
“……”,Ibu Rini seketika diam membisu.
Ruang Makan menjadi lengang seketika.
“ Baiklah. Aku ingin cepat-cepat tidur. Ibu tidak terlalu usah berpikir yang berat-berat nanti sakit lagi. Aku akan membereskan alat makan dan meja makan setelah ibu selesai makan”,ucap Rini sambil membereskan alat makan yang ia gunakan.
“ Ya…”,jawab Ibu Rini singkat.
-Tengah Malam-
“ Nona Rini? Anda ingin memeriksa biodata siapa kali ini? Tumben sekali menghubungiku tengah malam begini? Apa begitu penting?”
“ Aku ingin memeriksa anak yang bernama Ray Pratama”,ucap Rini tegas.
“ Baiklah, Nona. Emh… ngomong-ngomong ada apa gerangan Nona ingin memeriksa biodata anak yang bernama Ray ini? Apakah ia berbeda atau spesial?”
“ Tidak ada urusannya denganmu! Aku tunggu, dalam 3 hari kau harus beritaukan semuanya padaku!”,tegas Rini.
__ADS_1
“ Eh? No..Nona?... Begitu cepat?(tut…tut…tut). Eh? Nonaaaa? 3 hari? Nona Rini ini begitu peduli dengan anak yang bernama Ray itu. Nona tidak pernah peduli dengan orang lain. Kenapa sekarang begitu peduli? Hmm,… eh? Apakah Nona menyukai Ray ini? Tuhan… Akhirnya Nona memiliki orang untuk menemaninya… ah aku sungguh bahagia untuk Nona…”
Cuitt…Cuit…
Burung berkicau di pagi hari. Dengan udara sejuk yang dapat membuat seorang Rini menjadi merasa segar kembali.
“ Baiklah sudah waktunya untuk mandi dan bersiap pergi ke sekolah”,gumam Rini dengan Piyama berwarna seperti langit yang cerah pagi itu.
~Ruang Makan~
“ Rini? Kenapa kau baru bangun? Sudah jam berapa ini?”,sapa seseorang dari Ruang Makan.
“ Jangan mengalihkan topik pembicaraan. Ayah bertanya kenapa kau lambat bangun? Seorang gadis seharusnya bangun lebih awal”,oceh Ayah Rini.
“ Oh ayolah sayang… Ia sudah lelah membantuku seharian kemarin. Lagipula kau baru pulang kenapa langsung marah-marah pada anak kita?”,ucap Ibu Rini meyakinkan.
“ Huft… Ibu,Ayah aku akan langsung berangkat ke sekolah, karena aku piket hari ini sampai jumpa…”,kata Rini sambil membuka pintu keluar.
__ADS_1
SEKOLAH
“ Hai Rinnn… Tumben sekali kau berangkat jam segini?”,sapa Salsa.
“ Eh! Salsaa? Kau Rindu padaku kah? Hei jika kau rindu padaku kenapa tidak datang saja ke rumahku? Hmm:>”,tanya Rini.
“ Oh ayolah… Jangan menggodaku.. Kau tau kan ayahmu itu sangat mengerikan, eh salah bukan mengerikan tapi menakutkan….”,ucap Salsa merinding.
“ Hahaha… Salsa aku rindu pada adikmu yang lucu itu bagaimana jika hari ini aku menginap di rumahmu?”,tanya Rini pada sahabatnya yang lugu itu.
“ Ah… Benarkah? Baiklahhh… Kau janji kan? Kau akan menginap di rumahku… Tidak boleh berbohong lhooo!!”,oceh Salsa sambil mengangkat jarinya yang paling kecil-kelingking-dan dibalas oleh Rini dengan senyuman manisnya tersebut yang biasanya dijuluki malaikat senyum terindah.
“ Hei… Kalian berdua …Kenapa tidak menungguku? Hei!! Apa kalian lihat Gita?”,teriak seseorang dari belakang.
“ Ohhh,… Isa? Mungkin dia di tempat biasanya itu. Jam segini memangnya dia mau kemana kalau tidak kesana?”,ucap Salsa.
“ Okee… Baiklah,… aku akan mendatanginya yah!! Sampai bertemu di kelas nanti!!”,teriak Isa sambil berlari menuju tempat biasanya Gita pergi.
__ADS_1
Sesampainya di tempat yang ia tuju. Isa langsung mencari sahabatnya tersebut. “ Gitaa? Gitaaa?”, teriak Isa. Tapi tidak ada jawaban.
“ Hei Sa.. Kau ini berisik sekali sih?”,ucap Gita dari atas pohon dan menatap ke arah Isa yang sudah hampir kehabisan suara karena mencari Gita.