
~Lapangan Sekolah~
Keenam sahabat ini sudah menjalani kisah remaja yang harus mereka alami. Dan mereka sampai di saat puncak yang biasa di sebut dengan istilah ‘Perpisahan / Kelulusan’ atau ‘Graduation’. Ini adalah saat-saat menyedihkan, mengharukan, dan juga menyenangkan.
“ Yeay! Akhirnya kita lulus bersamaaaa!”, seru Rini.
“ Ya. Hahaha…”, jawab yang lainnya.
“ Kemana Gita?”, tanya Salsa.
Yang lain hanya mengangkat bahu mereka sebagai tanda mereka tidak tau.
“ Eh? Lihat! Itu Gita…”, seru seorang murid.
“ Baik semuanya saya disini sebagai salah seorang murid yang mewakili anak seangkatan saya untuk mengucapkan kata-kata penutup pada acara kelulusan kita ini. Meskipun sebenarnya saya tidak tau apa yang Ibu Sely pikirkan hingga punya ide untuk membujuk saya naik ke atas panggung untuk memberikan kata-kata penutup”, kata Gita memandang Ibu Sely.
“ Hahaha… Tentu saja karena kau anak murid paling berkesan. Anak murid yang super nakal! Tapi untung saja orang tua mu itu memberikanmu otak yang cerdas. Bisa mendapatkan ranking yang tertinggi di kelas hanya karena ingin menghindar dari pelajaranku yang membosankan ini!”, kata Ibu Sely sambil melangkah menaiki anak tangga menuju panggung di tempat Gita berada.
“ Oh benarkah? Haha… Tentu saja karena tidak ada anak murid yang seperti aku ini…”
“ Hahaha, Kalau begitu lanjutkan kata-kata penutupmu ini!”
__ADS_1
“ Baik, Bu. Oke. Untuk teman-teman maafkan segala hal yang dapat menyakiti hati kalian dan juga untuk sahabatku Rini, Salsa, Isa, Eka, dan Ray yang bodoh! Hahaha… Aku harap kita bisa bertemu lain kali! Jangan pernah melupakan semua kenangan kita. Aku bahagia memiliki sahabat seperti kalian ini”
“ KAMI JUGA GITAAAA”, seru para sahabatnya.
Acara Graduation itu selesai dengan berkhirnya kata-kata penutup milik Gita. Setelah selesai melaksanakan acara Graduation itu keenam sahabat ini merencanakan untuk membuat acara di Kafe dekat sekolah untuk perpisahan terakhir kalinya. Dan mereka diberikan sebuah kejutan oleh kedatangan…..
RUMAH GITA
Beberapa jam sebelum berangkat ada seseorang yang menelpon Gita.
Drrttt…. Drtt… Drttt…(bunyi hp Gita yang bergetar di atas meja)
“ Halo? Siapa ini?”
“ Oh… Oke! Baiklah! Aku akan menjemputmu!”
Sementara itu…
KAFE
“ Gita ini! Haduhhh…. Pintar sekali dia membuat kita menunggu”, kata Rini sambil mendengus kesal.
__ADS_1
“ Iya. Ya sudahlah ayo kita mulai saja acaranya”,kata Salsa sambil meminum Milktea nya.
“ Tidak apa-apa nih?”, tanya Ray.
“ Kau mengkhawatirkannya?”, ucap Isa.
“ Ti… tidak juga sih…”, jawab Ray gugup.
Saat mereka mulai membicarakan tentang Gita di luar turunlah 2 gadis dari mobil yang jelas terlihat di kaca Kafe tersebut. Itu...
“ Gita? Siapa gadis di sebelahnya?”, tanya Ray.
Rini, Salsa, Isa, dan Eka bernjak dari tempat duduknya dan pergi ke arah Gita yang berjalan beriringan dengan gadis tersebut. Setelah mereka saling berhadapan. Keempat sahabat itu sontak memeluk gadis tersebut. Ray yang melihat itu sangat bingung dan tidak tau harus melakukan apa.
“ Kapan kau kembali ?”, tanya Rini yang masih berada di pelukan gadis tersebut.
“ Tadi”, jawabnya.
“ Benarkah? Kenapa tidak memberi tau kami?”,tanya Isa.
Gadis tersebut hanya tersenyum dan terkejut saat melihat Ray yang melihatnya tanpa berkedip.
__ADS_1
“ Siapa kau?”, tanya gadis itu.
“ A… Aku Ray… Ray Pratama… Salam kenal…”, jawab Ray sambil menjulurkan tangannya.