
“(Ayahhh kenapa kau bodoh sekaliii? Kenapa dulu aku tidak ikut ibu sajaaa?)”,batin Gita.
SEKOLAH
“ Eh? Gita? Ada apa dengan matamu itu? Kenapa hitam sekali? Apa kau kurang tidur?”,tanya Eka.
“(Ayah yang membuatku tidak bisa tidur karena pertanyaan itu)”,kesal Gita dalam hati.
“ Aku akan pergi ke taman lantai atas! Jangan menggangguku lagi!”,tegas Gita.
~Taman Lantai Atas~
Gita naik ke atas pohon kesukaannya. Dan mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
“ Eh? Gita? Kenapa kau ada di atas pohon? Seperti kera saja! Hahaha…”,ejek Ray.
“ Apa yang kau bicarakan hah? Aku seperti kera.. sini kau biar ku cakar wajahmu itu!!!”,teriak Gita kesal.
Sreett…
“ Kuaskuuu?,,,,”,teriak Gita.
Brukk…
__ADS_1
“ Aduh… Sakit sekaliii….”,gumam Gita.
“ Eh? Git…Gita bangunlah kau menindihiku…”,ucap Ray dengan gugup.
“(Ahh… Apa yang kulakukan ini? Kenapa bisa begini?)”,batin Gita.
Wajah Gita semakin merah dan merah seperti tomat.
Mereka lekas berdiri. Dan suasananya menjadi sangat-sangat-sangat canggung sekali.
“ Emh… Gi…Gita… Apakah kau…(Wusshhh… Gita langsung lari dari hadapan Ray dengan wajah malunya)”,tanya Ray.
“Eh? Kenapa dia lari begitu cepat? Apa ada sesuatu di wajahku? Sepertinya tidak ada apa-apa. Tapi kenapa ia lari? Ya sudahlah biarkan saja. Eh? Apa itu di atas pohon? Ini kuas? Wahhhh…”,gumam Ray
~Kelas~
Eka, Salsa, Rini, dan Isa bingung dengan kelakuan Gita hari ini.
Tapi mereka tidak ingin bertanya karena mereka selalu toleransi dengan masalah pribadi.
“(Ray! Dasar bodoh… Benar-benar bodoh… Eh? Tunggu? Dimana alat lukisku? Sial! Apakah tertinggal di atas pohon? Bagaimana jika Ray melihatnya? Jika aku kembali harga diri ku akan terbuang! Lebih baik nanti saja… Tapi jika tidak dating… Ahhh bagaimana ini?)”,batin Gita.
~Taman Lantai Atas~
__ADS_1
Akhirnya setelah ia berpikir begitu keras Gita memutuskan untuk kembali ke pohon apel kesukaanya itu.
“ Hei Gitaaa!!! Alat lukismu tertinggal di sini! Wahhh lukisanmu bagus sekali? Kenapa kau diam-diam melukisnya? Hei Gita bagaimana jika kita buat kesepakatan? Jika kau mengajariku melukis maka akan ku rahasiakan hal ini? Bagaimana? Kau setuju?”, tanya Ray dari atas pohon.
“ Baik-baik aku akan mengajarimu… Tapi kau harus berjanji merahasiakan ini! Datanglah kemari saat jam istirahat maka aku akan selalu ada di sini…”,ucap Gita.
“ Baik GURUUU!!!”,teriak Ray sambil memberi hormat.
“ Jangan panggil aku seperti ituuu!!!”,ucap Gita sebal.
“ Baik-baik Gitaaa…. Nih… ku kembalikan alat lukis dan tasmu!!”,kata Ray sambil mengulurkan tangan.
“ Baiklah. Aku pergi dulu kau tidak usah ikuti aku. Sebentar lagi masuk kelas kau akan terlambat. Cepat sana!!”,ucap Gita seraya memasukan alat lukis ke dalam tas miliknya.
“ Eh? Memangnya kau tidak ikut ke kelas? Hari ini yang mengajar Ibu Sely lho!! Kau tidak takut di marahi dia lagi?”,tanya Ray.
“ Huh… untuk apa aku takut dengan Ibu Sely itu? Lagipun aku sudah mengerti semua materinya untuk apa mengulang lagi?”,jawab Gita.
~Kelas~
“ Ray kau darimana saja?”,tanya Rini.
“ Tidak kemana-mana. Hanya berkeliling melihat-lihat saja”,jawab Ray.
__ADS_1
“ Baik anak-anak kita buka buku halaman….. Eh tunggu? Gita kemana lagi hari ini? Apakah pelajaran Ibu begitu membosankan?”,tanya Ibu Sely kepada murid-muridnya yang diam membisu saat ditanya mengenai Gita.