
....
Selena terus memandangi pedang hitam itu dengan tidak yakin, padahal Rohana yang ada di belakangnya sudah hampir kehabisan tenaga karena mengunakan terlalu banyak Mananya.
"Uungh... Aku sudah mencapai batasku!,"kata Rohana.
GURARRR....
Monster yang kesadarannya perlahan-lahan kembli menjadi gelisah dan meraung untuk melepaskan efek dari Skil Pengoda milik Rohana.
"Uuungh.... SELENA... AKU SUDAH TIDAK KUAT LAGI MENAHAN MONSTER INI!,"teriak Rohana namun.
...
"... Ini tidak mungkin!!!,"kata Selena terkejut.
[Pedang ODIN mengenali anda sebagai pemiliknya!]
[Pedang ODIN mengukir nama SELENA di sisi bialnya!]
[Pedang ODIN pedang kelas S telah menjadi milik anda!]
[Lapor!]
[Hari ini adalah hari keberuntungan anda!]
[Anda berhasil mendapatkan item super langka yang hanya ada 1 di dunia!]
[Anda adalah orang pertama yang memiliki pedang kelas S di dunia!]
"...!"
Selena hanya biasa terdiam dengan mulut yang mengangak saat sistemnya melaporkan informasi yang luar biasa itu. Aku... Mendapatkan item super langka! Dan yang lebih parahnya lagi, aku adalah orang pertama yang memiliki ini, batin Selena.
Selena tidak pernah menyangka kalau dia akan mendapatkan pedang yang merupakan item super langka yang hanya ada 1 di dunia. Dan dia adalah pemilik pertama dari item itu, awalnya dia hanya akan mengunakan pedang yang terlihat sangat tua itu untuk memberikan serangan singkat saja karena dia mengira kalau pedang itu akan patah nantinya namun, setelah membuka sarung pedang itu dia terkejut karena bilah besi pedang itu masih sangat cerah dan terlihat sangat tajam jika disentu di tambah lagi sistem yang mengatakan kalau pedang itu ternyata adalah pedang kelas S.
"Ha- hahahahha... Aku tidak pernah menyangka kalau ini akan terjadi,"kata Selena yang berkeringat dingin.
Bilah pedang itu langsung mengeluarkan aura gelap saat ada di tangan Selena dan mengarahkan dirinya kearah monster yang sedang meriaung itu. "Kau ingin memenggal monster itu?, Baiklah kalau begitu mari kita lakukan apa," kata Selena, disini lain.
"Uungh... Aku sudah tidak tahan lagi!, Selena cepat menjauh dari-."
"HEI!, CACING KECIL! DATANGLAH KEMARI...."
Selena berteriak dengan sangat keras hingga monster tersebut dapat mendengarnya.
[Lapor!]
[Sistem berhasil mengidentifikasi kelemahan pada monster Urung.]
[Kelemahan monster Urung ada pada tengkuk lehernya, disarankan supaya anda menyerang dengan teliti di karenakan kulit monster Urung yang kuat dan bersisik dapat menyebabkan-]
"Iya-iya aku paham sekarang," kata Selena yang mengambil posisi bertarung. Dia melihat kearah monster itu dengan tangan kiri memegang sarung pedang dan tangan kanannya bersiap-siap untuk menarik bila pedang.
GRARRUARRRR...
Monster itu akhirnya berhasil melepaskan pengaruh Skil Rohana pada dirinya dan Kemabali berlari kearah Selena yang menatapnya dengan serius.
"ROHANA!!, BISAKAH KAU MENGUNAKAN SKILMU LAGI PADA MONSTER INI?,"teriak selana.
Selena bisa melihat kalau Rohana sedang bersusah payah untuk bernafas saat monster itu berlari kearahnya namun, dia tidak punya pilihan lain selain memaksa Rohana untuk bekerja ekstra hari ini.
"AKU BISA, TAPI HANYA BISA 1 MENIT SAJA!,"teriak Rohana.
"BAGUS KALAU BEGITU GUNAKAN SKIL MU ITU SETELAH ABA-ABAKU MENGERTI!."
"AKU MENGERTI!."
Aku harus bisa membatu lagi kali ini... Aku pasti bisa pertama aku akan-
[Di harapakan untuk mengunakan badai pasir untuk memperlambat laju monster!]
__ADS_1
"Apa kau yakin?."
[Ini adalah cara paling efektif untuk menumbangkan monster yang memiliki sensitivikasi yang berlebihan.]
Sistem Roshan terus memberikan saran kepadanya supaya tingkat keberhasilan mereka lebih tinggi lagi. "Terimah kasih aku akan lakukan apa yang kau sarankan."
Setelah mendapat bimbingan dari sistemnya Roshan mengeluarkan semua kemampuan Yang ada pada dirinya untuk mendukung Selena.
[Peringatan!]
[Monster menunjukan permusuhan yang besar kepadamu]
"Aku tahu itu jadi berhenti mengangguku untuk sementara."
[....]
[Dimengerti]
Akhirnya diam juga, huh... Sangat sulit untuk konsentrasi kalau dia selalu menganguku, batin Selena.
GRUARRRRRR...
Monster datang kearahnya dengan kecepatan penuhnya dan mengunakan kemampuan kamulafenya untuk menghilang namun.
WUUSSS...
Angin kencang disertai pasir menghalangi monster itu sekali lagi, membuat tubuhnya terbentuk dengan jelas karena pasir yang berterbangan dan menghalagi matanya yang tajam untuk melihat kearah Selena.
"Aktifkan Skil Pengoda!."
