Sistem Sang Chimera

Sistem Sang Chimera
Episode 26. Teman Baru 6


__ADS_3

...***...


"Wuaww ... Ini sangat berbeda dengan kastil yang aku masuki yang ini lebih mewah dari kastil yang lain." Aster sangat takjub melihat semua hiasan yang ada di dinding kastil.


"Akan lebih baik jika kau fokus pada apa yang akan terjadi dari pada pernak-pernik tidak jelas ini,"kata Selena.


"Cih, aku hanya berpendapat saja."


"Pendapatmu sangat bodoh."


"...."


Bisakah aku memukul wanita ini.


"Kalau kau mau memukulku lakukan saja, jarang-jarangkan kau bisa melakukanya."


"Gaaps... Bagaimana bisa kau tahu apa yang aku pikirkan!?."


"Jadi benar kau mau memukulku."


"TIDAK!, aku bersumpah aku tidak ada niat untuk melakukan it—"


"Anak muda bisakah kau tenang sedikit?, Kalian sejak tadi sangat berisik," kata Mervis.


"... Urusi saja urusan anda jangan ikut campur dalam perbincangan orang lain."


"Wahh... Anak muda zaman sekarang mulut mereka sangat maju dalam berbicara. Aku sangat terkejut mendengar ucapannya, sekaligus kagum dengan keberanianmu.


"Hei, bisakah aku tahu siapa namamu gadis muda?."


"Cari saja si buku telepon siapa tahu kau menemukanya."


"...., Menarik. Aku suka wanita yang berani sepertimu dan juga...."


Mervis melihat Selena dari atas kepala hingga ujung kakinya dengan seksama. "Kau punya porsi tubuh yang bagus, sangat jarang bisa menemukan yang bentuk tubuhnya sangat ideal dengan sepertimu ini."


"FAC—"


"Kau jangan menanggapinya, kau akan dalam masalah besar jika menyinggung orang itu."


"... Aku tidak perduli memangnya siapa dia berani mengatakan hal menjijikan seperti itu."


"Sussstt .... Jangan berbicara keras, dia itu adalah ketua organisasi Tumsa! Mereka sangat terkenal di kota ini."

__ADS_1


"Lalu?, Apakah aku harus sopan kepadanya? Dia bahkan bukan pemimpin serikat kenapa aku harus takut dengan yang seperti itu."


"Hahhh... Kau ini sangat tidak di peringati. Intinya lebih baik jangan berurusan dengan mereka," Kata Aster.


"...."


Tumsa yah, kalau tidak salah itu atinya kegelapan, ini sangat mencurigakan!, Lebih baik aku tidak banyak berinteraksi dengan mereka, batin Selena.


....


STAP...STAP...STAP


Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan besar seperti aula yang di dalamnya terdapat banyak sekali patung dan pintu seperti lorong gelap. Oh... Ini menarik! Kira-kira minster atau musuh seperti apa yang akan kami hadapi?.


Namun sebelum mereka semua melangkah lebih jauh tiba-tiba muncul hologram berbentuk anak kecil dengan rambut putih dan mata yang berwarna merah. Anak kecil itu memiliki wajah tanpa ekspresi saat dia melihat semua peserta. Ada total 50 peserta undangan yang datang dengan masing-masing pasangan mereka. Kemudian anak kecil itu mulai berbicara setelah selesai mengidentifikasi tamu undangan dengan suara yang mirip seperti GPS dalam versi anak-anak.


[Selamat datang di Red Castle.]


[Saya adalah pemandu yang akan membimbing para pemburu ketempatnya masing-masing, yang telah di pilih oleh sistem sesuai dengan kemampuan perindividu.]


Ternyata ada juga sistem yang seperti ini yah?. Tubuh mereka bahkan terlihat seperti manusia.


[Hanya ada dua pilihan di Red Castle, selesaikan misi untuk membuka pintu keluar atau, gagal dan tinggal di dalam kastil.]


"Apa yang kau pikirkan?,"tanya Aster.


"Bukan apa-apa, hanya saja aku.... Sedikit terganggu dengan peraturan itu."


"Hem? Memangnya apa yang salah? Bukanya ini malah bagus kalau tujuan kita jadi lebih jelas, bagiku ini tidak terlihat sulit karena kita hanya perlu menyelesaikan misi saja itu mudah kan?,"kata Aster dengan wajah berseri.


