di perlukan uang untuk menaikan level Skil]
[Meminta persetujuan]
"A—"
[Konfirmasih]
[Persetujuan telah di terima]
[Melakukan proses penaikan level]
CRING...
Cahaya bersinar di depan wajah Selena pada saat itu, menandakan proses penaikan level Skil penyembuhanya sedang berlangsung.
"!!!? Ini sangat aneh, lukanya sudah hampir sembuh semua," kata Rohana yang melihat regenerasi di tubuh Selena.
"Uuungh.... Uhuk... Uuhuk... Untungnya tubuhku tidak merasakan apa-apa sekarang."
"Apa yang anda maksud?."
"Tidak lupakan saja."
[Proses penyembuhan sedang berlangsung di tubuh anda, di perlukan 20 menit untuk memulihkan kemampuan anda, di harapkan untuk menunggu.]
Perlahan-lahan Selena bisa mengerakan jarinya kembali seperti semula dan dia juga sudah mulai merasakan rasa sakit yang ada di tubuhnya. Sial, ternyata rasanya sakit sekali, batin Selena.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi, sepertinya tubuhmu perlahan-lahan mulai sembuah,"kata Rohana.
"Hahhh... AAACK... Tubuhku rasnya sakit sekali... Ingin mati rasanya."
[Lapor!]
[Tubuh anda saat ini sudah sembuh sebanyak 67% di harapakan untuk tetap sabar menunggu pemulihan hingga 100%]
TUM...TUM...
Tiba-tiba lantai kastil berbunyi dan mengeluarkan getaran aneh, seolah-olah ada kaki besar yang sedang berjalan.
"!!!, Tidak.... Dia datang!!!,"kata Rohana ketakutan.
"Siapa?."
"Monster itu... Snifff... Dia datang!!!,"kata Rohana sekali lagi sambil menagis.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?."
"Uungh... Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan." Dengan gemetar Rohana menggenggam erat kedua tanganya dan berdoa supaya ada yang menyelamatkan mereka.
"... Hahh... Nona... Kau tidak akan selamat jika kau hanya berdoa saja," kata Selena yang Bagun dari tempatnya.
"Sistem, analisis."
[Di mengerti]
[Memulai analisis]
"Kau!"
"Y- yah."
"Aku butuh bantuanmu jika kau ingin selamat dari tempat ini."
[Analisis selesai]
[Pergerakan teriadadi 250 meter dari tempat anda berdiri sekarang.]
"Bagus kalau begitu, ... pertama-tama... Namamu Rohana bukan?.".
"Iya, namaku Rohana."
"Apa yang monster itu janjikan kepadamu, sampai kau hampir membuatku terbunuh."
"Itu.... Dia menjanjikan kepadaku kalau, dia akan membebaskan temanku kalau aku berhasil membawa pemburu kelas A-C kehadapanya. Aku tidak punya pilihan lain selain melakukan apa yang dia minta, dia juga membiarkan aku dan temanku hidup jika aku berhasil membawa pemburu kelas S kemari," Kata Rohana berbelit-belit.
"... Baiklah intinya kau terpaksa melakukan ini," kata Selena yang muak mendengar penjelasan panjang Rohana.
Membiarkan hidup pantatku, monster itu bahkan menggantung banyak manusia di ruanganya bagaimana mungkin dia akan membiarkanmu hidup, batin Selena.
"Sepertinya monster ini sedikit... Cerdas, dia bisa berfikir."
Akan menarik nantinya jika aku bisa mendapatkan bagian tubuhnya dan menjadikanya sebagai bahan pertamaku sebagai Chimera nantinya,batin Selena.
"Baiklah kalau begitu sekarang, kau ikuti saja apa yang aku katakan,"kata Selena kepada Rohana.
"Apa yang akan kau lakukan?."
[Konfirmasih]
[Tubuh anda telah pulih sepenuhnya sekarang]
"Kita lihat saja nanti!."
