
....
Sial, aku tidak mau memakannya!, Tapi jika aku tidak memaknya maka aku tidak akan bisa mengunakan Skil Chimeraku... Bagaimana ini, batin Selena.
[Peringatan! waktu yang tersisa tinggal 2 menit lagi.]
"Uuungh... Baiklah-baiklah aku akan lakukan!". Dengan perlahan tapi pasti Selena mengambil bola mata dari kepala monster itu yang seukuran dengan mengigit bagian pupil matanya dengan susah payah karena sangat keras.
"GLUPP..."
Dengan susah payah pula dia menelan bagian yang dia makan itu. Ini sangat menjijikan, jangan sampai aku mati lagi karen tersedak.
"Apa yang kau lakukan... Sniff,"kata Rohana yang muncul di belakang Selena.
"Tidak perlu tahu dan... Jangan katakan apapun lagi atau membahas ini di masa depan mengerti,"kata Selena yang jiwanya seperti melayang.
[PEMBERITAHUAN]
[Menampilkan Skil Chimera]
[Skil Chimera LV.1]
[Menampilkan Slot Skil]
Kemudian Selena bisa melihat sangat banyak kotak slot yang kosong di layarnya. Sial... Hanya untuk satu Skil Chimera saja slotnya banyak sekali,batin Selan.
[Menambahkan Bola mata monster URUNG kedalam slot kosong]
[Anda saat ini memiliki total 1 slot yang terisi]
[Di harapkan untuk mengisi seluruh bagian slot yang kosong]
[Untuk penjelasan lebih lanjut sistem akan meringkas semua data yang ada lalu memberikanya kepada anda mengenai efek samping Skil dan kegunaan Skil.]
Setelah itu sistem berhenti berbicara di kepala selana dan memulai proses meringkas informasih.
"Aku...."
"Hei!... Apakah kau baik-baik saja?,"tanya Rohana.
"Aku baik-baik saja, tidak perlu di pikirkan dan... Aku ingin tahu bagaimana kau bisa mendapat pedang ini," kata Selena sambil menujukan pedang hitam di tanganya kepada Rohana.
"Itu... Aku melihatnya di ruangan yang ada di bawah tangga terletak begitu saja, aku pikir itu akan membantuku tapi... Aku sama sekali tidak bisa membukanya,"kata Rohana.
"Kalau begitu apakah tidak ada sistem yang-"
PIPPPPIPIPPPPPIPPP...
Tiba-tiba alaram berbunyi dengan sangat keras di dalam kastil. "Apa yang terjadi?."
"Ah! Ini alaram yang biasanya di gunakan saat ada yang berhasil menyelesaikan kastil!,"kata Rohana dengan senyum lebar.
__ADS_1
"Ini gawat, aku harus pergi dari tempat ini sekarang juga!!!."
Dengan panik Selena mengambil satu lagi bagian tubuh monster itu dan langsung memaknya di hadapan Rohana dan Selena juga tidak sempat mengancam Rohana.
"Ingat ini Rohana!, Jika kau memberitahu seseorang informasih tentangku maka aku akan memakanmu,"kata Selena yang berlari duluan menuju pintu kastil.
"B- baiklah.”
[Peringatan!]
[Sekarang sedang ada banyak orang yang menunggu di depan pintu kastil diharapkan untuk berhati-hati dalam melangkah keluar.]
Sial, aku sangat tidak suka jadi pusat perhatian.
Sebagai seorang pembunuh Dody Alan sangat benci menjadi pusat perhatian namun, dia senang menikmati reaksi orang-orang yang mencari-cari keberadaanya dan menciptakan banyak kekacawan di berbagai tempat.
"Untungnya Demian tidak pulang hari ini jadi aku akan aman saja sampai 5 hari kedepan."
Dengan percaya diri Selena berlari melewati sebuah cela yang entah bagaimana ada disana. Aku yakin kalau ini terbentuk akibat ledakan keras itu. Dengan darah yang masih menempel di tubuhnya Selena berhasil melewati beberapa celah sempit dan akan sampai di ujung namun, seketika tubuhnya menyangkut.
"AAACK... Kenapa harus sekarang!,"kata Selena yang panik , dengan susah payah Selena berusaha untuk mengelurakan dirinya.
"Apa yang kau lakukan di lubang yang sangat sempit itu Nona,"kata seorang pria yang melihat kearah Selena.
