
"Kau pikir siapa dirimu?, Sepertinya kau berada di kelas yang lebih rendah dariku makanya aku sangat mudah menarikmu seperti ini," ejek wanita itu.
"Hahahah.... Sayang jangan menariknya terlalu keras dia bisa mati kalau kau menarik semua rambutnya.
"Lihat temanya sampai terdiam disana hahahaha...."
"Benar aku sedang gabut sekarang jadi aku rasa aku ingin memukuli seseorang."
Sambil melihat Rohana yang gemetar wanita itu semakin menikmati perbuatanya tanpa tahu kalau Rohana sebenarnya gemetar bukan karena ketakutan dengan mereka. Dari pandanganya saja Rohana melihat kearah Selena yang urat di kepanya terlihat jelas dan wajah yang di penuhi amarah. Ini gawat anak-anak ini dalam bahaya sekarang jangan sampai Selena.
"Selena tengalah jangan sampai ma- AAACKKK...." Rohana berteriak keras saat rambutnya semakin ditarik oleh remaja itu.
"Hei!, Siapa yang menyuruhmu untuk berbicara ******!, Kau tidak boleh berbicara tanpa seizin—"
GEDEBUK...
Tinju Selena melayang langsung ke wajah remaja wanita itu dengan sangat kuat yang membuatnya tersungkur ke belakang dan refelks melepaskan tanganya dari rambut Rohana.
Remaja pria yang melihat perbuatan Selena langsung marah dan menyerang Selena dengan kemarahan yang besar.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA—"
GEDEBUK...BAM...BAM...
Sayangnya sebelum dia berhasil memukul Selena dia sudah mendapat pukulan kuat dari tinju Selena. "Dasar anak-anak sialan!, Kalian pikir kalain sudah sangat hebat hanya karena kalian berada di kelas C sialan itu?."
Dengan penih amarah Selena memukuli kedua remaja itu tanpa ampun, tak segan Selena mencelupkan kedua wajah mereka ke lumpur yang tergenang. Ini gawat, Selena... kau bisa di tangkap karena memukul seorang anggota serikat nanti!.
"Selena! Hentikan, mereka mereka masih anak-anak jadi lepaskan mere—"
"Kau diam saja di sana dan lihat aku menyiksa mereka," kata Selena dengan wajah menyeramkan.
".... Oh, baiklah aku mengerti."
Rohana hanya bisa melihat kedua remaja malang itu menderita tanpa bisa menyerang Selena yang dengan brutalnya memukuli mereka berdua. Ah... Aku minta maaf tapi semoga kalian bisa bertahan, batin Rohana.
...
Dan pada akhirnya satu jam berlalu dan kedua remaja itu sudah sangat babak belur, bibir mereka koyak, rahang mereka patah, tubuh dan wajah di penuhi dengan lumpur dan darah, mata mereka bengkak dan mereka juga terlihat sudah kehilangan kesadarannya.
"Fyuhh... Ini sangat melegakan..., Sudah lama aku tidak memukuli wajah seseorang seperti ini," kata Selena yang melihat darah di tanganya.
".... Mereka hampir mati."
"Jangan khwatir, aku tidak menyerang mereka di area fatal jadi, mereka akan baik-baik saja tapi, aku tidak bisa jamin kalau mereka tidak cacat di masa depan."
"Hahh...."
__ADS_1
Kalian sungguh sial hari ini nak.
Rohana merasa ibah dengan kedua remaja itu namun dia juga tidak bisa menegur Selena yang menghajar mereka sampai babak belur.
***
Uuungh....mengingat itu saja sudah membuatku gemetar ketakutan dan sekarang aku malah mendengar hal yang lebih mengejutkan lagi! Selena kau membuatku takut dengan cara yang aneh.
"Lalu Selena! apa yang akan kita lakukan denganya." Rohana menunjuk kearah Aster yang masih diam memandang Selena sejak tadi.
"Bukannya aku sudah katakan kepadamu kalau biarkan saja dia pergi, aku tidak tertarik untuk marah hari ini. Lebih baik kita cari tempat untuk tinggal saja dulu."
