
"Fyuhhh... Akhirnya kita sampai di kediamanku,"kata Rohana.
Jadi ini rumahnya, ini terlihat seperti daerah kumuh saja, batin Selena.
Saat ini Selena berada di rumah Rohana tampak besar namun dalamnya begitu berantakan dan banyak perabotan rusak dimana-mana serta atap yang bocor membuat tempat itu menjijikan bagi Selena. Zaman dulu saja tidak hidup seperti ini kurasa.
"Aku tinggal di daerah buangan jadi tampilannya memang kumuh seperti ini, aku harap kau nyaman disini."
GEEERRR...
Meski Selena ingin membalas ucapan Rohana namun, dia sadar kalau saat ini dia hanya bisa mengeram saja. Haisss... Aku hanya perlu menunggu beberapa hari lagi sampai aku kembali ketubuh normalku, batin Selena.
"Kalau disini kau akan aman saja karena sangat jarang ada pemburu kelas tinggi disini jadi tidak akan ada yang memburumu kecuali mereka yang kurang kerjaan saja."
Yah, aku pikir juga begitu, di saat kau bisa hidup bahagia di pusat dengan zona aman mana sudih mereka tinggal di tempat yang lembap dan becek seperti ini, batin Selena.
Saat datang ke tempat ini, Selena melihat banyak lumpur dan perumahan yang kumuh dimana-mana serta bagunan yang hancur berantakan.
"Kau pasti bertanya-tanya kenapa disini banyak bagunana yang hancur bukan!, Yah disini sering muncul monster jadi banyak bagunan berantakan kami bahkan terkadang sangat kesulitan mencari makanan di sekitar sini.
"Terkadang beberapa orang akan pergi ke kota untuk membeli makanan yang layak disana, hanya orang susah seperti aku dan orang yang kuat saja yang bisa bertahan hidup disini," kata Rohana dengan wajah sedih.
"..."
"Ah!, Ngomong-ngomong apakah kau sudah melihat apa saja yang kau dapat dari kastil itu?, Kalau aku sangat senang karena mendapatkan banyak koin emas sehingga aku bisa menukarnya menjadi uang yang sangat... Banyak.
"Ah. Jangan khwatir aku tidak mengatakan apapun soal kau yang mengalahkan monster itu kepada siapapun."
Dia banyak sekali bicara, batin Selena.
Selena terus mendengar banyak ocehan dari Rohana tentang kehidupannya setelah menaklukan kastil hitam. "Pemimpin dari Serikat Wild menawarkan aku untuk masuk kedalam serikatnya namun aku menolaknya itu karena aku tidak ingin di kekang oleh orang lain."
Selena hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan dari Rohana, dia menganggap Rohana itu aneh Karna melewatkan kesempatan yang sangat bagus.
[Pemberitahuan]
[Hadiah dari kerja keras anda dalam menaklukan kastil telah dikirimkan, silahkan periksa sendiri]
"...."
[Membuka kotak hadiah]
Selena bisa melihat banyak sekali koin yang ada di hadapanya itu bahkan ada banyak item bertumpuk seperti gunung, namun ada sesuatu yang menarik perhatian Selena yaitu sebuah baju hitam terbuka dan rok panjang berada dalam satu paket yang lengkap.
[Lapor!]
[Jumlah koin yang anda miliki saat ini adalah]
[1.666.890 koin.]
__ADS_1
Aku tidak tahu berapa jumlahnya ini namun, jika diuangkan aku yakin akan sangat banyak sekali, tapi... Kenapa jumlahnya sangat banyak seperti ini?, batin Selena.
[Dikarenakan hanya ada dua kontribusi yang menaklukan kastil, jadi sistem administrator membagi semua keuntungan hanya kepada dua individu saja.]
Jadi begitu, aku sangat beruntung saat itu, batin Selena.
GRERRRRURARTR...
[Di mengerti!]
[Menampilkan item]
Selena menyuruh sistemnya untuk menampilkan baju yang menarik perhatian Selena. Baju itu sangat sederhana sangat cocok dengan Selena yang namun, tampak terbuka. Aku suka baju ini apa fungsinya, jika itu item pasti akan ada gunanaya bukan.
[Item kelas A, dapat meningkatkan Mana]
Meski penasaran dengan item itu Selena tetap sabar menunggu sampai hari ketujuh datang.
...
