
***Tok... Tok...
"Teman-Teman... "
" Salwaaaa***?.... "
Pagi ini sangat mengejutkan karena ada Salwa yang tiba-tiba datang ke kelas.
" Salwaaaa.... Kamu darimana? Kenapa nggak pernah masuk? Kami bingung nyariin kamu... Selama 3 hari ini kamu kemana? Kenapa nggak kasih kami kabar? ", tanya Rini seperti seorang ibu yang baru menemukan anaknya yang hilang.
" Husshh... Diamlah Rin, kau ini biarkan saja dia berbicara lebih dulu... ", tegas Gita.
" Emhh... Teman-teman, sebenarnya... A...Aku akan pindah sekolah... ", ucap Salwa gugup.
" Apaaaa?.... ", teriak 5 orang yang mendengarnya.
" Hei... Jika kau ada masalah ceritakanlah kepada kami. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari solusi yang terbaik",ucap Salsa khawatir.
" Iya, Wa... Beritau kami ada masalah apa. Kami pasti akan membantu",tambah Isa.
" Kamu pindah karena alasan apa Wa?",Gita menimpali.
__ADS_1
" Ibuku bilang aku harus mencari sekolah lain, karena orang tua ku sudah tidak kuat menanggung perusahaan ayahku. Aku akan pindah ke luar negeri. Aku bisa bekerja sambilan disana dengan begitu aku bisa membantu ibu dan ayah untuk melunasi hutang-hutang perusahaan mereka. ", ucap Salwa dengan isak tangis.
" Tidak bisakah kau sekolah di sini saja?",tanya Rini.
" Maaf teman-teman aku sudah mengambil keputusan yang terbaik bagi ku. Aku sudah meminta surat pindah. Mungkin besok aku akan berangkat. Kalian tidak usah mengantarku. Aku akan berangkat sendiri. Sampai jumpa teman-teman. Aku pasti akan merindukan kalian. Hiks... Hiks... Hiks... ", ucap Salwa dengan sesenggukan.
" Baiklah. Kalau itu keputusan mu kami tidak bisa mengganggunya lagi. Hati-hati lah saat berada di sana. Tetap waspada. Tetap ingatlah dengan kami. Hiks... Hiks... Hiks... ", tegas Gita.
" Sampai jumpa Salwaaa.... Kami akan meridukan kamuuu... ", isak Rini.
Mereka saling berpelukan untuk yang terakhir kalinya. Dan menangis bersama.
" Teman-teman sudah bunyi bel. Kalian harus semangat belajarnya ya... Aku akan segera pergi. Sampai jumpa lagi... Aku sayang kalian",ucap Salwa dengan tangan yang melambai menuju pintu keluar.
" Sampai jumpa Salwaaaa ... ", isak mereka berlima seakan tak rela melepaskan kepergian Salwa.
Tenang Salwa Kami Tidak Akan Pernah Melupakan mu...
" Anak-anak silahkan buka buku kalian halaman*** kita akan lanjut belajar tentang...... "
" Bu, saya izin keluar saya ingin pergi ke toilet", pinta Gita.
__ADS_1
"Gitaaa... Jangan berbohong... Ibu tau kau akan kemana... Sudah lanjut dengan pelajaran kita lagi... ", tegas Bu Sely.
" Haish cerewet sekali....",ucap Gita kesal lalu duduk lagi.
Setelah melihat Gita duduk dengan tenang Bu Sely kembali menatap dan menulis di papan tulis. Saat berbalik...
"Gitaaaaaa..... ", teriak bu Sely.
" Aduh, ketahuan... ", ucap Gita turun dari lubang jendela yang ia naiki.
" Kamu ini sudah berapa kali ibu katakan jangan pernah kabur dari kelas.... ", kesal ibu Sely sambil menarik telinga Gita.
" Aih, Bu Sely kenapa masih mengkhawatirkan Gita? Kan dia sudah pintar ... Dia sudah menguasai semua mata pelajaran SMP ini saat kelas 3 SD kan? ", oceh salah satu murid di kelas.
Seketika ruang kelas membisu.
Lengang...
" Ehem... Iya itu betul bu Sely... Jadi izinkan aku pergi... Okey? Aku janji akan mendapatkan nilai yang memuaskan dan terbaik",ucap Gita dengan gugup.
" Haish...baiklah ibu akan mengizinkanmu pergi... Tapi kau janji harus mendapatkan nilai yang terbaik. Jika kau berhasil mendapatkan juara umum ibu akan membiarkanmu keluar masuk pelajaran ibu. Ibu bersumpah",tegas Bu Sely.
__ADS_1