
***Kriiiinggg.....
"Nona Salwa ada telfon dari nyonya "panggil salah satu asisten rumah tangga di rumahnya.
Salwa:" Halo... Ada apa ma? "
Ibu Salwa:"............"
Salwa:"Hah? Apa ma? Kenapa? Kenapa mendadak? "(tut... Tut... Tut...)" halo... Ma... Ma***?..."
Kelas
"Salwa belum masuk juga? ", tanya Gita.
" Oh.. Iya juga ya... Kok Salwa masih belum masuk yah? Apa dia ada masalah yah? Sampai nggak masuk sekolah? ", ucap Rini sambil memakan sarapan paginya.
" Salwa nggak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. Apa masalahnya begitu rumit ya sampai-sampai nggak bisa masuk sekolah?",Eka menimpali.
" Gimana kalau kita pergi ke rumah dia? Cari tau masalahnya. Bagaimana pun juga dia kan sahabat kita. Nah, iya besok kan hari libur kita bisa datang ke rumah dia... Gimana? Kalian setuju nggak? ", tanya Isa.
" Emhh... Aku setuju... Gimana kalau jam 09.00 pagi? Jam segitu aku sudah selesai membereskan pekerjaan rumah",tawar Salsa.
__ADS_1
Kriiiinnnggg.....
" Eh... Anak baru kau berasal dari mana? Tampangmu boleh juga... Beraninya kau mengganggu Tuan Putri ku?"
"Maaf kakak-kakak kelas, bel masuk sudah berbunyi boleh izinkan aku masuk?, pinta Ray.
(melihat dari kejauhan)" Hmm.... Tunggu sebentar apakah itu Ray anak baru itu? Heh baru masuk saja sudah membuat masalah",dengan langkah yang tidak peduli.
" Heh... Anak baru kalau kau berani menggoda Tuan putri Isa ku... Kau akan menyesal. "
" Ohhh... Hei Kak... Ada guruuu.... ", teriak seorang murid.
" Hah... Dimana? Huh... Anak baru kau beruntung lain kali jika kita bertemu kau akan ku habisi", ucap kakak senior tersebut dengan kesal lalu pergi pontang-panting seperti di kejar hantu.
" Ah... Ternyata kau... Kau Gita kan? Maaf jika aku salah... Aku tidak bisa mengingat terlalu jelas, tapi terima kasih atas bantuan mu.Aku tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi mereka", ucap Ray sedih.
" Tidak masalah. Kalau kau bertemu mereka lagi tidak usah di perdulikan. Lewati saja. Jika mereka panggil, kau jangan kesana. Sudahlah cepatlah kau ke kelas hari ini Bu Nana yang mengisi pelajaran ketiga kau pasti akan kena marah bila terlambat. ", ucap Gita sambil memasang earphone miliknya.
" Eh tunggu... Kau tidak ikut ke kelas bersama ku?", teriak Ray.
Gita hanya melambaikan tangannya sebagai isyarat bahwa ia tidak ikut ke kelas.
__ADS_1
"(apakah ia tidak takut dengan guru killer itu? Sudahlah lupakan saja. Sekarang lebih baik aku pergi ke kelas secepatnya....)", batin Ray.
Dibalik lambaian tangan Gita, ia tersenyum melihat Ray yang berlari tergesa-gesa menuju kelas. DASAR BODOH....
Hatchuu... (Haish siapa yang sedang membicarakan ku ini?), batin Ray.
Kriiinnggg....
"Git, kamu darimana? Bu Nana cari kamu dari tadi... ", tanya Rini.
" Eh... Tumben Bu Nana cari aku. Kangen kah? Padahal aku hanya pergi sebentar? ", jawab Gita santai.
" Hei... Gita... Kau ini kepedean... Paling bu Nana cari kamu untuk tanya tentang kepastian kamu ikut olimpiade atau tidak? Bukan karena kangen... ", ucap Eka menimpali.
"Iya iya aku akan ikut olimpiade itu, apa kau puas?", kata Gita dengan sebal.
" Git, kamu masih mau ikut olimpiade itu atau tidak? Kalau kau benar-benar akan ikut mewakili sekolah, jangan sering kabur-kabur dari bu Nana",Omel Salsa.
" Iya iya dasar kalian ini. Para ibu tiri yang kejam. Aku mau bersantai saja tidak boleh... Huh... ", ejek Gita.
"Teman***-teman..."
__ADS_1
"Salwaaaaa? ", ucap mereka berenam serentak***.