"Hah!?."
Selena bisa melihat siapa yang ada di hadapanya itu. Dia salah pria yang memotong rambut Selena, pria tampan dengan lesung pipi yang manis. Entah mengapa yang pertama kalinya Selena ingat dari pria itu adalah wajahnya.
"Emmm... Maaf menganggu tapi... Bisahkah kau menolongku!,"kata Selena malu.
Tanpa bertanya pria itu langsung membantu Selena keluar dari cela sempit itu.
"Apa yang anda lakukan di kastil ini Nona?, Bukanya sudah ada larangan yang mengatakan kalau tidak ada yang boleh masuk kedalam kastil tadi malam!?."
"Hah! AHahahha... Tolong jangan beritahu pada siapapun Soal ini tuan aku moh- AAACK... Tariklah perlahan!."
"Maaf aku masih belajar mengunakan kekuatanku jadi."
"AAACK... Tarik perlahan bajingan!."
"Tunggu sebentar jangan bergerak-ge-."
"Boss apa yang kau lakukan disi- ohhh... Aku sangat tidak sopan maafkan aku boss nikmati malammu!!!" Teriak pria itu.
"... Maaf, karena aku terjadi salah paham antara kau dan pacarmu,"kata Selena.
"Dia bukan pacarku aku masih sangat sehat sebagai pria,"kata pria itu yang langsung menarik Selena keluar dari celah sempit itu namun karena ada batu yang menganggu, tubuhnya dan tubuh Selena jatuh dalam posisi yang akan membuat siapa saja salah paham dan kemudia.
"AHAHAH... Bos bukanya aku ingin menganggumu tapi aku kebetulan membawa pengaman apakah kau mau memakai- ...."
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan,"kata Selena.
__ADS_1
"Ahahaha... Tidak perlu malu, aku benar-benar bodoh karena menggangu kemesraan kalian berdua... Kalau begitu silahkan lanjutkan dan aku akan letakan ini disini,"kata pria sambil meletakan sebuah ****** di tanah.
"..., Bisahkah aku membunuh pria itu?, Tidak bisahkah dia melihat kalau tubuhku saat ini sedang berantakan,"kata Selena dengan kesal.
"Tidak perlu dipikirkan Nona,"kata pria itu.
[Menampilkan data yang di ringkas:
Nama : Angelo Devarda.
Usia : 21Tahun.
Kelas yang di dapat saat ini : A
Skill yang di miliki saat ini :
(Pemotong Segalanya LV.100)
Kemampuan bawaan :
(Kekuatan LV.60),(Daya Hidup LV.50),(Kelincahan LV.40),(Kecerdasan LV.70),(Adaptasi LV.31),(Mana LV.70),(Mental LV.67)]
[Perlukah menampilkan-]
"Tidak perlu... Aku sudah muak,"kata Selena yang melihat pria yang ada di hadapanya itu dengan tatapan iri.
"?, Apa maksudmu?."
"Tidak ..., Bukan apa-apa aku hanya merasa kalau dunia ini tidak adil.
"Sepertinya ada masalah di otakmu Nona."
Selena dan Angelo langsung memperbaiki posisi mereka seperti tidak terjadi apa-apa. "Jadi, apa yang kau lakukan disini Nona?, Pemerintah kota sudah mengatakan kalau tidak boleh ada yang masuk kedalam tempat ini, jadi kenapa kau bisa ada di sini Nona,"kata Angelo Serama mungkin.
"..., Untuk apa kau tahu soal itu, aku ada disini karena aku mau lagi pula ini bukan tanah pemerintah jadi jangan asal menanyaiku seperti itu,"protes Selena.
"Aku hanya-."
"Aku tidak tahu aku ingin pulang sekarang!."
".... Baiklah, kalau begitu aku akan mengangap kalau hari ini aku tidak melihat apa-apa."
"Benarkah!?."
"Tentu."
Mendengar jawaban Angelo, Selena tidak punya pilihan lain selain perapikan pakaiannya dan berjalan pergi. "Hei!, Namaku Angelo kalau kau?."
"Selena...., dan aku punya hutang kepadamu Angelo,"kata Selena.
Setelah mengatakan itu Selena berlari dengan cepat menuju tempat tinggalnya namun, dia tidak tahu apa yang sedang menunggunya disana.
__ADS_1
...Bersambung......