
“ Baik anak-anak kita buka buku halaman….. Eh tunggu? Gita kemana lagi hari ini? Apakah pelajaran Ibu begitu membosankan?”,tanya Ibu Sely kepada murid-muridnya yang diam membisu saat ditanya mengenai Gita.
~Atap Sekolah~
“ Halo Gita? Tumben sekali kau menghubungiku?”
“ Ya. Aku bosan sekali! Tidak ada kerjaan. Jadi aku habiskan saja paket dataku yang tidak berguna ini…”,ucap Gita.
“ Dasar anak sultan! Cepat kau beritau aku kau mau melakukan apa?”
“ Tidak ada. Kau ini aneh sekali? Bisakah pergi minum kopi denganku nanti malam?”,tawar Gita.
“ Jangan kopi. Yang lain saja! Aku tidak bisa minum kopi! Kau tau itu kan?”
“ Baik-baik cerewet kita akan minum jus di tempat biasanya saja bagaimana?”,ucap Gita sambil melihat pemandangan Kota.
“ Ya. Ngomong-ngomong ini jam berapa? Kenapa waktu belajar kalian sesingkat ini?”
“ Ahhh,… bawel sekali sih? Bagaimana keadaan ibu? Apa ia sudah sembuh?”,tanya Gita.
“ Ibu baik-baik saja. Bagaimana keadaan ayah? Kau pasti sedang ada di atap sekolah kan? Masih sama saja seperti dulu. Pasti Ibu Sely yang pusing mencarimu”
“ Bodoh!”,ejek Gita dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
__ADS_1
“ Baiklah. Aku akan kembali ke kelas kau juga kembalilah ke kelas nanti Ibu Sely akan tambah marah padamu”
“ Ya.”,jawab Gita sambil mengakhiri panggilannya.
~Kelas~
“ Hei! Ray? Apakah di dalam ada Ibu Sely?”,tanya Gita pelan.
“ Tidak. Guru… Apakah kau mau masuk? Cepatlah selagi Ibu Sely pergi ke Kantor”,jawab Ray yang pelan hampir berbisik.
“ Baiklah.”,ucap Gita sambil melompat masuk dan segera duduk di kursinya.
“ Hei! Guru? Apakah kau tidak takut diceramahi Ibu Sely?”,tanya Ray.
Ray dan Gita berbincang-bincang mengenai rahasia bahwa Gita pandai melukis.
Murid-murid lain langsung saja memperhatikan mereka berdua yang seperti pasangan serasi.
Dengan sifat Ray yang lugu seperti anak anjing dan Gita yang dingin seperti es mereka serasa menyaksikan tokoh utama yang sedang berduaan di dalam novel-novel Mangatoon.
“ Hei! Gita? Kalian ini bermesraan di dalam kelas seperti ini? Apa tidak takut di tegur guru?”,tanya Rini ketus.
“ Cih… Apa kau cemburu? Aku juga tidak tertarik dengan Ray. Ambil saja dia. Aku tidak akan merebutnya”,jawab Gita sambil memainkan hp-nya.
__ADS_1
‘ Eh? Ada apa ini? Apakah cinta segitiga?’,bisik murid lain.
“(Hmm… Gita kau ini pintar sekali mencuri perhatian hingga yang lain mengira bahwa aku menyukai Ray?)”,batin Rini.
“ Eh? Gita… Apa yang kau bicarakan ini? Aku mana mungkin menyukai Ray? Kita kan hanya berteman… Hahaha…”,ucap Rini memecah suasana.
Tok…Tok…(Suara penggaris mengetuk papan tulis)
“ Ada apa ini ribut-ribut? Gita kapan kau kembali? Darimana saja kau?”,omel Ibu Sely.
“ Oh… Apakah Ibu Sely merindukanku? Lihat kalian semua merindukanku! Aku tau aku itu selalu dirindukan tapi jangan berlebihan juga dong! Sampai ceramahin aku begini!”,ucap Gita santai.
“ Gitaaaa…. Haduhhh…(menepuk jidat) Capek Ibu marah padamu. Sudahlah! Sana ke ruang Pak Kepala Sekolah! Ia menunggumu!”,perintah Ibu Sely dengan kesal.
“ Baik buuuu…”,jawab Gita sambil memberi hormat seperti hormat pada Bendera Negara.
Ruang Kepala Sekolah
Tok…Tok…(Suara jemari Gita mengetuk pintu)
Gita masuk ke dalam Ruang Kepala Sekolah dengan santai.
Pak Kepala Sekolah membalikkan kursi.
__ADS_1