Sistem Sang Chimera

Sistem Sang Chimera
Episode 18. Melarikan Diri 2


__ADS_3

Meski mengetahui ada efek samping dalam skilnya Selena tidak punya pilihan lain selain mengunkanya karena itu adalah satu-atu ya cara baginya untuk keluar dari kamar yang di beri penghalang oleh Demian.


Cik!, Bajingan kecil itu bernainya dia mengurungku, aku Dody Alan aku akan membuatmu membayar penggunaan ini.


"Aktifkan Skil Chimera!."


[Dimengerti!]


[Mengaktifkan Skil Chimera tahap 1]


BERSINAR...


Setelah sistem mengkonfirmasih pengaktifan Skil, Selena bisa melihat kalau tubuhnya perlahan-lahan berubah bentuk.


[Porsi tubuh yang bisa di gunakan saat ini hanya seperempat bentuk asli monster namun kekuatan yang dimiliki tetap 50% dari kekuatan asli monster]


[Jika ingin kekuatan bertambah di sarankan menambahkan bentuk monster lain kedalam slot dan melakukan pengabungan.]


"Kau mengatakan hal yang bahkan belum bisa aku lakukan, jadi intinya untuk saat ini aku hanya bisa mengubah tubuhku seperempat saja tapi kekuatan yang aku miliki tetap seperti yang di jelaskan oleh sistem dulu."


[Benar]


KRAK...KRAK...KRAK


Tubuh Selena langsung mengalami perubahan yang menakjubkan, tanganya bermutasi menjadi seperti tangan mosnter yang dia lihat tapi lebih kecil, tubuhnya juga mulai berubah seperti tubuh anjing dan pada saat yang sama dia melihat kearah kaca yang ada di kamarnya kalau wajahnya perlahan-lahan berubah menjadi seperti bentuk burung dan matanya seperti mata ular dan akhirnya.


[Transformasi Chimera berhasil di lakukan!]


"Lihatlah Demian, sekarang aku menjadi monster sepeti yang kau inginkan."


PIIIPPPPIPIIIIPPPP...


Alaram yang menandakan kemunculan monster berbunyi sangat keras di area gedung menyebabkan kepanikan bagi semua penghuni yang ada di area itu.


"AAAAAACK... MONSTER MUNCUL!!!."


"LARI SEMUANYA MENJAUH DARI TEMPAT INI!!."


Teriakan semua orang terdengar sangat jelas pada pagi itu padahal matahari bahkan belum muncul. "BAGAIMANA BISA ADA MONSTER YENG MUNCUL DI ZONA AMAN!!!?."


"PANGIL PEMBURU SEKARANG!!!?."


"KYAAAA!..., MONSTER!!!,"teriak seorang wanita yang melihat monster berukuran sedang muncul dari salah satu jendela kamar penghuni gedung yang menjadi tempat tinggal para pemburu.


".... Apakah seperti ini monster saat melihat manusia,"kata Selena.


Pandangan mata Selena berubah secara derastis matanya melihat manusia dengan cara yang sangat berbeda, instingnya menjadi sangat tajam dan penciumannya sangat tajam dia bisa mencium banyak aroma sedap di sekitarnya terutama saat ada manusia yang lewat di pandanganya.


"Kenapa semua warna yang aku lihat berwarna hijau dan kuning, sedangkan yang warna merah seperti titik yang bergerak ini pastilah manusia."


[Jawab]


[Skil Chimera yang anda gunakan telah merubah struktur tubuh anda menjadi monster sepenuhnya.]

__ADS_1


[Penglihatan dan Indra anda juga menjadi berbeda sesuai bentuk chimera yang anda pakai namun, semua ini akan kembli seperti semula saat Skil di matikan.]


"Ini bagus juga, ternyata bukan meniru bentuknya saja namun, sekarang aku benar-benar menjadi monster sungguhan!," kata Selena yang senang.


Dengan kondisi tubuh yang berubah, Selena saat ini merasakan seperti apa pandangan monster terhadap manusia, bahkan dia bisa mendengar suara banyak manusia dari jarak yang sangat jauh dengan jelas.


"Kyaaa... Monster!!!."


"Panggil pemburu sekarang juga!!!."


"Evakuasi semua orang!!!."


"KAK SELENA!!!."


"Hem?, Sepertinya yang terakhir itu terdengar sangat berbahaya!."


Pintu terbuka dengan paksa dan menampilkan seorang pria yang berkeringat karena berlari dengan terburu-buru, itu adalah Demian yang datang dengan wajah panik.


"KAK SELENA!,"teriak Demian sesaat dia memasuki kediamanya dan langsung menuju kamar kakaknya namun pada saat dia membuka pintu kamar yang dia lihat bukanlah saudarinya melainkan monster menyeramkan di ambang jendela.


"AAC-."


