
[Konfirmasih!]
[Level Skil badai pasir telah berkembang!]
"Hah!," Rohana bisa melihat pesan pemberitahuan yang di kirimkan oleh sistem kepadanya. Aku tidak punya waktu untuk ini, batin Rohana.
GRUAAAARRRR...
Rohana bisa melihat monster semakin berlari dengan cepat kearah Selena yang berusaha untuk duduk dan bersandar. "Serius, apa segitu dendamnyakah monster ini kepadaku sehingga dia tidak memberiku waktu untuk memilihkan diri,"kata Selena.
"SELENA!."
Sambil memeluk tubuh Selena, Rohana mengelurakan badai pasir yang amat dasyat, membuat moster yang sebelumnya mengejar kearah Selena tertutupi dengan pasir dan.
GRAARRRR...
Monster terus menjerit tanpa henti untuk mendapatkan mereka, bahkan monster itu membuat dirinya menghilang namun, pasir sihir yang di buat Rohana membuat bentuk monster itu semakin jelas saja. "Kau melakukannya dengan baik,"kata Selena yang berada di pelukan Rohana.
"Benarkah... Sniff... Aku melakukanya dengan baik!, Aku melakukanya dengan baik Meta...."
"..., Baiklah sudah cukup basah basinya sekarang bantu aku dengan Kemampuan penyembuhan yang kau miliki."
"Umm... Baiklah aku akan melakukanya."
Dengan cepat Rohana memberikan energi penyembuhan yang dia miliki ke tubuh Selena yang juga perlahan-lahan pulih.
Sambil memulihkan tubuhnya yang terluka Selena membuat banyak rencana yang cocok untuk menumbangkan monster ini. Satu-satunya cara terbaik untuk membunuh monster ini adalah memenggal kepalnya.
"Hei!, Rohana jika sudah selesai berikan kepadaku pedang yang kau bawa tadi."
"Itu... Aku bergegas datang kemari dan meninggalkannya di tangga maafkan aku."
"Tidak masalah, apakah masih lama lagi sampai tenagaku pulih kembali?."
[Jawab!]
[Total pemulihan tubuh anda saat ini masih 60% di harapkan menunggu sampai 100%!]
"... Aku tidak punya waktu menunggu."
Selena mengabaikan peringatan sistem dia langsung brdiri tegak dan berjalan menuju tangga. "Tunggu! Kemana kau akan pergi! kau masih perlu-."
"Aku akan mengakhiri monster ini sekarang juga, aku tidak ingin berlama-lama lagi disini."
__ADS_1
Sambil berjalan dengan tertatih-tatih, Selena melihat kearah monster yang masih berusaha untuk melepaskan diri dari badai pasir yang membuat pandanganya kacau. Monster sialan sepertimu lihat saja! Aku akan memenggal kepalmu, batin Selena.
"Aktifkan Skil pengalaman."
[Dimengerti!]
[Mengaktifkan Skil Pengalaman LV.50]
[Di aktifkan]
Tubuh Selena langsung mengigat apa yang dulu dia lakukan di masalalu dan memeperakteknya saat ini langsung. "Tubuhku masih sakit sekali, haahh... Lupakan soal rasa sakit aku harus membunuh monster ini demi mendapatkan bahan untuk Skil Chimeraku,"kata Selana yang masih belum menyerah untuk memiliki bagian penting dari tubuh monster itu.
"APAPUN YANG TERJADI... AKU HARUS MEMBUNUH MONSTER ITU HARI INI!,"teriak Selana.
TIK...TIK...TIK...
Seolah-olah waktu berjalan lambat jarak antara monster Urung dan Selena hanya tinggal 2 meter lagi dari jarak mereka masing-masing. Posisi Selena saat itu hendak mengambil pedang hitam yang tergeletak di puing-puing namun, dia kurang cepat karena monster itu sudah menghantamkan tubuhnya yang lumayan besar ke sisi tangga yang membuat tangga tersebut berguncang dengan keras hingga runtuh setengahnya.
"Uungh...."
Untungnya Selena yang tersandung akibat guncangan tersebut berhasil berpegangan dengan erat pada batu runcing yang membuat dia dalam posisi mengantung di sana.
