
Gita masuk ke dalam Ruang Kepala Sekolah dengan santai.
Pak Kepala Sekolah membalikkan kursi.
“ Pak. Saya Gita dari kelas 3-B. Ada apa bapak memanggil saya?”,tanya Gita.
“ Kau ini! Apa begitu keras kepala? Belajar saja tidak mau? Dan kenapa hari ini kau formal sekali?”,tanya Pak Kepala Sekolah.
“ Aih… Kakak sepupu kuuu… yang baikkk… Siapa namamu? Oh,iya namamu Harry. Kak Harry… Kau kan tau kalau aku ini paling tidak suka pelajaran membosankannya Ibu Sely… Masih saja kau paksa aku untuk mengikuti pelajarannya. Aku sudah menguasai semua materi pelajarannya kok… untuk apa susah-susah suruh aku belajar itu lagi?”,jawab gita sambil meregangkan diri lalu duduk di kursi.
“ Jangan panggil aku Kakak jika di sekolah! Sudah berapa kali ku beri tau dirimu? Jangan sampai ada yang tau bahwa kau dan aku adalah sepupu. Kau dengar?”,tegas Harry.
“ Baik-baik. Bapak Kepala Sekolah yang terhormat. Ngomong-ngomong apa yang ingin kau bicarakan padaku?”,tanya Gita sambil menguap menahan kantuk.
“ Gita? Sebenarnya apa yang kau lakukan Hah? Sampai di depanku pun bisa menguap begitu bebasnya?”,kesal Harry.
“ Pak Kepsek? Apa kau benar-benar ingin tau?”,tanya Gita.
“ Ya terserah kau saja sih…”,jawab Harry.
“ Apa lagi kalau tidak Push Rank?”,ucap Gita sambil memainkan jari tangannya.
__ADS_1
“ Apaaaa? Kau bermain game --- juga? Kau sudah pangkat apa?”,teriak Harry terkejut.
“ Hohoho… Tentu saja aku sudah di pangkat tertinggi;>”,ucap Gita bangga.
“ Huh… Kalau begitu mari kita buktikan siapa yang paling pro…”,tantang Harry.
“ Hmm… terserah kau saja. Asal tidak mengganggumu maka aku akan menerima tantangan itu”,jawab Gita sambil login ke game tersebut.
“ Baiklah kalau begitu… Aku juga tidak sibuk kok… Kau sudah login? Kalau begitu mari kita bertanding di Custom!”,ucap Harry berapi-api.
“ Baiklahh!!!”,kata Gita sambil menyeringai kejam.
‘VICTORY’
“ Heh… Pak Kepsek kau kalah 3 Ronde… Berarti kau masih Noob… Dan aku lah yang menang. Taruhannya kau tau kan? Apa yang aku inginkan?”,ucap Gita sambil melangkah keluar.
“ Sialll!!! Ada apa ini? Kenapa aku kalah dengan adik sepupukuuu? Terlebih lagi aku kalah dengan seorang perempuannnn? Sepertinya aku harus lebih banyak berlatih dari adikku ini…”,gumam Harry.
Taman Lantai Atas
“ Guru? Apa yang kau bicarakan dengan Pak Kepala Sekolah? Sampai menghabiskan waktu berjam-jam?”,tanya Ray penasaran.
__ADS_1
“ Kepo sekali sih? Kau kan anak laki-laki sebaiknya kurangi sifat ingin tau mu itu!”,jawab Gita sambil memetik 2 buah Apel yang merah hati dan memberikan salah satunya kepada Ray.
“ Eh? Guru memangnya boleh memetik Apel ini?”,tanya Ray seraya menerima Apel yang diberikan oleh Gita.
“ Memangnya siapa yang melarang? Lagipun Pohon ini aku yang merawatnya…”,gumam Gita.
“ Ohh… Benarkah? Hmmm… Rasanya manis… Segar sekali!!”,ucap Ray sambil menikmati buah Apelnya.
Gita hanya tersenyum melihat tingkah Ray yang menggemaskan.
Mereka menghabiskan waktu istirahat di atas pohon dengan alat lukis mereka masing-masing.
Gita seringkali memegang tangan Ray untuk mengajarinya bagaimana membuat garis lengkung yang baik. Dan itu membuat Ray tersipu malu.
Hingga selesai jam istirahat mereka masih menyelesaikan lukisannya.
Lalu Gita mengatakan pada Ray bahwa ia harus segera ke kelas karena pelajaran selanjutnya adalah pelajaran Pak Lewis.
Saat Gita mengucapkan nama Pak Lewis, ia langsung teringat kepada Rini.
“(Apakah kaki Rini sudah baik-baik saja?)”,batin Ray.
__ADS_1