Setelah mengatakan kalimat yang keren Selena dan rohanan bergerak sesuai dengan apa yang mereka sepakati. "Aku akan mengalihkan perhatian monster bajingan itu dan kau lakukan saja apa yang aku minta mengerti!."
__ADS_1
"Aku mengerti,"kata Rohana.
Dengan Skil pengalaman yang dia gunakan Selena berhasil menyusun strategi untuk memburu mangsanya secara akurat kali ini.
"Aku akan membalas perbuatan monster sialan itu kepadaku lihat saja," kata Selena yanv berada di dekat ruangan monster itu berada.
Ruanganya bahkan sudah kembali bersih seperti semula, apakah monster ini memiliki penyakit bersih-bersih, batin Selena.
Meski Selena belum tahu dengan jelas apa yang dia hadapinuya sekarang namun, dia yakin kalau yang ada di dalam ruangan itu adalah monster karena informasih yang dia dapat dari berita dan rohanana menyebutkan kalau itu adalah monster.
"Hhuuh... Baiklah, satu kesalahan kecil saja maka aku akan mati lagi, sistem pandu aku sebaik mungkin."
[Di mengerti]
[Menyiapkan item bom mana]
Sebelum datang legi ketempat itu Selena memesan kepada sistemnya untuk membeli sebuah bom mana yang memiliki daya rusak cukup kuat. "Aku akan pancing monster itu keluar dari sarangnya lagi."
Sambil memasang bom mana di tepi ruangan Selena melihat ke dirinya yang memiliki banyak bercak darah di bajunya, "beraninya monster yang bahkan bentuknya saja belum jelas kulihat membuatku menderita seperti ini, aku akaan balas tujuh kali lipat nanti,"kata Selena yang angat geram.
Dengan dendam yang membara Selena melihat kearah ruangan tempat monster itu berada, "Mari kita lihat bentuk aslimu monster, sistem ledakan bom itu,"kata Selena yang bersembunyi di tempat yang jauh dari
[Dimengerti]
Sesaat kemudia.
BOOMMMMMMM...
Terjadi ledakan yang sangat besar dalam kastil.
BERGETARRRR...
Bagian dalam kastil langsung bergetar hebat dan menguncang semua perabotan yang ada di dalam terutama ruangan yang menjadi pusat utama monster tak terlihat, ruangan itulah yang mendapatkan kerusakan paling parah dari semua bangunan yang lain.
"Kyaaa!!!, Ini sangat mengerikan!!!,"kata Rohana yang bersembunyi di bawah tangga sedangkan Selena dia menikmati situasi ini dengan tawa bahagia.
"Puahahahhaha... Lihat itu monster bangsat!, Sekarang siapa yang menyerang siapa!,"teriak Selena.
GEMETARGEMETR
Setelah ledakan yang menguncang berakhri kini keberadaan di dalam ruangan itu menguncang kastil sekali lagi.
CRACK...CRACK
Lantai kastil yang retak semakin terbuka lebar dan puing-puing kastil berjatuhan tanpa hentinya ke lantai, "Oi! Sistem... Bom macam apa yang kau beli sebenarnya!."
[Jawab]
[Bom mana yang tersisa saat ini di toko pelelangan haya tersisia ini saja]
"... Tidak maukah kau menjelaskan lebih lanjut tentang Bom Mana ini?,"tanya Selena.
[...]
[Lapor!]
[Terjadi kerusakan pada sistem sementara di harapkan untuk menunggu sesaat]
Setelah itu sistem tidak berbicara lagi. "Aku tahu ini akan terjadi, kau hanya melakukan apapun sesukamu, jadi... harga untuk Skil ini,"tanya Selena.
[...]
[Lapor sistem saat ini sedang ada masalah]
[Di mohon untuk menunggu setelah beberapa menit]
"Kau hanya mengalihkan pembicaraan saja!, Hei! Sistem... Berapa banyak uang yang kau-"
GEEERRRRRUARRRR....