"SELENA! BERTAHANLAH,"teriak Rohana yang bergegas kearahnya. Dengan panik Rohana berlari kearah Selena dan monster itu berada. Dia juga bisa melihat monster itu berusaha untuk memakan selana yang menggantung di tangga
"JANGAN!!!."
[Pemberitahuan!]
[Skil Pesona anda mengalami kenaikan level dan mendapat judul baru 'Pengoda']
Seketika tubuh Rohana mengeluarkan bau yang sangat menyengat, membuat tubuh monster itu menjadi kaku seketika dan mengalihkan pandanganya dari Selena. "Bau yang sangat busuk,"kata Selena.
Selena juga bisa melihat kalau monster itu perlahan-lahan menjauh darinya dan berjalan perlahan kearah Rohana yang tak jauh dari tangga.
[Jawab]
[Individu Rohana sedang mengunakan Skil pengoda]
"Benar... kah... Hahh... Darimana kau tahu itu?." Dengan susah payah Selena merangkak naik keatas untuk mengambil pedang yang masih tergeletak di puing-puing batu sedangkan disisi lain.
"Skil Pengoda?."
[Menampilkan statistik]
__ADS_1
Menampilkan data yang di ringkas:
Nama : Rohana Angela
Usia : 21Tahun.
Kelas yang di dapat saat ini : E
Skill yang di miliki saat ini :
(Badai pasir LV. 30),(Pengoda LV.30),
(PenyembuhanLV.50)
Kemampuan bawaan :
(Kekuatan LV.10),(Daya Hidup LV.10)(Kelincahan LV.15),(Kecerdasan LV.90),(Adaptasi LV.31),(Mana LV.45),(Mental LV.3)]
[Skil Pengoda anda telah naik level secara derastis di karenakan adanya keinginan yang kuat dari dalam diri anda, diharapkan untuk tetap meningkatkan statistik anda untuk kedepanya.]
Ada beberapa cara bagi sekarang pemburu untuk menaikan level mereka yang pertama, mereka harus berlatih mati-matian untuk menaikan level, yang kedua tergantung dari keberuntungan sekarang pemburu, dan yang ketiga biasanya di dapatkan dengan didorong oleh keinginan kuat dari si penguna Skil seperti kasus yang terjadi pada Rohana saat ini.
Rohana bisa merasakan kekuatan yang berbeda dari sebelumnya menjalar di dalam tubuhnya yang menarik perhatian monster itu kearahnya seperti seekor lebah yang tertarik pada serbuk sari.
GERRRRR....
Seperti sebuah hipnotis, monster yang mencium Skil Pengoda Selena berjalan perlahan kearahnya tanpa ada niat untuk menyerang. Sepertinya aku berhasil menarik perhatiannya!, batin Rohana.
Monster yang terbuai akan aroma yang dari tubuh Rohana berjalan perlahan-lahan kearahnya dengan mata yang fokus hanya untuknya sedangkan pada saat yang sama Selena berhasil menaikan tubuhnya yang hampir terjatuh, kembali ke anak tangga.
"..., Sangat bagus! Dia melakuakn hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang banyak, tunggu! Bagaimana jadinya saat aku jadi Chimera nanti! Jangan-jangan dia akan mengendalikan ku juga seperti itu,"kata Selena yang sempat-sempatnya memikirkan hal konyol di saat yang penting.
[PERINGATAN!]
[Diharapkan untuk fokus pada tujuan anda]
"Iya, iya aku paham, kau tidak bisa sabaran,"kata selama yang berjalan perlahan sambil memegang sisi puing-puing yang masih utuh dia berjalan menuju arah pedang berwarna hitam yang ada di lantai itu.
"Huuhh... Di kehidupanku yang lama aku tidak wprnah sesusah ini untuk menjalani hidupku namun, setelah berada di dunia ini sekarang aku mengerti apa arti hidup susah."
Sambil mengerutukan banyak hal tak terasa
__ADS_1
dia sudah ada di depan pedang panjang itu, pedang yang terlihat seperti katana dengan pegangan berwarna merah. "Pedang ini terlihat sangat biasa... Apakah aku bisa mengunakan ini untuk memenggal kepala bajingan itu," gerutu Selena.
...Bersambung......