
Setelah memastikan kalau monster yang dia bunuh tidak hidup kembali Selena mendatangi Rohana yang terlihat sedang berbicara kepada pria itu. "Oi Rohana sepertinya kita harus pindah dari sini,"kata Selena.
"Ah!, Ba- baiklah aku akan pergi juga mencari beberapa pakaian yang masih bisa kita kenalan."
"Tidak perlu, kita akan beli baju baru saja untukmu, sekalian kita akan cari tempat tinggal baru didekat sini."
"... Gaps... Ini berbahaya!!!."
"Apa maksudmu!?,"tanya Aster.
"Selena itu orang yang sangat pelit dalam mengeluarkan uang jadi... Melihat dia akan mengeluarkan uang bertanda kalau dia akan membunuh seseorang sekarang!!."
"La- lalu bagaimana ini!."
"Mampus aku tidak mau membantumu."
"Hei... Kau harus membantuku, aku tidak mau mati sendirian."
"Ini semua salamu jadi aku tidak tanggung jawab,"kata Rohana.
"Apa!, Ini bukan kesalahanku seutuhnya lihat disana, ada monster yang juga ikut serta,"kata Aster membela diri.
"Tapi ini semua tidak akan terjadi jika kau tidak muncul."
"..."
"Sedang bicara apa kalian?."
"AAACK..."Teriak Rohana dan Aster.
"Hem?."
Selena yang penasaran dengan percakapan mereka berdua menatap Rohana dengan dalam dan Aater yang juga gekisa hanya bisa terdiam melihat situasi yang sangat buruk ini.
"Sepertinya kalian tidak mau berbicara jadi..., Rohana ayo kita pergi saja dari sini kita cari tempat baru."
"Tapi Selena, bagaimana dnegan rumahnya dan orang ini," tunjuk Rohana.
"... Biarkan saja, lagi pula aku sedang tidak mood untuk memukuli seseorang sekarang."
__ADS_1
CETARRR...
Selena sedang tidak mood memukuli orang sekarang!..., batin Rohana.
Rohana sangat terkejut mendengar perkataan Selena, yang dia tahu Selena adalah orang yang memukul dan membunuh seseorang jika dia terganggu bahkan masalah kecil pun bisa di perbesar jika dia benar-benar sedang marah tapi, kali ini dia mendengar sesuatu yang mungkin tidak akan pernah dia dengar lagi, dan pada saat yang bersamaan Rohana mengigat kembali saat kejadian 5 bulan yang lalu saat dia dan Selena masih baru memutuskan untuk tinggal bersama.
Saat itu ada dua orang remaja yang sedang berjalan-jalan di kota buangan, mereka terlihat seperti pasangan yang di mabuk asmara, pakaian yang mereka kenakan terlihat mahal dan mungkin hanya di miliki oleh orang-orang kaya atau pemburu kelas C ke atas namun, mereka tidak akan pernah menyadari kalau hari itu mungkin akan menjadi hari paling buruk bagi mereka saat datang ke kota pembuangan.
"Tempat ini sangat menjijikan! Bagaimana mungkin ada yang bisa hidup di tempat yang becek dan kotor ini," kata seorang wanita yang melihat kota dengan jijik.
"Yah, mau bagaimanapun kita di tugaskan untuk memantau tempat ini, aku dengar dari atasan kita kalau ada aktifitas berbahaya di tempat ini," kata seorang pria yang mengenakan topi hitam kepada teman wanitanya.
Sambil bergandengan tangan mereka menelusuri kota pembuangan dengan pandangan menjijikan setiap kali mereka melihat orang-orang yang tinggal di kota itu. "Aku tidak mengerti kenapa harus kita yang mengawasi tempat ini, bahkan tidak ada tanda-tanda aktifitas bahaya disini."
"..., Kita lihat saja dulu, siapa tahukan kalau ada monster atau orang jahat yang muncul nanti disini!, Kita bisa menjadi orang yang menyelamatkan tempat ini dan mendapat penghargaan dari ketua serikat."