Suara menyeramkan terdengar mengaung di dalam kastil, "!, HAHAHAHHAA, TERNYATA BENAR INI SUARA MONSTER!,"teriak Selena.
RUWARRRR...
"Kyaaaa!!!, Ini sangat hebat! Aku ingin tahu seperti apa wujudnya nanti!,"teriak Selena.
[Peringatan!]
[Di harapkan untuk menjauh dari tempat.]
"Khuuuhahahhaha...."
Selena mengabaikan peringatan sistem dan terus menatap kearah ruangan yang perlahan-lahan runtuh dan menampakan sesosok hewan yang sangat menyeramkan.
[Peringatan!!!]
[Monster peringkat 7 telah menunjukan niat permusuhan kepada anda!!!]
Dari yang di baca Selena saat pertama kali dia berenkarnasih di dunia, dia membaca banyak hal tentang beberapa tingkatan monster yang di golongkan oleh manusia. Beberapa monster bahkan di katakan memiliki peringkat yang sangat tinggi dan hanya bisa di tangani oleh kelas S saja karena kekuatanya yang dasyat dan memiliki sifat penghancuran yang besar namun dari 5 tahun terakhir sejak peradapan berubah hanya sekali saja monster dengan peringkat tinggi yang muncul, namun setelah mengetahui kalau Selena bisa memiliki kekuatan monster dan bereksperimen dengan bagian-bagian tubuh monster dia jadi sangat penasaran akan seperti apa wujudnya nanti saat berubah menjadi Chimera nanti meski dia harus mengalami kesulitan yang sangat besar seperti tadi saat dia sekarat dan melihat kehidupan masalalunya.
Saat itu Selena beruntung karena ada Rohana yang menyelamatkannya dan bantuan dari sistem yang melakukan apapun yang dia mau, oleh sebab itu Selena tidak bisa menahan diri lagi kali ini.
[Di harapkan menjauh dari—]
"Tidak mau!, Aku sudah sekarat hanya untuk melihat monster seperti apa ini, jadi jangan halangi aku!,"kata Selena yang tersenyum dengan wajah yang berlumuran dengan darah.
Dengan tatapan ganas Selena terus menatap monster yang muncul itu. Sambil menjilat bibirnya yang berdarah Selena mengambil pisau kecil yang tadi dia curi. "Jika ini berhasil maka aku akan mendapatkan bahan untuk membuat Skil Chimera bekerja."
GEEERRRRR...
Terlihat jelas seekor monster yang menyeramkan dengan mata dan kepalanya mirip menyerupai burung Elang dengan tubuh bagian bawahnya terlihat seperti seekor Anjing dan memiliki ekor panjang seperti cambuk seperti besi baja. "Serius!, Jadi... Aku terkena ekor yang sangat mengerikan itu!,"kata Selena yang melihat tubuh monster tersebut.
[Peringatan!!!]
[Mosnter 'Urung' menunjukan permusuhan yang besar dengan anda!!!]
"PUFFFTTT.... Urung!?, Namanya aneh sekali .... UNGGH... HAHAHHAHA!, namanya lucu sekali!!!, Hahahahaha!,"tawa Selena yang melihat nama penyebutan monster itu.
GRUAAAARRRRRR....
Monster itu menjerit dengan sangat keras, hingga membuat bagunan kastil bergetar lagi. "Pfffttt... Kemarilah monster urung aku akan membantaimu,"kata Selena dengan yang bergerak maju kearah monster tersebut.
BRAK..., BRAK..., BRAK..., BRAK...
Meski langkah kaki Monster itu terlihat berbahaya Selena tetap saja maju kedepan dengan berani. "Ini sangat hebat, tubuh itu aku bisa membayangkan akan jadi seperti apa nantinya aku nantinya,"kata Selena.
GRAAAAUGG...