Dengan refleks Demian mengeluarkan Skil apinya di dengan kekuatan penuh menuju monster itu.


TERBAKAR...


Api besar menyebut dan kearah monster itu dan membakar seluruh perabotan yang ada di kamar. "AAACK... Bocah ini sudah gila!!! dia ingin membunuhku!,"teriak Selena.


Untungnya Selena bisa mengindari serangan mematikan dari Demian yang merupakan kelas S dan sepena bisa melihat betapa mengerikanya kekuatan kelas S itu tembok yang hanya hancur sedikit sekarang semakin hancur dan runtuh setengah kebawah.


Demian mendengar monster itu menjerit kearahnya karena terkena panas dari apinya.


"DIMANA SAUDARIKU!!,"teriak Demian dengan mata penuh kemarahan.


"BAJINGAN!, AKU DISINI SIALAN!."


[Lapor]


[Karena Skil Chimera yang sedang anda gunakan saat ini, manusia tidak akan bisa mengerti apa yang anda ucapkan kecuali mereka yang memiliki jenis spesies yang sama seperti anda.]


Kata sistem memperingati Selena. "Kenapa kau baru bilang sekarang!."


[Anda tidak bertanya]


GRUARRRR...


AAAACK... Bagaimana sekarang!!! Bajingan itu akan brusaha untuk membunuhku jika begini terus!, batin Selena.


GRUAAARRRRR...


Dalam pendengaran manusia Selena yang sedang berbicara saat ini terdengar seperti sedang melakukan intimidasi kepada lawan yang ada di depannya. Sial, aku harus pergi dari tempat ini sekarang juga sebelum bocah ini membakarku hidup-hidup.


Pada saat yang sama Selena mengambil pedang hitam yang ada di lantai dengan ekornya yang panjang dan bergerak keluar jendela yang sangat tinggi, instingnya sebagai monster memaksanya untuk keluar dari jendela yang berada di lantai paling tinggi di gedung itu.

__ADS_1


Gaaaahh... Aku akan mati kalau melompat dari tempat ini.


Meski enggan turun dari sana, tapi tubuh Selena terus beranjak keluar dari jendela kamar untuk mengindari Demian yang mengeluarkan aura menyeramkan saat menatapnya.


"KEMBALIKAN KAKAKKU!,"teriak Demian dengan air mata yang jatuh dari matanya yang tampak lelah.


GRUAARRRR...


AKU KAKAKMU IDIOT..., batin Selena berteriak.


Demian yang marah mengunakan Skil ular api dengan level 50 untuk menangkap monster itu dan nantinya akan di musnakan olehnya.


MELOMPAT


Selena tidak punya pilihan lain selain melompat dari dari jendela karena ingstinga untuk bertahan hidup memberikan peringatan keras. Kenapa aku harus bersusah payah seperti ini, batin Selena.


"AAACK!... MONSTERNYA TURUN KE BAWAH!,"teriak orang-oramg yang menyaksikan kejadian itu.


GRUAAARRRR...


MENYINGKIR KALIAN MANUSIA-MANUSIA BODOH!, batin Selena.


BRUK...


Untungnya Selena berhasil mendarat dengan aman di tanah. Syukurlah aku baik-baik saja.


Selen bersyukur karena dia bisa selamat dari serangan mematiak Demian namun, dia juga tahu kalau ini belum berakhir dia yakin kalau Demian akan turun juga ke bawah dan tidak akan melepaskannya.


"SISTEM BAGAIMANA CARA MENGUNAKAN KEMAMAMPUAN KAMUFLASE MONSTER INI,"kata Selena panik.


Selena semakin panik saat dia merasakan kalau keberadaan Demian semakin dekat kearahnya.


[Jawab]


[Untuk mengaktifkan kemampuan bawaan dari monster di butuhkan kehendak dari dalam diri anda sendiri.]


"AAACK... Baiklah aku mengerti."


Tanpa pikir panjang Selena langsung membayangkan tubuhnya mengulang apa yang dia lihat di kastil padi tadi.


MENGHILANG...


Untungnya keberuntungn masih berpihak kepada Selena hari ini, tubuhnya menghilang dari pandangan orang-orang yang ada di lokasi kejadian. Selena yang tidak melewatkan kesempatan itu langsung berlari menjauh dari kerumunan manusia namun, dia mengalami sedikit kendala karena mobil-mobil pemburu berbondong-bindong datang menuju tempat kediamannya.


AAACK.... Kemana aku harus pergi sekarang!, batin Selena.


[Lapor!]


[Disarankan untuk sementara anda bersembunyi saja di gorong-gorong got untuk mengindari pemburu.]


"Kau benar!."


Dengan cepat Selena menuju Got yang kebetulan saja ada didekatnya. Uungh... Untung saja tidak ada yang melihatku sekarang, batina Selena.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2