Six Bestfriend

Six Bestfriend
Eps. 6


__ADS_3

~UKS~


Braakk…


“ Rini!!! Apa kau baik-baik saja?”,tanya Isa panik.


“ Ah… Ray pelan sedikit!!!”,kata Rini mengaduh pelan.


“ EEE… Apa yang kalian lakukan?”,ucap Isa membeku melihat Ray sedang membalut luka Rini dengan hati-hati.


“ Eh! Isa? Sejak kapan kau berdiri di situ?”,tanya Rini terkejut.


“ Sejak kau menatap Ray penuh perhatian!”,jawab Isa santai.


“ A…Apaa? Mana ada aku menatapnya dengan perhatian?”,kata Rini mengelak tapi dengan wajah merah seperti tomat.


“ Baik-baik tapi jika kau tidak menatapnya kenapa kau teriak begitu? Dan juga wajahmu memerah bagai saus tomat!”,ejek Gita dari balik tirai.


“ Ka…kalian kenapa begitu kejam terhadapku?”,ucap Rini sebal.


“ Sudahlah tidak usah bertengkar begitu! Kalian mau pulang atau tidak?”,tanya Salsa.


“ Nih! Tas milikmu Rini”,ucap Eka sambil melemparkan tas milik Rini dan di tangkap oleh Rini dengan tangkas.


“ Rini! Kakimu masih sakit, apakah mau ku antar pulang?”,tanya Ray perhatian.


“ Oh baiklah pasangan ini pamer kemesraan di depan kita”,ejek Gita.

__ADS_1


“ Tidak perlu Ray aku akan mengantarkannya pulang. Kebetulan rumahku dan rumahnya searah”,ucap Salsa.


JALAN PULANG


Salsa, Isa, Gita, Rini, dan Eka berjalan beriiringan menuju rumah masing-masing. Karena kebetulan rumah mereka semua searah.


Salsa yang membopong Rini karena sebenarnya ia bukan hanya lecet tetapi juga keseleo di kakinya. Jadi maklumi saja jika ia harus di bopong.


“ Hei, Rin? Apakah kau menyukai Ray?”,tanya Gita blak-blakan.


“ A… apa yang kau katakan? Sembarangan saja!!!”,jawab Rini gugup.


“ Kelihatannya kau sangat dekat dengan Ray saat di UKS tadi! Dengar-dengar Ray yang menggendongmu ke UKS?:>”,goda Gita.


Mendengar perkataan Gita ini Rini menjadi semakin malu dan membuat wajahnya semakin memerah seperti tomat.


Meskipun mereka berdua sering bertengkar tapi mereka saling membantu saat ada yang susah di antara mereka berdua.


Dan mereka bisa saja menjadi ibu dan anak yang saling menasihati. Menjadi teman di saat yang lain sedih. Dan juga membela jika ada yang menindas.


RUMAH RINI


“ Aku pulang…”,ucap Rini saat memasuki rumahnya tersebut.


“ Ahh…Rini? Kau sudah pulang? Cepat ganti baju! Mandi! Baru kita makan malam bersama”,perintah ibu Rini dengan lembut.


“ Baik. Bu…”,jawab Rini sambil menaiki tangga menuju kamarnya.

__ADS_1


Brukkk….


Rini merebahkan tubuhnya di kasur.


“ Huft… lelah sekali…”,gumam Rini.


“(Tadi Ray tampan sekaliii… Ya ampun apa yang aku pikirkan ini? Apakah Ray begitu kepada semua perempuan yang baru dikenalnya? Ah sudahlah untuk apa ku pikirkan ini semua?)”,batin Rini.


“ Sudahlah lebih baik aku mandi dulu!”,gumam Rini lagi.


~Ruang Makan~


“ Ibu? Kau memasak apa? Baunya wangi sekali! Membuatku makin lapar saja!”,tanya Rini sambil menuruni anak tangga menurun.


“ Ibu memasak makanan kesukaanmu, Rin”,jawab Ibu Rini dengan penuh kasih sayang.


Rini membantu ibunya menyiapkan makan malam tanpa disuruh terlebih dahulu.


Ia membantu ibunya menyiapkan piring dan sendok untuk makan, air mineral, dan yang lainnya.


Ia bergerak dengan cepat dan gesit. Karena didikan ibunya tersebut.


“ Eh? Kecap asin dan Garamnya habis, Rin”,ucap Ibu Rini.


“ Baiklah,bu. Aku akan pergi beli. Ibu tunggulah sebentar”,jawab Rini.


“ Aih… Anak ibu peka sekali!!! Ibu jadi makin sayang padamu”,puji Ibu Rini.

__ADS_1


“ Iya iya bu… aku pergi ke supermarket dulu yah… Ibu baik-baik saja di rumah ya…”,ucap Rini.


__ADS_2