Six Bestfriend

Six Bestfriend
Eps. 4


__ADS_3

“ Baiklah.Ibu bersumpah”,tegas Bu Sely.


Seketika kelas menjadi lengang sesaat. Dan semua anak murid tercengang.


Gita membeku. Tidak tau apa yang harus di katakan.


“Oh…Ehem..baiklah bu. Aku akan menerima tantangan yang ibu berikan”,jawab Gita.


“ Apa ?????....”,ucap seluruh murid terkejut.


“ Baiklah ibu tunggu pembuktian atas kata bahwa kau jenius”,tegas ibu Sely.


KRIIIINGGG…..


“ Git?,soal pembuktian itu? Apa kau benar-benar akan melakukannya?”,tanya Isa.


“ Iya.Git? Apa tidak keterlaluan?”,tambah Rini.


“ Apanya yang keterlaluan? Jelas-jelas Ibu


Sely yang menantangku. Untuk apa ku tolak? Lagipun setelah aku berhasil membuktikan itu aku akan bebas dari pelajarannya yang membosankan itu…”,jawab Gita santai.


“ Dia benar-benar seorang Gita yang kita kenal”,ucap Salsa.


Seketika tawa mereka pecah setelah Salsa selesai mengucapkan itu. Setelah mereka selesai makan bersama , waktu masuk kelas pun tiba.


“ Git,kamu ikut ke kelas?”,tanya Rini.


“ Tidak. Kalian pergilah aku tidak ingin kalian terkena masalah karenaku. Itu sangat merepotkan”,jawab Gita acuh.

__ADS_1


“ Baiklah terserah apa maumu. Kami pergi ke kelas dulu. Nanti akan aku hubungi kau jika ada sesuatu yang penting”,ucap Rini sambil terus melangkah menjauh menuju kelas.


KELAS


“ Gita kemana lagi hari ini? Apa dia tidak ingin melanjutkan kelas lagi?”,gumam seorang guru yang sedang mengajar saat itu.


{tut…tut…tut…}


‘ Halo… Git? Kau di cari oleh Pak Lewis. Apa kau masih tidak ingin kembali ke kelas? ‘,ucap Rini lewat telepon genggamnya.


‘ Aih… banyak sekali guru yang rindu padaku? Padahal hanya pergi sebentar saja ‘,jawab Gita.


‘ Kau ini ge-er sekali. Lain kali jangan terlalu ge-er kalau tidak kau tidak akan dapat seorang kekasih ‘,ejek Rini.


‘ Cih… siapa yang membutuhkan seorang kekasih?’,ucap Gita kesal.


‘ Sudahlah kau akan kembali atau tidak? Kalau kau tidak kembali kami akan terkena masalah’, omel Rini.


‘ Apa? Heh Gita…{ tut…tut…tut….}’,ucap Rini sebal.


(Gita sialannnn),batin Rini.


“ Salsa? Maju ke depan jawab pertanyaan ini!”,pinta Pak Lewis.


“ Eh? Oh.. I….Iya pak”,ucap Rini gugup.


“ Baik Salsa jawabanmu benar”,ujar Pak Lewis dengan puas.


“ Terima kasih pak. Bolehkah saya kembali ke tempat duduk?”,pinta Rini.

__ADS_1


“ Eitss… kau mau kemana?”,jawab Pak Lewis sambil menarik kerah baju Rini.


“ Eh ? memangnya mau apa lagi Pak?”,tanya Rini.


“ (senyum jahil) Anak baru kau temani dia bawa semua kertas hasil jawaban kalian dari kantor ke sini”,ucap Pak Lewis.


“ Ba…baik,Pak”,jawab Ray.


KORIDOR


“ Hei anak baru kenapa kau begitu pendiam?”,tanya Rini.


“ A…aku hanya merasa kalau tidak perlu mencari teman karena mungkin sebentar lagi aku akan pindah. Daripada nanti sedih ketika berpisah. Lebih baik tidak usah berteman dekat”,jawab Ray.


“ Oh…Maaf membuatmu sedih…”,ucap Rini merasa bersalah.


“ Tidak apa-apa. Aku senang bisa bercerita kepadamu. Rasanya sedikit lega”,jawab Ray.


“ Ah! Benarkah? Emh… bolehkah aku bertanya kau berasal dari mana?”,tanya Rini.


“ Aku berasal dari kota XX lalu pindah ke kota YY karena pekerjaan orang tua ku. Aku terus pindah sekolah hingga sampai ke sekolah ini”,jawab Ray.


“(Ternyata anak ini memiliki masa lalu yang tidak begitu menyenangkan.)”,batin Rini.


SEMENTARA DI KELAS


Tok…tok…tok…


“ Gita? Kenapa kau baru masuk kelas kemana saja kau?”,omel Pak Lewis.

__ADS_1


“ Maaf Pak tadi saya ke Toilet di Toilet orang yang mengantri sangat banyak. Dan juga sepertinya tadi saya salah makan,jadi bla bla bla ….. Jadi saya terlambat masuk kelas Pak. Maafkan saya”, jawab Gita asal-asalan.


“ Haduh… kamu ini lain kali jangan salah makan lagi”,ucap Pak Lewis yang percaya saja dengan perkataan Gita.


__ADS_2