[Dimengerti]
[Mengaktifkan Skil Pengoda level 10]
"KERJA BAGUS ROAHAN."
[LAPOR!]
[Skil Pengalaman di aktifkan.]
"Haaah.... Huhhh."
Selena menutup matanya dan merasakan kalau waktu seolah-olah melambat dan langkah kaki dari monster Urung terdengar sangat lambat dan jelas di telinganya. Kemudia tanganya perlahan memegang pedang hitam di tanganya dan membuka matanya lagi sambil menatap monster yang terlihat sangat lambat baginya sekarang.
[Skil penyembuhan sangat di aktifkan!]
Dengan Skil penyembuhan yang mendukungnya Selena tubuhnya tampak segar dan penuh energi untuk melakukan serangannya.
BRAK...BRAK...BRAK
Selena bisa merasakan langkah kaki besar monster itu dengan sangat jelas di telinganya.
GRUARRRRRRRR...
".... Mati dan membusuklah di neraka monster sialan." Selena berlari di tangga menuju monster yang ada di bawanya. Dengan kuat Selena menarik pedangnya yang tajam dan melompat dari tangga yang tinggi kearah tengkuk leher monster yang masih kesulitan untuk melepaskan diri dari Skil milik Rohana.
BERCAHAYA...
Pedang hitam yang merespon keinginan kuat Selena mengeluarkan cahaya dan aura yang menyeramkan dari bilahnya. Aura yang sangat mengerikan! Apakah memang seperti inikah kekuatan pedang kelas S, batin Selena.
DUGDUG...DUGDUG...DUGDUG...
Jantung Selena berdetak dengan sangat cepat karena setelah sekian lama dia akhirnya menikmati rasanya pertarungan sekali lagi setelah dia menjadi pemimpin klan di keluarganya.
"KUAHAHHAA..., AKU SANGAT SENANG BISA BERHADAPAN DENGAMU MONSTER!."
SLASSH...
__ADS_1
Tanganya yang kecil namun kuat mengerakan Pedang hitam di tanganya yang pada akhirnya memotong leher monster dengan sangat rapi tanpa ada kesalahan sedikitpun.
SRINGGG...
Pedang berhasil memenggal kepala monster Urung.
...
BRAK...
Tubuh monster yang besar terjatuh dan terkapar di lantai dengan darah yang membasahi seluru lantai kastil. Selena yang mendarat dengan aman di dekat monster tidak bisa menghindari cipratan darah yang membasahi seluruh tubuhnya.
"...."
"Kyaaa... Ini bau sekali,"teriak Roshan.
Sial, sekarang bagaimana aku pulang jika tubuhku penuh dengan darah begini, batin selana.
[SELAMAT PEMENANG!]
Tiba-tiba suara sistem lain terdengar di seluruh penjuru kastil.
[KALIAN ADALAH PEMENAG YANG BERHASIL MENAKLUKAN KASTIL DALAM WAKTU 5 JAM, 45 MENIT, DAN 12 DETIK.]
[HADIAH AKAN DIBERIKAN KEPADA KALIAN BERDUA SETELAH KELUAR DARI KASTIL]
[SEMUA ITEM DAN KOIN HADIAH YANG ADA DI DALAM KASTIL AKAN MENAJADI MILIK KALIAN BERDUA SESUAI KONTRIBUSI MASING-MASING.]
"Tu- tunggu..., Apakah hanya kami yang hidup?,"tanya Rohana.
[SEMUANYA ITEM YANG ADA DI DALAM KASTIL AKAN DI KIRIMKAN BERSERTA HADIAH KALIAN MELALUI SISTEM YANG BERTUGAS]
"HEI!!!, APAKAH KAU MENDENGARKU,"teriak Roshan.
"..., Sistem! Apa maksudnya ini?,"kata Selena yang mengabaikan Rohana yang protes kepada sistem.
[Jawab]
[Administrator Kastil telah mengkonfirmasih kalau anda dan Individu Rohana telah berhasil menyelesaikan tantangan kelas D kastil level 11 dan memeberikan seluruh hadiah kepada anda dan Individu Rohana.]
Kastil rupanya punya level dan kelas juga yah.
[Sistem akan mengelola semua hadiah yang anda peroleh dari kastil secara otomatis.]
"Hem... Kalau begitu sekarang... apakah aku boleh melihat monster itu?,"kata Selana yang melihat tubuh monster yang sudah mati.
Tanpa takut Selena mendekat kearah monster Urung yang masih mengeluarkan banyak darah berwarna hijau dan merah.
[Di harapakan untuk mengambil bagian inti dari tubuh monster untuk membuat tubuh Chimera anda namntinya]
"Yang mana?"
[Anda bodoh, anda hanya perlu mengambil bagian mana saja dari monster tersebut dan langsung memaknya sedikit saja di tempat.]
"Hah!???, Apakah aku harus memakannya mentah-mentah?."
[Benar.]
[Anda harus memakan monster tersebut 5 menit setelah monster itu mati jika tidak maka Skil Chimera tidak akan bisa mengelola bagian yang sudah busuk.]
"Kau mengatakan kalau aku... Memakan mentah-mentah bagian yang aku tidak tahu ada racunnya atau tidak?."
[Berhenti protes dan makan saja!]
Kata sistem dengan dingin.
"A-...."
Selena sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kemudian dia melihat daging merah yang terlihat sangat menjijikan di hadapanya itu, kemudian ingatanya tentang kerang muncul lagi membuatnya menelan ludah dengan susah payah dan bulu kuduk yang berdiri semua.
...Bersambung......
__ADS_1