
Dengan hati-hati Selena menghindari serangan musuhnya dan membaca pola seranganya. Pertama dari kiri.
Hanya membutuhkan waktu 20 menit bagi Selena untuk membaca serangan yang di atarahkan kepadanya. Awalnya sedikit sulit tapi lama-kelamaan aku jadi terbiasa dengan serangannya. Dari caranya menyerangku sepertinya musuhku masih anak-anak.
[Menaikan Level Skil]
Bunga cahaya bermekaran di sekeliling Selen.
[Skil pengalaman LV.10 di aktifkan]
"Sial apa tidak bisa langsung menaikan menjadi level tinggi!."
[Jawab]
[Level kelas anda saat ini masih terlalu rendah untuk mengunakan semua statistik level anda gunakan saja yang sistem berikan]
"... Kalau aku mati itu bukan salahku,"kata Selena yang kehabisan kata melawan sistemnya.
Selena saat ini hanya bisa mengunakan kemampuan pengalamanya saja untuk menghindari serangan musuh yang tak terlihatnya itu. "Uuungh... Sistem!!! Cepat cari tahu dimana asal serangan ini," teriak Selena.
[Lapor sistem sedang mencari akan mencari tahu keberadaan target.]
[Di temukan!]
[Target berada seratus meter dari jarak anda sekarang.]
"...."
KENAPA TIDAK BILANG DARI TADI!
Dengan cepat Selena mengubah haluan lajunya dan menuju arah yang di katakan sistem. Sambil memegang erat pisau yang dia dapat tadi, Selena mengunakan kesempatan ini untuk memfokuskan seluruh mananya pada pisau untuk memberikan efek yang lebih besar pada seranganya namun, pada saat dia akan melakukan penyerangan sempurna.
"JANGAN!!!,"Teriak Rohana yang muncul di balik pintu. Hal itu lantas membuat Selena mengalihkan pandangannya sejenak dan itu merupakan kesalahan yang sangat fatal baginya.
GEDUBRAKKK...
"AAACKKHACK!!!...."
Seperti ada cambuk besar dan keras yang di hempaskan ketubuh Selena. Dengan kuatnya tubuh Selena melayang membentur dinding- dinding kastil hingga hancur.
BAM...BAM...BAM
Tubuh Selena terpental hingga menembus 3 dinding utama yang paling tebal di kastil itu dan kemudian terjatuh kebawah dengan sangat keras.
DUBRAK
Banyak darah keluar dari mulut Selena yang terjatuh saat itu. Sial... Seharusnya kau membunuh ****** itu dari tadi, batin Selena.
[Peringatan!!!]
[Tubuh anda mendapat luka yang fatal!!!]
[Segera lakukan tindakan penyembuhan!!!]
"Haaahh.... Huuuhhh"
Selena bisa mendengar suara sistem namun, dia tidak bisa mengerakan tubuhnya atauapun lidahnya sedikitpun saat ini. Sial penglihatanku sekarang semakin buram saja, kapan terakhir kali aku mengalami hal seperti ini?, Kalau di ingat-ingat saat aku akan mati, batin Selena.
Selena hanya merasakan darah kental yang ada di mulutnya dan seluruh tubuhnya terasa sangat dingin dan hampa.
[PERINGATAN!!!]
__ADS_1
[Tubuh memasuki tahap bahaya!!!]
[Peringatan terlalu banyak darah yang terbuang!!!]
[Peringatan suhu tubuh menurun!!!]
Ahhh... Sistem ini... Dia selelu cerewet sampai akhir yah!, batain Selena.
[PERINGATAN!!!]
[PERINGATAN!!!]
[PERINGATAN!!!]
Sistem terus memberi peringatan kepada Selena yang perlahan-lahan menutup matanya.
[PERINGATAN!!!]
Sudahlah... Sepertinya ini adalah akhir dari perjalanan hidupku yang singkat. Yah... Walau singkat aku sudah merasakan yang namanya hidup seperti bangsawan, batin Selena.
[PERINGA—]
Setelah itu tidak ada lagi suara yang bisa Selena dengar hanya ada kesunyian yang menemani Selena
...
"Kenapa kau harus terlahir sebagai wanita!, Seharusnya aku melahirkan anak laki-laki dan bukanya wanita ... Sniff...."
Suara ini... Ini terdengar seperti suara ibuku.
"Mulai hari ini kau harus hidup selayaknya pria!, Jangan sampai ada yang tahu kalau kau adalah wanita."
