Six Bestfriend

Six Bestfriend
Eps. 21


__ADS_3

“ Ka… Kau Ananda Gita? Apa kau benar-benar Ananda Gita? Salah satu pewaris Grup Nanda?”


“ Ahaha… I… Iya… Kenapa kau begitu terkejut?”


“ Ya. Namaku Dyana Atama. Aku baru pertama kali melihatmu! Apa kau baru pertama kali datang ke pesta?”


“ Yah. Begitulah”


Tring… (notif di ponsel Dyana)


“ Eh sepertinya kakakku mencariku. Sampai jumpa lagi yah"


Gita hanya mengangguk melihat bayangan Dyana menjauh. Ia bosan sekali. Saat ia bertemu dengan ayahnya ia izin pulang karena dia pura-pura merasa sakit. Dan tentu saja ayahnya meng-iya-kan alasan putri kesayangannya itu.


RUMAH GITA


“ Apakah tadi itu Ray? Siapa perempuan di sebelahnya? Ahhh… untuk apa juga aku memikirkan hal tidak penting ini. Lebih baik mandi saja dulu.


Beberapa saat sebelumnya...


Saat di pesta. Gita melihat seseorang yang ia kenali. Seorang Ray Pratama. Gagah dan tegas menggunakan setelan jas yang rapi bak CEO yang tampan. Tapi Gita tidak memperhatikan Ray ia mencuri-curi pandang dengan perempuan di sebelah Ray.


Seorang perempuan yang anggun dengan gaun panjang dan rambut yang digerai panjang bak seorang putri. Gita muak dengan melihat pemandangan itu. Ia memilih untuk pergi dan meminta izin pada ayahnya.


“ Hah… Segar sekali setelah mandi… Lebih baik aku turun saja dan ikut *Rere memasak saja ahh~”

__ADS_1


*Rere adalah dayang Gita yang membantu semua masalah di dalam kehidupan Gita. Seperti memasakkan makanan, membantu bersih-bersih, dll. Ia dayang setia Gita. Gita menganggapnya sebagai sahabat.


~Dapur~


“ Rereeee? Kau dimanaaa?”


“ Oh… Saya di Taman Belakang Nona Gita!!!”


“ Kemarilahhh!!! Aku ingin belajar masak denganmu!!!”


“ Ba… Baiklah Nonaa… Tunggu sebentar!!!”


Gita dan Rere memasak bersama. Meskipun sebenarnya Gita hanya melihat dan memperhatikan saja. Tapi mereka selesai dengan cepat, tepat sebelum Ayah Gita datang. Mereka berdua duduk di meja makan. Lalu Rere izin pergi mandi pada Gita.


Rere adalah dayang kepercayaan Gita dan Ayahnya. Ayah Gita menganggap Rere sebagai anak sendiri. Ia bahkan membiayai sekolah Rere. Dan Gita menganggapnya sebagai sahabat sekaligus adik kandung.


“ Iya ayah. Eh enggak deng… Dibantu sama Rere… Dibantu buannyaakkk….. Hehehe….”


“ Hahaha… Ya udah sekarang Ayah mau mandi dulu baru kita makan malam sama-sama oke”


“ Oke Ayahhh!!!”


PAGI HARI


“ Hoaaeemmm…. Jam berapa ini? Oh… Masih jam 08:00 pagi. Tidur lagi ahhh!!!”

__ADS_1


Tiba-tiba pintu Gita terbuka… dannnn….


“ Hei banguuunnnn….. (naik ke kasur Gita sambil loncat-loncat) Dasar!!! Kamu ni bentar lagi mau kuliah! Kok masih seperti anak kecil sih?”


“ Aduhh… Mengganggu sajaaa!!! Kamu tuh yang seperti anak kecil!!! Masuk kamar orang lain tanpa permisi . Lalu loncat-loncat di kasur. Bukannya ini lebih kekanak-kanakan?”


“ Baik… Baik… Kalau begitu kau bangun dan temani aku ke suatu tempat okeee?”


“ Tidak mau! Aku capek! Kamu pergi sendiri saja sana! (menutup wajah dengan selimut)”


“ Oh ayolahhh! (Menarik selimut Gita) Kalau kamu bangun dan temani aku keluar maka aku akan Top Up Game mu! Bagaimana?”


“ (Langsung bangun dari tempat Tidur) Kalau begitu aku mandi dulu! Kau tunggu di bawah… OKE!”


“ Pfftt…. Hahaha… Dasar kamu ini! Ananda Gita memang tak pernah berubah!”


“ Diamlah Bodoh!”


“ Baik… Baik… Kamu keluar sana! Tunggu aku di bawah”


hae!


author muncul lagi nih...


baca and laik yg satunya ya gaess..

__ADS_1


hadiah nya terima kasih yg terdalammm dari hati author...


__ADS_2