Six Bestfriend

Six Bestfriend
Eps. 14


__ADS_3

Hingga selesai jam istirahat mereka masih menyelesaikan lukisannya.


Lalu Gita mengatakan pada Ray bahwa ia harus segera ke kelas karena pelajaran selanjutnya adalah pelajaran Pak Lewis.


Saat Gita mengucapkan nama Pak Lewis, ia langsung teringat kepada Rini.


“(Apakah kaki Rini sudah baik-baik saja?)”,batin Ray.


~Koridor Sekolah~


“ Hei? Apa kau mendengarkan ku?”,tanya Gita.


“ Ah… A… Aku mendengarnya…tentang Pak Lewis kan?”,jawab Ray gugup.


“ Kau memikirkan siapa sih? Hmm… Pasti Rini ya?”,tebak Gita.


“ E… Eh? Darimana kau tau?”,tanya Ray yang semakin gugup.


“ Huft… Sebaiknya kau tidak usah terlalu dekat dengan Rini! Karena sifatnya itu… Tidak seperti yang kau lihat…”,ucap Gita sambil melangkah lebih cepat.


“ …..”,Ray seketika membisu.


“(Sebenarnya aku sudah tau sifat Rini yang sebenarnya, Gita)”,batin Ray.


“(Ada apa ini? Kenapa dadaku rasanya sesak sekali? Aku kan tidak pernah menderita penyakit Asma? Dan juga kenapa aku tidak suka jika Ray memikirkan Rini?)”,batin Gita.

__ADS_1


Gita mengikuti pelajaran Pak Lewis sampai waktu pulang tiba.


Meskipun ia hanya melamun saja.


Tetapi Pak Lewis sudah biasa dengan tingkah Gita yang seperti itu.


Dan Pak Lewis tetap melanjutkan pelajaran. Toh… Gita juga sangat pintar dalam pelajaran apapun.


RUMAH GITA


Gita masuk ke rumah dengan salam seperti biasanya dan di balas oleh ayahnya dengan penuh kasih sayang.


Setelah selesai mandi dan bersiap ia pamit pada ayahnya untuk bertemu dengan seseorang.


Dan ayahnya pun setuju dan memberikan batas waktu untuk anak kesayangannya itu.


“ Hei! Gi… Aku disini. Kau sudah ku pesankan jus dengan rasa favoritmu sebentar lagi akan dating”


“ Apakah kau menunggu lama Ga?”,tanya Gita pada kembarannya itu.


“ Tidak kok,Gi! Aku lihat-lihat sepertinya kau semakin mirip saja denganku? Tapi dengan rambut yang lebih panjang tentunya.


" Hehe…”,ucap kembaran Gita yang berlawanan jenis dengannya yaitu Ananda Gatha.


“ Hari ini aku mengajakmu untuk main bersama (mabar) di game--- bukan untuk memujiku!”,kesal Gita.

__ADS_1


“ Baik-baikkk…. Hei! Gi? Apa kau ada menyukai seseorang di sekolah itu?”,tanya Gatha.


“ …. Tidak ada…Memangnya kenapa?”,jawab Gita ragu.


“ Tidak apa-apa sih… Aku lihat akhir-akhir ini kau semakin Noob saja bermainnya…”,ejek Gatha.


“ Baik-baik. Kita lihat siapa yang Noob nanti!”,tantang Gita.


“ Ayolah ku terima tantangan mu… Ayo kita login dulu!”,kata Gatha dengan semangat yang berapi-api.


“ Ternyata Kak Harry benar-benar mengisi Top up game ku… Hehehe… Ternyata ada gunanya juga bertaruh dengannya! Jika begini bisa membeli Hero yang bagus…”,gumam Gita senang.


“ Hei! Gi? Kau membeli Hero yang begitu mahal apa tidak menghabiskan uang jajanmu? Jika Ayah tau iya pasti akan mengatakan ini adalah pemborosan!!!”,ucap Gatha.


“ Ada yang men-Top Up gameku… Hahaha… Ternyata bertaruh dengannya boleh juga….”,goda Gita.


“ Hei? Gi? Kau bertaruh dengan siapa? Apa kau bermain judi?”,tanya Gatha.


Pletak…(Suara jemari Gita menjitak kepala Gatha)


“ Aduh… Ini sakit tau?”,ucap Gatha mengaduh pelan.


“ Makanya jangan asal bicara!”,kata Gita sebal.


“ Gi? Kau belum menjawab pertanyaan ku… Kau bertaruh dengan siapa?”,tanya Gatha penasaran.

__ADS_1


“ Kau tebak saja sendiri… Menurutmu aku dekat dengan siapa di sekolah? Aku bertaruh dengannya di game--- ini… Lalu siapa yang menang akan mengisi ulang uang di game ini…”,jelas Gita.


“ Hmm… Tunggu sebentar? Kalau teman-temanmu tidak mungkin ada yang bermain ini… Dan jika ia bermain pun tidak akan bertaruh dengan Ratu Game sepertimu ini! Hmm? Siapa yaaa?”,ucap Gatha sambil berpikir keras.


__ADS_2