
...
"Tuan rumah akhirnya datang, cih! Kemana saja kalian selama ini?,"kata sekarang pria yang masih bertelanjang dada di hadapan Selena. Selena bisa melihat seorang pria dengan rambut putih basah, bemata berwarna biru dan memiliki paras yang sangat tampan.
"...!"
"Selena ada apa?, aku dengar ada suara berisik tadi jadi aku masuk saja ke..., Hah?? siapa itu?,"tanya Rohana.
"Bukan siapa-siapa jadi Rohana, keluarlah akan ada pertumpahan darah disini,"kata Selena yang memegang pedangnya.
"Wow Nona... Kau sangat kejam! Aku sakit hati mendengar ucapanku."
"... Lupakan Rohana aku akan membunuhnya sekarang." Dengan cepat Selena sudah ada di hadapan pria tersebut dan akan menebasnya namun.
"Kau tidak sabaran Nona." Dengan berbisik pria itu menahan serangan Selena.
TRANG....
Sebuah tembok berlapis hijau terbentuk di sekitar pria itu.
"Tidak buruk, tapi aku akan tetap menghajarmu...."
Sekali lagi Selena mengangkat pedangnya namun pria itu mundur kebelakang dan sebelum Selena menyerang lagi sistem memberi laporan kepada Selena.
[Lapor!]
[Sistem telah mekonfirmasi kalau individu yang ada di hadapan anda tidaklah berbahaya.]
Tidak berbahaya?, Semua pria yang bertelanjang dada di depan wanita secara sembarangan itu adalah pria berbahaya, batin Selena.
"..., Tampilkan."
[Dimengerti!]
[Menampilkan data individu]
[Menampilkan data yang di ringkas:
Nama : Vinny Aster.
Usia : 23 Tahun.
Kelas yang di dapat saat ini : B.
Skill yang di miliki saat ini :
(Pelindung LV.70),(Tembok Baja LV 40)
(Pemulihan LV.30),(karisma LV.70)
Kemampuan bawaan :
(Kekuatan LV.60),(Daya Hidup LV.70),(Kelincahan LV.40),(Kecerdasan LV.64),(Adaptasi LV.75),(Mana LV.50),(Mental LV.50)]
[Sesuai arahan tidak ada ringkasan.]
"...."
Selena yang melihat pemberitahuan dari sistemnya menghentikan gerakannya dan memandang pria yang menatapnya itu.
"Apakah anda tidak akan menyerang saya lagi?."
"Ummm, Selena sebaiknya kita hentikan saja dulu, aku pikir dia mungkin memiliki sesuatu untuk dikatakan," kata Rohana yang berjalan maju kedepan.
".... Baiklah, mari kita lihat apa yang akan dia katakan." Sambil menurunkan senjatanya Selena terus melihat pria itu dengan kesal.
"Ummm... Jadi, sebenarnya siapa kau ini tuan?,"tanya Rohana.
"Aku Aster pangil saja seperti itu, kau juga bisa memanggilku Vinny jika kau mau."
__ADS_1
"A- kenapa kau bisa ada di rumah kami?, dan bagaimana kau bisa masuk bahkan mandi seperti ini?."
"Galak sekali... nona jika kau marah terus seperti itu para pria akan menjauh darimu!."
"Aku tidak butuh pria yang menjadi beban untuku,"kata Selena dengan tegas.
"... Kau benar-benar keras nona."
"Tutup mulutmu dan pergilah sekarang, selama aku masih berbicara baik-baik."
"Hah... Kau sangat... Tidak punya hati Nona!, Apakah kau tega membiarkan aku keluar dalam keadaan seperti ini!, Sungguh tidak punya hati."
"Baiklah, Rohana aku pikir tidak ada gunanaya berbicara dengan bajingan mesum ini, menyingkirlah supaya aku bisa memotong mulutnya yang berisik itu!."
"T- TUNGGU DULU NONA!!."
"Sudah terlambat, mati dan membusuklah dineraka." Sekali lagi pedang Odin diarahkan ke arah Aster yang masih belum merespon serangan Selena yang cepat.
"!!!"
CRAKCRAKKK...DUBRAKKK
Seketika lantai tempat mereka berpijak retak dan keluarlah sesosok monster berukuran sedang di hadapan mereka.
GRAAAAANG
Jeritan monster yang memekakkan telinga terdengar diseluruh kota buangan yang di basahi gerimis.
"AAACK... Rumahku!!!,"teriak Selena.
Selena bisa melihat rumahnya yang kecil dan lusuh hancur berkeping-keping di buat monster itu.
[Peringatan!]
[Monster kelas F telah muncul di daerah anda]
[...]
"Jangan diam saja, katakan sesuatu!!".
[Monster Ayak!, Adalah monster level F yang sering di jumpai di dalam labirin.]
"Sekarang apakah kau marah padaku sehingga memberikan penjelasan yang sangat singkat itu!,"kata Selena kesal.
[Monster Ayak sangat lemah, orang biasa pun bisa membunuh monster ini jika mereka mau]
"Sekarang kau bahkan menghinaku."