"Ah!, baiklah aku akan siapakan semua yang kita perlu—"
"Tidak perlu, yang ada semua kain yang kau kumpulkan hanya akan menjadi sangat kotor saja," kata Selena yang berjalan menuju puing-puing bagunan dan melihat sebuah lemari yang rusak akibat tertimpa atap bagunan untungnya semua baju yang ada di dalam masih aman karena Selena membuat palastik besar yang menutupi kain tersebut. Untung saja aku sudah mempersiapkan ini sejak lama, aku tidak menyangka kalau monster lemah itu akan muncul di rumahku tapi untunglah semua pakaian aman.
"Rohana! kau kemarilah sebentar, tolong ambilkan tas yang ada di bawah besi itu."
"Baiklah aku akan ambilkan. Hei!, akan lebih baik kalau kau langsung pergi saja sekarang sebelum di berubah pikiran dan menghajarmu nanti."
"Apakah aku boleh pergi!, aku takut kalau aku pergi dia akan memotong adikku dan memakannya." Sekali lagi Aster menutup adik kecilnya dan masih was-was dengan Selena yang terlihat masih sangat sibuk dengan pekerjaannya.
"Apa kau tidak akan pergi?,"tanya Selena.
"Ah!, aku akan pergi tapi... Apa kau yakin kau akan memaafkan aku?."
"... Kalau kau memaksa aku bisa membunuhmu sekarang juga, bagaimana menurutmu?."
Dengan cepat Aster belari meninggalkan rumah rubuh Selena dan Rohana. "Jadi... dimana kita akan tinggal sekarang?,"tanya Rohana.
"Aku tidak tahu yang penting kita pergi saja dulu dari sini."
"Hem... Terserah kau saja."
***
Dua Minggu pasca hancurnya rumah Selena tiba-tiba muncul sebuah pemberitahuan mendadak dari sistem.
[Pemberitahuan!]
[Kepada individu Selena Bernalu]
[Diharapkan untuk segera memasuki Red Castle sekarang juga]
"Hah?"
Apa-apaan pemberitahuan sepagi ini?. Selena langsung melihat jam tanganya yang masih menunjukan pukul 04:00 pagi. Kemudian dia melihat ke arah Rohana yang masih tertidur di kasurnya dengan lelap.
__ADS_1
"Apa hanya aku yang mendapat misi?."
[Khusu untuk anda hari ini, sistem akan memberikan tugas khusus yang harus anda kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.]
"...."
[Hadiah dari misi ini sangat besar jika anda bisa menyelesaikannya dalam waktu singkat dan memecahkan rekor terbaru maka kemungkinan kelas anda akan naik menjadi kelas yang lebih tinggi dari kelas F.]
"Hah! KENAPA KAU BARU BILANG SEKARANG!." Selena langsung bergegas bangun dari tempatnya dan bersiap-siap menuju Red Castle yang di maksud sistem. Tak lupa juga dia menulis notes kecil kepada Rohana supaya dia tidak khawatir nantinya.
"Sial kenaikan kelas aku datang....."
[Posisi Red Castil berada di pusat kota Paris]
...
Kemudian.
"Hah!, Apa-apaan ini?."
Sesampainya di Red Castle Selena malah terpesona dengan ke indahan tampilan luarnya yang begitu menakjubkan. Ini terlihat seperti istana kerajaan barat dulu!, ini sangat hebat, aku yakin di dalam pasti lebih hebat lagi.
[Lapor]
[Sistem siap melakukan analisi tempat]
"Bagus, apakah kita sudah bisa masuk sekarang?.
[Di harapkan untuk menunggu sementara sampai jumlah seluruh angota undangan datang.]
"Hah? Anggota undangan?."
[Benar semua pemburu yang di datang kemari adalah hasil undangan acak sistem]
"KENAPA KAU TIDAK BILANG SEJAK TADI!!!"
[Jawab]
[Di karenakan anda yang sibuk berlari ke lokasih kastil anda tidak memberikan waktu sistem untuk memberikan penjelasan.]
"Hah!. ITU HANYA ALASANMU SAJ—"
"Permisi apakah kau sudah lama ada di sini?."
"...."
Selena melihat seorang pria yang sangat familiar di hadapanya sekarang. "KAU!"
__ADS_1
"Ah!, ternyata aku benar itu anda hahahha...." Pria yang ada di hadapan Selena saat ini adalah Aster yang juga mendapat undangan dari Administrator kastil.
...Bersambung......