"Dody Alan!!! Putraku yang hebat kau akan menjadi kepala keluarga selanjutnya!."
Dan ini suara Ayahku, bajingan yang membuatku banyak menderita.
Kemudian Selena bisa melihat tempatnya berpijak perlahan-lahan pudar dan seperti sebuah ombak hitam, tubuhnya di hantam namun Selena tidak bisa merasakan sakit ataupun hempasan dari ombak tersebut.
"Uuungh...."
Selen perlahan membuka matanya yang pandanganya sangat buram di tambah dia sama sekali tidak bisa merasakan apapun saat ini, tanganya bahkan tidak bisa di gerakan lagi sesuai keinginannya.
"Hiks.... Maafkan aku ... Maafkan aku... Aku tidak bermaksud untuk melakukan itu... Hiks... Aku... Aku ...."
Apakah aku salah dengar sekarang, kenapa aku bisa mendengar suara wanita sialan itu, batin Selena.
"Hiks... Monster itu... Dia... Dia memaksaku untuk melakukan itu, aku minta maaf... Hiks... Ini semua demi menyelamatkan temanku," kata wanita itu sambil memberikan sihir penyembuhan kepada Selena.
[PERINGATAN!!!]
[Tubuh anda saat ini sedang dalam kondisi berbahaya di harapkan untuk melakukan tindakan penyembuhan]
Selena bisa mendengar suara sistemnya dengan sangat jelas. Sepertinya dunia masih ingin menyiksaku lebih lama. Tubuhku bahkan sudah remuk seperti ini bagamana mungkin aku masih bisa hidup.
[Lapor!]
[Berkata bantuan dari individu Rohana, tubuh anda perlahan-lahan pulih.]
__ADS_1
Jadi dia penyebab aku masih belum mati ruapanya.
" Hiks... Sniff... Aku akan berusaha sebisah mungkin untuk menyembuhkan lukamu aku janji!," Kata Rohana.
"..."
Selen bisa melihat Rohana dan dirinya yang tergeletak di lantai dengan darah yang keluar dari tubuhnya lewat pantulan cermin yang kebetulan ada di atas lagit-lagit kastil.
"Uhukkk..."
Darah segar terus berkeliaran dari mulut Selena setiap kali dia batuk atau menarik nafasnya, mata Selena yang terbuka sedikit membuatnya terlihat sangat menyedihkan.
"Aku mohon bersabarlah!! Snif...."
"Oi!"
Seketika dia mendengar suara lemah Selena yang memangilnya.
"! Anda!!!."
"Hahhh.... Hahhh.... Glupp..., Bisahkah kau lebih cepat lagi menyembuhkan tubuhku?... Aku... Hahh... sangat tidak nyaman dengan semua rasa sakit yang aneh ini," kata Selena.
Meski tubuhnya mati rasa tapi Selena yakin kalau sekarang tubuhnya sedang sangat menderita berat akibat benturan yang terjadi padanya.
"Te- tentu saja! Karena itu... Aku mohon bersabar, aku sedang mengunakan kemampuanku," kata Rohana saat melihat sistemnya.
[Pengunaan skil penyembuahan level 50]
[Pengunaan di batasi karena mana anda yang menurun di harapkan untuk menurunkan jumlah level Skil]
"KENAPA... KENAPA ini tidak mau sembuah!...," kata Rohana yang melihat luka panjang di tubuh Selena.
"Hei!, Akan lebih baik jika kau melakukanya dengan tenang."
"AKU TIDAK BISA TENANG!!!.
"JANGAN SURUH AKU TENANG!, semua aku yang membuatmu terluka seperti ini... Aku minta maaf...," Kata Rohana yang terus menagis.
Anak ini... Akan lebih baik baginya jika dia membiarkan aku mati saja dan pergi menyelamatkan temanya, jika aku jadi dia, aku tidak akan mau repot-repot untuk menyembuhkan tubuhnya dan akan langsung lari saja.
[Lapor!!!]
[Tubuh bagian dalam anda perlahan-lahan mulai pulih di harapkan untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut]
Sistem ini... Apakah dia tidak bisa membantu untuk menyembuhkanku dari pada memberikan laporan seperti ini, batin Selena.
[Di sarankan anda supaya anda membeli Skil penyembuhan untuk membantu memulihkan tubuh anda]
"Kalau begitu—"
[Konfirmasih]
[Membeli skli penyembuhan]
... Tidak usah bertanya jika ujungnya kau melakukan apa yang kau mau sistem sialan, batin Selena.
...Bersambung......
__ADS_1