Monster yang tubuhnya penuh dengan darah karena ledakan yang besar tadi berlari dengan penuh kemarahan kearah Selena sambil mengeluarkan besi panjang runcing dari tubuhnya. "Hoo... Kemampuan yang menarik."
__ADS_1
Hanya dengan sekali ayunan ekor dinding kastil yang terlihat sangat tebal langsung hancur beruntun dan besi yang yang terdapat pada ekornya meruncing kearah Selena.
"...!"
Selena yang melihat hal itu lantas menghindar dengan sigap pada saat ekor besi itu terangkat dan di hempaskan kearahnya.
DUBRAK...
Hempasan ekor monster itu membuat lantai langsung terbelah menjadi dua bagian. Gila... Hanya sekali hempasan saja lantainya sudah hancur, aku tidak menyangka kalau aku masih bisa hidup setelah terkena serangan itu, batin Selena.
Selena bisa melihat kalau monster itu memiliki kemampuan yang berbeda dan pola seranganya terlihat jelas. "Oiii... Monster pemalas!, apa hanya itu saja kemampuanmu!!."teriak Selena.
GGRARRRRR....
Menghilang. Monster itu langsung menghilang dari hadapan Selena. Kemana lagi bajingan itu, batin Selena.
"Sistem!!!, Cari keberadaan monster itu segera!,"kata Selena yang berusaha menghindari serangan takterlihat.
[Dimengerti!]
[Mencari keberadaan!]
[Ditemukan!]
[Menampilkan visual monster saat ini]
Dengan cepat sistem menujukan bentuk keberadaan monster yang sedang mengoyangkan ekornya yang tajam secara berutal kearah Selena lewat tampilan layar.
Saat itulah Selena berjalan cepat kearah monster 'Urung' itu dan dia mengacungkan jari tengahnya. "Monster tidak berguna! Kejar aku kalau bisa," kata Selena yang berlari ke arah koridor yang terpisah dari lokasih mosnter tersebut.
GEEERRRRUAR....BAM... BAM ...BAM
Mosnter yang tidak senang dengan hinaan Selena langsung mengejarnya tanpa henti membuat koridor kastil yang sempit hancur seketika.
"Sekarang tinggal menungg— Uaaaa!!!," Teriak Selena yang terjatuh karena menyandung batu kecil.
"Kenapa harus sekarang aku terja-!!!."
Selena bisa melihat monster Urung itu berlari kearahnya seperti orang gila yang marah, buat puing-puing kastil semakin berjatuhan.
"SELENA!!!,"teriak Rohana yang berdiri di sebuah tangga kastil sambil memegang sebuah pedang aneh di tanganya.
"APA YANG KAU LAKUKAN DISANA!, KENAPA KAU TIDAK MENGIKUTI RENCANAKU!!!,"teriak Selena.
Tugas yang di berikan oleh Selena kepada Rohana iyalah tetap bersembunyi sampai Selena berhasil menemukan kelemahan monster itu dan pada saat Selena berhasil nantinya Rohana akan mengunakan kemampuan badai pasirnya untuk menghalangi penglihatan mosnter itu supaya dia lebih mudah membunuhnya nanti.
"AKU TIDAK DENGAR APA YANG KAU KATAKAN!,"teriak Rohana.
"...!"
Serius apa dia tidak sayang dengan nyawanya,batin Selena.
"Menjauh dari- UAAAAA!."
Belum sempat selena menyelesaikan kalimatnya, monster Urung telah berhasil menarik kaki Selena dengan ekor yang panjang dan membuatnya sekeli lagi menghantam dinding sekali lagi.
MELEMPAR... BRAKBRAKBRAK...
Lagi-lagi tubuh Selena terhempas dengan kuat ke tembok yang keras. "SELENA!!!,"teriak Rohana yang melihat kejadian itu
"AAACK!...."
[PERINGATAN!]
[TUBUH MENGALAMI KERUSAKAN PARAH!]
[PERINGATAN!!!]
