Six Bestfriend

Six Bestfriend
Eps. 17


__ADS_3

Gita dan Ray berjalan beriringan menuju kelas. Ray ingin sekali bertanya tentang siapa yang menemui Gita di Kafe kemarin. Tapi ia terlalu malu untuk menanyakannya. Dan Gita hanya berjalan sambil memainkan Hp-nya.


Setelah beberapa lama Ray berpikir. Akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya pada Gita tentang masalah itu.


“ Emh… Gi… Gita? Apa kemarin kau pergi ke Kafe XX?”,tanya Ray gugup.


Gita hanya menganggukan kepalanya dan masih fokus dengan Hp-nya.


“ Memangnya kenapa?”,tanya Gita lagi.


“ Ti… Tidak apa-apa kok! Hehehe… Gi… Gita? Apa kau sudah punya pasa…?”,ucap Ray yang di potong oleh Gita.


“ Pasangan? Tidak… Aku tidak ingin punya pasangan sangat merepotkan… Jika pasangan kita marah atau ngambek kita harus membaikinya. Untuk apa membuang-buang waktu untuk hal yang seperti itu? Aku sudah nyaman sendiri… “,tambah Gita yang membuat Ray menjadi membisu seketika.


Setelah Gita mengucapkan kalimat itu Ray langsung mengunci mulutnya rapat-rapat. Selama berjalan di koridor Ray mulai merasa keadaan menjadi sangat canggung. Dan ia bertanya tentang dance yang akan dilakukan beberapa hari lagi untuk memecah suasana. Dan tentu saja Gita menjawab dengan mata yang tertuju pada Hp-nya.


~Kelas~


“ Haishh… Kalian ini berdua terus… Sudah jadi sepasang kekasih,kah?”,tanya Rini ketus.

__ADS_1


Gita yang mendengar hal itu mulai terpikirkan ide jahil yang sangat bagus.


“ Hngg,,, Jika kami memang sudah menjadi sepasang kekasih kenapa?”,ujar Gita sambil merangkul Ray di depan semua murid di kelas.


“ A… Apaaa? Ba… Bagaimana mungkin? Ka… Kalian… Sudah? Pa…Pacaran?”,ucap Rini gugup lalu mulai membeku dan lari keluar kelas.


“ Gita apa yang kau lakukan? Kenapa kau begitu jahat pada Rini?”,kesal Ray sambil melepas rangkulan Gita dan keluar mengejar Rini.


Gita yang sudah melihat mereka berdua bermain kejar-kejaran itu tertawa dan bergumam “ Dasar sepasang kekasih yang bodoh!”. Gita yang merasa risih karena terus di pandang oleh semua murid di kelas mulai berjalan ke tempat duduknya lalu memainkan game --- itu.


Lalu semua murid menepuk kening mereka bersamaan dan bergumam “ Gita tetaplah Gita” dan tertawa bersama melihat tingkah Gita.


Rini pergi ke atap sekolah dan memandangi Pemandangan kota. Ray yang melihat Rini dengan rambut terurai dan sedikit terangkat karena tertiup angin mulai merasa terpesona dengan kecantikannya.


“ Kenapa kau mengejarku?”,tanya Rini yang masih fokus dengan pemandangan kota.


“ Kenapa kau lari? A… Aku bukan kekasih Gita,Rin!”,tegas Ray dengan peluh di wajah akibat mengejar Rini yang berlari begitu cepat.


“ Untuk apa kau berduaan terus dengannya?”,tanya Rini ketus.

__ADS_1


“ Ohhh… Apakah Rini-ku cemburu?”,ucap Ray sambil berjalan ke sebelah Rini.


Rini yang mendengar itu sangat terkejut dengan pipi yang mulai memerah.


“ Se… sejak kapan aku jadi milikmu?”,tanya Rini sambil menyembunyikan wajahnya di telapak tangan.


“ Hmm;>… Sejak sekarang.”,jawab Ray.


“ A… Apaa? Se… Sejak sekarang?”,ucap Rini dengan wajah yang makin memerah.


“ Puffttt… Hahahaha…. Rini aku ini sahabatmu! Apa yang kau pikirkan?”,kata Ray.


“ Ah… Iya ya Hanya sahabat....”,ucap Rini dengan wajah lesu.


Pletakkk…


“ Aduh sakit tauu….”,kesal Rini.


“ Hehehehe… Cepat tangkap aku… Blweee…..(menjulurkan lidah)”,ejek Ray sambil berlari menjauhi Rini.

__ADS_1


YA! LEBIH BAIK SEPERTI INI… KITA MENJADI SAHABAT PUN TIDAK APA-APA… ASAL KAU TETAP BERSAMAKU. BAHAGIA BERSAMAKU. AKU JUGA AKAN BAHAGIA {HANSANA RINI}.


__ADS_2