"Kau sangat benar sayang... Aku jadi semakin mencintaimu," kata wanita itu sambil mencium bibir pasanganya di depan umum.
...
"..., Cih anak zaman sekarang sangat tidak tahu etika di depan umum yah, mereka melakukan hal tabu di jalanan."
"Meski begitu setidaknya mereka harusnya memiliki rasa malu dan segan kepada orang yang melihat mereka, sungguh menjengkelkan melihat hal seperti ini di depan umum."
"Kau seperti tidak tahu anak muda saja Selena, lupakan soal itu kita pulang saja dan makan ma-."
"Hei kalian yang ada disana!,"pangil remaja yang masih memeluk kekasihnya itu.
"..."
Sepertinya benar-benar tidak ada etika lagi didunia ini, batin Selana.
"Apa yang kalian lihat?, Sejak tadi kalian sepertinya sedang membicarakan kami, apa kau punya masalah dengan kami,"
"..., Tidak ada masalah anak muda, kami pergi dulu," kata Selena yang mengabaikan dua pasangan itu.
"Anak muda!, Hei... Kau pikir siapa kau berbicara tidak sopan kepada kelas C sepertiku."
"Sayang... Jangan mencari ribut seperti itu."
__ADS_1
"Tapi mereka membuatku jengkel dengan berbisik di belakang kita dan tidak memberi hormat kepada kita."
Seperti yang di ketahui, hirarki kelas kadang membuat seseorang lupa akan siapa diri mereka, melakukan apapun yang mereka inginkan hanya karena kelas mereka lebih tinggi dari kelas seseorang, melakukan penganiayaan dengan alasan sepele dan ironisnya tidak ada yang berniat mengubah kebiasaan baru itu sekarang.
".... Akan lebih baik bagi kalian jika langsung pergi dari hadapanku sekarang, jika kalian masih ingin hidup," kata Selena yang menahan dirinya untuk menghajar remaja yang ada di depannya itu.
"Hah! Hei-."
"Maaf tapi kami harus pergi sekarang, maafkan kami karena tidak tahu kalau kalian ini adalah kelas C," kata Rohana sesopan mungkin.
"...."
Wanita yang mendengar tanggapan Rohana menunjukan wajah ketidak sukaan kepada Rohana yang sedang berbicara kepada kekasihnya, dan membuat dia kesal akan kecantikan yang dimiliki Rohana dan Selena yang ada di depan mereka saat ini. Dia semakin mengencangkan pelukan di tangan kekasihnya itu dan bertanya tentang kelas yang dimiliki Rohana dan Selena sebelum mereka pergi.
"Tunggu!, Sebelum kalian pergi beritahu aku kalain ini berada di kelas apa?."
"Bocah kau tidak perlu tahu soal-,"
"Aku tidak berbicara kepadamu!, Jadi jangan mengganggu pertanyaanku," kata wanita itu dengan wajah cuek.
"..."
Haruskah aku membunuhnya.
"!!!, Aah, Soal itu aku tidak bisa beritahu jadi kami akan pergi duluan saja, "kata Rohana yang mendorong Selena untuk pergi menjauh dari dua remaja yang semakin kurang ajar itu.
"Hei, Rohana seingatku aku hanya membahas hal sepele denganmu tapi kenapa anak-anak itu langsung membuatku jengkel saja," kata Selena yang kesal.
"Sudah-sudah kita tidak perlu bahas mereka lagi-"
"Tidak sopan."
Remaja wanita itu langsung menarik rambut Rohana dengan santainya dan membuat belanjaan yang ada di tangan Rohana terjatuh terkena lumpur. "KALIAN BAJINGAN KECIL!!!."
"Apa, apa... Kau ingin melawanku!, Kebetulan aku sedang bosan sekarang karena mengelilingi tempat kotor ini,"tantang wanita itu pada Selena.
"SE- Selena jangan marah tenanglah... Ini bukan apa-apa untu- AACK...."
Tarikan di rambut di kepala Selena semakin kuat yang membuatnya meringis kesakitan.
__ADS_1
...Bersambung........