[Mengaktifkan Skil penyembuhan level 20]
Dengan bantuan sistem, rasa sakit di tubuh Selena bisa di imbangi dengan penyembuhan yang cepat. "Ugh... Ini sangat menyakitkan,"kata Selena namun!.
"SELENA AWAS!!!,"teriak Rohana sekali lagi saat dia melihat monster itu bergerak dan kecepatan penuh dan mengambil tubuh Selena yang masih terbaring di lantai.
GRUAARRRRRR... MENGAMBIL
Monster itu menjerit dengan sangat keras saat dia mengambil tubuh Selena yang masih dalam pemulihan. Sial, setidaknya tunggu dulu setelah aku sembuh bajingan,"kata Selena.
BAM...BAM...BAM...
Tubuh Selena terhempas lagi ke puing-puing bagunana yang berjatuhan.
[PERINGATAN!!!]
[SKIL PENYEMBUHAN SANGAT DI AKTIFKAN!!!]
Untungnya sistem terus memacu kenerja Skil dengan sangat baik dan juga kemampuan Selena yang dia gunakan untuk memperkecil kerusakan yang didapat saat berbenturan dengan batu-batuan yang ada di dekatnya.
"Uuhuk... CUIH...."
Banyak darah menetes dari mulut Selena lagi.
[MENAIKAN LEVEL PENYEMBUHAN]
[SKIL PENYEMBUHAN LV.80 DIGUNAKAN]
Tubuh penuh luka Selena langsung sembuh dalam hitungan detik namun, luka yang di miliki Selena terlalu parah bahkan bagian dalam tubuhnya sudah sangat rusak parah sehingga penyembuhan singkat akan terasa sangat lama bagi Selena.
"SELENA!."
Rohana yang melihat selena terbaring di lantai dengan sinar peneyembuhan di tubuhnya dia langsung bergegas kesana untuk membantu juga namun dia juga lihat monster Urung mendekat lagi dengan kemarahan yang masih belum mereda. Apa yang harus aku lakukan dia akan mati kalau aku tidak bisa melakukan sesuatu tapi, monster itu... jika monster itu melihatku membantuku maka! Temanku tidak akan kembali,batin Rohana.
Saat ini Rohana di hadapkan dengan pilihan yang sangat sulit, antara menyelamatkan Selena atau menyelamatkan temanya.Aku apa yang harus aku lakukan sekarang Meta, batin Rohana.
Meta adalah nama teman masa kecil Rohana yang ikut masuk ke dalam kastil bersama Rohana namun, karena kecerobohan salah-satu dari anggota kelompok Wild Meta dan yang lainya kecuali Rohana di tarik masuk kedalam ruangan monster Urung berada, Rohana bisa selamat hanya karena keberuntungnya sedang bagus saat itu kemampuan Skil pesonanya aktif di saat yang tepat namun, Skil milik Rohana hanya bisa di gunakan satu kali sehari pertarget dan jika itu monster yang berbeda sepesies dengannya!, Skil itu hanya bisa di gunakan satu kali pertarget dalam jangka waktu seminggu dan untungnya sebelum efek Skil Rohana habis dia bertemu dengan Selena yang kebetulan ada di sana untuk memburu monster juga.
"Hiks... Aku harus bagaimana, dia akan mati jika aku tidak melakukan sesuatu!,"kata Rohana yang menagis.
"Apa yang harus—."
Seperti sebuah sentuhan yang lembut Rohana merasakan ada seseorang yang merangkulnya dari belakangnya.
"Hiks... Metaa...."
Rohana bisa melihat teman baiknya itu tersenyum dengan lembut kearahnya lewat sebuah cahaya yang indah dan pada saat itu dengan air mata yang mengalir Rohana berjalan kearah Selena yang masih berbaring di lantai koridor tanpa menghiraukan monster yang datang kearahnya dengan ganas.
"JANGAN COBA-COBA MENDEKAT!,"teriak Rohana dan kemudian.
__ADS_1
...Bersambung......