[Sistem tidak mengerti apa yang anda maksud]
"Jangan berboh-."
"SELENA AWAS!!!."
GEDUBRAKKK...
Bagunan rumah yang rapuh mulai runtuh sesaat monster itu mengibaskan sayapnya yang besar.
"SIALAN... AKU BARU MEMPERBAIKI ITU MINGGU LALU!,"teriak Selena.
Mereka bisa melihat puing-puing bagunan mereka berterbangan kemana-mana, semua barang yang ada di rumah menjadi berantakan dan basah terkena air hujan. "AKAN KUBUNUH KAU MONSTER SIALAN!."
"Selena tenanglah, kita tidak boleh gegabah!"
Dengan penuh kemarahan Selena menghampiri monster itu, dengan pedangnya yang tajam, dia mulai melompat dari puing-puing yang rusak menuju monster yang masih berusaha untuk terbang. Tanpa ampun dia menebas sayap monster itu. Sebelum monster Ayak mengetahui keberadaanya hingga membuat monster malang itu meringis kesakitan dan menabrakkan tubuhnya kebangunan yang lain.
"Kau monster yang sangat aktif rupany- Uuungh... JANGAN BERGERAK-GERAK!."
SLASHH...KTRAK...
__ADS_1
Selena langsung menancapkan pedang hitamnya ke kepala monster itu hingga darahnya menciprat ke wajah Selena. "Uung... darah keparat sialan ini...."
SSTAB....SSTAB...SSTAB...
Selena terus menancapkan pedangnya kekepala monster yang sudah tidak bernyawa lagi tanpa henti.
[Lapor]
[Monster telah mati]
Aku tahu itu tapi aku sedang sangat kesal sekarang, aku masih belum puas kalau kepala keparat ini belum terpotong seutuhnya, batin Selena.
[Berhenti membuang-buang waktu dan makan beberapa bagian tubuh monster untuk mengisi slot kosong pada Skil Chimera anda.]
"Kau sangat cerewet."
...
"Apakah dia memang sekuat itu!, bagaimana bisa dia membunuh monster yang kelas C saja akan sulit untuk tangani,"kata Aster yang tercengang melihat pemandangan di depannya.
"... Akan lebih baik jika kau meminta maaf kepadanya setelah ini. Kau tahu, setengah tahun yang lalu ada seseorang yang kencing sembarangan di tembok rumah kami tepat didepan mata Selana dan kau tahu apa yang terjadi kepada orang itu selanjutnya!."
"Apa... Apa yang terjadi selanjutnya?,"tanya Aster penasaran.
Dengan wajah serius Rohana melihat Aster sambil memegang sebuah kayu kecil ditangannya. "Dia menendang pria itu ketanah dan langsung memotong alat kelamin pria itu tanpa ampun! Setelah itu dia menginjak-injaknya batang yang patah itu hingga hancur berkeping-keping telat di depan mata pemilik batang itu!,"kata Rohana yang memperaktekkan adegan itu.
"... GLUPP."
Sambil memegang batang yang ada di dalam celananya Aster melihat kearah Selena yang masih melihat monster itu dengan wajah penasaran dan semenit kemudian Aster menyaksikan secara langsung saat Selena mengambil sesuatu dari dalam dada monster itu dan memakannya mentah-mentah.
Melihat hal itu Aster langsung menutup adiknya dengan kedua tanganya dan melihat kembali kearah Selena yang masih memakan beberapa bagian tubuh monster itu. Apakah aku menganggu orang yang salah, apa yang akan terjadi selanjutnya pada kita adikku, batin Aster.
"GLUPP... IYACK... Mau berapa kalipun aku mencoba tetap saja memakan bagian tubuh monster itu sangat menjijikan,"kata Selena yang membersihkan mulutnya.
[Bagian tubuh monster terbaru telah didapat]
[Apakah anda ingin melihatnya?]
"Perlihatkan."
[Dimengerti]
SRAKK...STAKK...SRAKK
Buku sistem terbuka kembali menampilkan banyak slot kosong dan berisi.
[Menampilkan Slot Skil Chimera]
TRAP...TAPTAPTAPTAPTAP...
[MENAMPILKAN SLOT VERSI SINGKAT ]
[Hanya menampilkan Slot yang terisi saja]
[1. Mata Monster 'Urung' dan bagian lainnya.]
[2. Sayap Monster 'Gluos' dan bagian lainnya.]
[3. Cakar monster 'Fluru' dan bagian lainnya.]
[4. Gigi taring Ular 'Unma' dan bagian lainnya.]
[5. Organ monster 'Moas' dan bagian lainnya.]
[6. Hati monster 'Ayaka' dan bagian lainnya.]
Hem... ... Sepertinya selama setengah tahun ini aku hanya mendapat sedikit bahan saja, ... Mulai besok aku akan bekerja keras lagi untuk mendapatkan lebih banyak lagi tubuh monster tingkat tinggi.
...Bersambung......
__ADS_1