"Jadi... Hari ini tubuhmu akan kembali seperti sediakala," kata Rohana yang membersihkan kuku kaki Selena.
Sekarang Rihana bahkan terlihat sangat santai saat melihat Selena dalam bentuk Chimeranya dia bahkan tidak segan untuk membersihkan tubuh selena yang kotor.
Selama beberapa hari Selena bersama Rohana dia menyadari kalau Rohana itu sangat bodoh dan tidak terlalu peka terhadap situasi sehingg membut Selena kasihan kepadanya dan memutuskan untuk melindungi Rohana untuk kedepannya.
Jika aku biarkan dia sendiri seperti ini maka dia akan mati, lagi pula tidak ada larangan yang mengatakan kalau kelas F di larang merawat kelas E. Kami hanya beda satu tingkat saja jadi tidak masalah, batin Selena.
Selena memiliki pandangan baru sebagai manusia sekarang dia yang dulunya membunuh manusia dengan mudah sekarang menganggap nyawa satu manusia sangat berharga seperti Rohana yang polos dan terlihat sepeti anjing liar yang membutuhkan perlindungan. Aku harap aku tidak menyesali tindakanku ini, batin Selena.
[Lapor!]
[Efek samping dari Skil Chimera telah berkahir tubuh anda akan kembali dalam 1 menit.]
Satu menit itu terasa sangat lama, batin Selena.
Selena sudah sangat tidak sabar dengan item yang ingin dia pakai dia sudah risih berada di tubuh monsternya dan mengiginkan pakaian manusia sekarang.
[Waktu 1 menit telah berkahir!]
BERSINAR...
"HAH!?, apa yang terjadi?,"kata Rohana.
Tubuh Selena bersinar cerah, kaki dan tubuhnya yang menyerupai monster perlahan-lahan kembali seperti semua menampilkan betul wanita cantik tanpa busana.
"Ak-."
__ADS_1
Rohana yang melihat perubahan itu langsung tersipu malu dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
[Lapor!]
[Anda telah kembali kebentuk semula anda.]
"Hahh... Ini sangat bagus karena aku bisa menghirup udara segar lagi dengan benar,"kata Selena.
Selena sangat senang melihat tubuhnya yang kembali kebentuk normal, indranya juga kembali normal seperti manusia, saat dia menjadi monster dia sangat kesal Karena dia sangat sensitif dan pendengarannya yang tajam memebuatnya tidak bisa tidur bahkan yang lebih parah dia hampir memakan Rohana yang tertidur di dekatnya, untungnya sistem cukup kuat untuk menyadarkan Selena lewat setruman listrik di tubuhnya.
GROORRR...
Suara perut Selena terdengar sangat liar meminta makan.
"Aku sangat lapar bisahkah kau mberiku makanan!?,"kata Selena yang melihat Rohana.
"A- akua akan berikan tapi... Tolong pakai baju dulu akan bahaya kalau ada yang melihatmu seperti itu,"kata Rohana dengan wajah tersipu.
"..., Benar juga, sistem berikan aku item itu."
[Di mengerti]
Dengan cepat satu pasang pakaian hitam ada di depan mata Selena. Sulit di percaya kalau hanya satu set pakaian ini ternyata merupakan item kelas A, batin Selena.
Tanpa pikir panjang Selena memaki pakaian yang hanya menutupi bagian dadanya saja dan rok hitam panjang yang untuk menutupi bagian bawahnya.
"Hemm... Akan lebih bagus lagi jika aku memakai anting itu, sistem."
[Dimengerti]
[Mengeluarkan item kelas C ]
[Anting Dewi hujan]
[Kemampuan]
[Dapat meningkatkan Mana saat berada di kondisi cuaca Hujan atau Gerimis.]
[Anting Dewi hujan juga dapat di gunakan sebagai penyimpanan Mana untuk sementara.]
"Yap. Ini sangat bagus dengan tempatku sekarang," kata Selena yang memaki anting.
"Itu sangat cocok denganmu Selena, sekarang ayo kemari kita makan bersama," kata Rohana dengan ceria.
"Yah, mari kita makan bersama."
Dengan suasana hati yang bagus Selena berjalan menuju Rohana yang sedang menyiapkan makan di atas meja tanpa sadar kalau masalah yang lebih besar akan menunggu mereka di masa depan.
...Bersambung......
__ADS_1