
“ Hei Sa.. Kau ini berisik sekali sih?”,ucap Gita dari atas pohon dan menatap ke arah Isa yang sudah hampir kehabisan suara karena mencari Gita.
“ Kau ini!! Cepat turun… Seperti Kera saja…Cepat turunnn…”,omel Isa.
“ Baik…Baik…Memangnya apa sih yang ingin kau beritaukan sampai mencari ku kesini segala?”,tanya Gita sambil menguap.
“ Hei.. Git.. Sebentar lagi kan akan di adakan acara Pentas Seni antar sekolah? Kepala Sekolah sudah memilih kita untuk mewakili sekolah. Tapi Salwa baru saja pindah… Bagaimana ini? Apa kita akan mencari orang lain untuk bergabung?”,jawab Isa detail.
“ Hmm… Kita terpaksa harus mencari orang lain untuk menjadi pengganti Salwa”,jelas Gita.
“ Baiklah… Eh bagaimana kalau….”
Kelas
Gita, Rini, Isa, Salsa dan Eka mengelilingi meja Ray dengan tatapan sinis.
“ Emh.. kalian mau melakukan apa?”,tanya Ray kebingungan.
“ HEHEHEHEHEHE”,tawa sinis Mereka berlima.
Wushhh…
Waaaa….
Teriak Ray saat di bawa pergi oleh para 5 sahabat ini.
__ADS_1
~Ruang Tari~
“ Ray bisakah kau melakukan dance?”, tanya Rini.
“ Bi…bisa…”,jawab Ray.
“ Kalau begitu tunjukkan kepada kami!!! Jika kau benar-benar bisa dance maka kami akan mengikutkan kau untuk lomba pentas seni antar sekolah minggu depan”,ucap Eka.
“ Eh? Ikut lomba? A…Aku kan baru masuk ke sekolah ini? Kenapa harus aku yang ikut?”,tanya Ray terkejut.
“ Ya. Ada apa?”,ucap mereka berlima serentak.
“ Aku tidak ada minat. Tidak ikut ahh…”,kata Ray sambil membuka pintu keluar dari ruang tari.
“ Hadiahnya uang sebesar kira-kira 10 juta loh…jika dibagi kita berenam bisa sampai 1 juta lebih lho per orang… Kau yakin tidak mau ikut? Akan sangat di sayangkan lohh…”,ucap Gita meyakinkan.
“ Cih Dasar tidak tau malu”,ejek Gita.
Mereka memulai latihan dance mereka dengan sangat baik.
5 sahabat ini mengajari Ray dengan sangat baik dan jelas.
Jadi Ray dapat mengerti dengan cepat dan tangkas.
“ Baiklah. Latihan hari ini kita sudahi dulu. Karena hari sudah mulai gelap”,ucap Rini.
__ADS_1
Yang lain hanya mengangguk sebagai arti bahwa mereka setuju.
Setelah selesai latihan dance mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing.
“ Hei! Git … tunggu aku! Tidak bisakah kita jalan bersama?”,tanya Salsa polos.
“ Hah? Tumben sekali kau tidak pulang sendiri?”,ucap Gita sambil terus melangkah menuju rumah.
“ Hehehe…. Ngomong-ngomong apa kau tidak merasa bahwa Ray tertarik dengan Rini?”,kata Salsa penasaran.
“ Hah? Apa yang kau pikirkan otak bodoh? Kau hanya memikirkan percintaan sajaa!”,ucap Gita seraya menjitak pelan kepala Salsa.
“ Hehe… Aku kan hanya cemburu melihat mereka bersama… aku merasa juga seperti ingin cepat-cepat memiliki pasangan…. Huhhh…”,keluh Salsa.
“(Tapi apakah Ray tau sifat Rini yang sebenarnya? Apakah mungkin ayahnya akan menerima Ray?)”,batin Gita.
“ Gita aku pulang yaaa!! Daahhh….”,teriak Salsa.
Gita hanya menganggukan kepala sebagai isyarat bahwa ia setuju. Bayangan Salsa perlahan menjauh dari Gita.
“ Meowww…..”
“ Eh? Kucing? Kucing siapa ini? Lucu sekali… Bulumu putih, halus dan harum pasti ada yang merawatmu. Iya kan?”,tanya Gita pada seekor anak kucing angora berwarna putih salju.
“ Meoowww… Meoww…”
__ADS_1
“ Snowiii? Kau dimana? Keluarlahhh…”,teriak seseorang.
“ Hah? Sepertinya ada yang mencarimu yah kucing kecil? Apakah itu suara pemilikmu?”,tanya Gita.