"...."


Aku yakin jika ini di Medan perang maka... Dari semua orang kaulah yang akan mati paling awal. Sangat bodoh dia bahkan tidak memiliki kecurigaan sedikitpun. Dia terlihat seperti Rohana sekarang di mataku, batin Selena.


"Apa itu?, Kenapa kau melihatku dengan tatapan kasihan seperti itu?."


"Tidak, bukan apa-apa hanya saja aku kasihan denganmu, kau masih sangat polos rupanya."


"Hah! Polos apany—."


****PIPPPPPPPPPP****


Tiba-tiba alaram yang memekakkan telinga terdengar di penjuru kastil.

__ADS_1


BRAK...BRAK...TRANG...DUBRAK...


Dinding dan lantai kastil mulai bergetar hebat. Puing-puing bagunan mulai berjatuhan ke bawah.


[Mulai sekarang, kalian akan mendapat seleksi tahap satu.]


[Dari 50 orang dan 25 Tim, hanya akan di ambil 10 Orang yang cukup layak meneruskan Misi sampai babak selanjutnya.]


[Semoga 10 orang yang layak selalu di berkati oleh Dewi keberuntungan.]


"APA! BAGAIMANA MUNGKIN! HANYA 10 ORANG?!" Orang-orang mulai berteriak panik di tegah guncangan kastil. "Ini... Aku tidak mengira kalau akan ada seleksi lagi?,"kata Aster panik.


"Seperti yang aku duga, ini tidak akan berjalan mudah."


CRAK...CRAK...CRAK...


Retakan-retakan mulai muncul di lantai, semua barang-barang yang terlihat mewah di dinding kastil langsung berubh bentuk menjadi cair.


CRAK...CRAK....BRUK...BRAK...


"UAAAA... Bagaimana ini!!!." Orang-orang yang panik sangat terlihat jelas berasal dari kelas yang lebih rendah. "Kalian semua tenanglah!, Hal seperti ini lumrah terjadi di kastil-kastil berlevel tinggi jadi kalian semua harus tenang," kata Demian dengan suara tenangnya.


"Yah!, Kita harus tenang ... TENANG GUNDULMU! BAGAIMANA KAMI BISA TENANG DALAM KEADAAN SEPERTI INI!"teriak seorang pria kepada Demian.


"Wah... Dia cukup berani berkata seperti itu kepada seorang pemimpin serikat."


"Lalu kau bagaimana? Dari yang aku lihat ini kau sepertinya akan segera mengompol di celana," kata Selena.


Selena melihat Aster yang kakinya gemetar dan tanganya yang tampa sadar mencengkram pergelangan tangan Selena. "Hei... Lepaakan tanganku!."


"Hah! Oh... Iya... Maafkan aku...."


"Dasar bodoh, kau takut pada sesuatu yang masih belum jelas."


"Aku tidak takut, aku hanya kawatir saja dengan apa yang akan terjadi, soalnya ini... Ini pertama kalinya aku masuk ke dalam kastil yang levelnya tidak aku ketahui."


"Kalau begitu ini adalah pengalaman barumu, kau masuk ke kastil yang tidak jelas memalui undangan yang secara acak di berikan kepadamu. Jangan takut jadikan ini sebagai pengalamanmu bodoh," kata Selena yang menghibur Aster. Akan menjengkelkan kalau dia ketakutan seperti ini, cik. Apakah aku salah memilih orang?, Sebaiknya tadi aku memilih orang lain saja dari pada pria ini, tapi... Yah, sudahlah,batin Selena.


"Huhhf... Kau benar!, Sepertinya aku sudah berlebi— AAACK..." Aster langsung berteriak sangat keras saat tiba-tiba lantai tempatnya berdiri melayang di udara dan bukan hanya itu saja, patung-patung seperti malaikat dan iblis yang ada di depan lorong-lorong kini mengubah posisinya seolah-olah hidup menghadap para peserta sambil berjaga di depan lorong pintu.


Lantai kastil yang berwarna putih berganti warna menjadi merah tua yang gelap dan lampu yang terang menjadi redup di gantikan oleh cahaya obor yang tiba-tiba saja menyalah membuat suasana menjadi mencekam.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2