Standing Man

Standing Man
Pertemuan dengan Anggota The Shadows


__ADS_3

Setelah insiden pertarungan dengan Taehyun dan perubahan yang terjadi di Sekolah Menengah Sejati, Jihoon tetap fokus pada misinya untuk mengungkap misteri di balik The Shadows dan Death Eye. Dia tahu bahwa tantangan yang lebih besar mungkin ada di depannya, dan dia terus berlatih untuk meningkatkan keterampilan bela dirinya.


Suatu hari, ketika Jihoon berlatih di dojo Taekwondo ITF-nya, dia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia merasa bahwa ada seseorang yang mengamatinya, meskipun dia tidak bisa melihat siapa yang sedang memperhatikannya.


Dia mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya dan melanjutkan latihannya. Namun, perasaan ketidaknyamanan itu tidak pernah benar-benar hilang. Jihoon merasa bahwa dia selalu diawasi, tetapi dia tidak tahu oleh siapa atau mengapa.


Beberapa hari kemudian, ketika Jihoon sedang berjalan pulang dari sekolah, dia merasa ada seseorang yang mengikutinya. Dia mencoba untuk berpura-pura tidak peduli dan terus berjalan, tetapi dia merasa semakin yakin bahwa dia sedang diikuti.


Ketika Jihoon tiba di rumahnya, dia memutuskan untuk mengambil tindakan. Dia berpura-pura masuk ke dalam rumah dan kemudian tiba-tiba membuka pintu dengan cepat, berharap untuk menemukan siapa yang sedang mengikutinya.


Namun, ketika dia membuka pintu, tidak ada siapa-siapa di sana. Jihoon merasa semakin bingung. Dia tahu bahwa dia tidak sedang bermimpi, tetapi dia tidak dapat menjelaskan siapa yang telah menguntitnya.


Beberapa hari berlalu, dan perasaan ketidaknyamanan itu masih mengganggunya. Jihoon mulai berpikir bahwa ini mungkin terkait dengan The Shadows. Mungkin seseorang dari kelompok itu yang telah memantau aktivitasnya.


Dia memutuskan untuk mengambil risiko dan mencari tahu lebih lanjut. Dia mulai menyelidiki lebih dalam tentang anggota The Shadows dan mencoba menemukan petunjuk tentang siapa yang mungkin telah mengikuti dan mengamatinya.


Selama penyelidikannya, Jihoon menemukan nama seseorang yang diyakini adalah anggota The Shadows. Nama itu adalah Han Jisoo. Tidak ada banyak informasi yang tersedia tentang Han Jisoo, tetapi dia adalah salah satu anggota kelompok itu yang paling misterius.


Jihoon memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang Han Jisoo dan mencoba mengidentifikasi apakah dia adalah orang yang telah mengikuti dan mengamatinya. Dia tahu bahwa dia harus berhati-hati dalam upayanya ini.


Malam itu, Jihoon menyelinap ke salah satu lokasi yang mungkin dikunjungi oleh anggota The Shadows. Dia bersembunyi di balik semak-semak dan menunggu, berharap untuk melihat Han Jisoo atau anggota kelompok lainnya.


Beberapa jam berlalu, dan Jihoon mulai merasa bahwa dia mungkin telah salah. Tapi tiba-tiba, dia melihat seseorang yang keluar dari bayangan malam. Orang itu tampak misterius, dengan mantel gelap yang menutupi tubuhnya.


Jihoon merasa adrenalinnya meningkat saat dia melihat orang itu. Dia merasa bahwa ini adalah kesempatan untuk mengidentifikasi anggota The Shadows. Tanpa berpikir panjang, dia mulai mengikuti orang itu dengan hati-hati, berusaha untuk tetap tak terlihat.

__ADS_1


Namun, dalam kegelapan yang tebal, Jihoon tidak menyadari bahwa dia sendiri telah menjadi objek pengawasan. Orang yang sedang dia ikuti tahu bahwa dia telah diikuti, dan dia berbalik dengan cepat.


Sebelum Jihoon bisa bereaksi, dia merasa pukulan keras mengenai kepalanya. Semuanya menjadi gelap, dan dia kehilangan kesadaran.


Ketika Jihoon akhirnya sadar, dia merasa terikat dan terbaring di lantai yang dingin. Dia merasa lemah dan pusing, tetapi dia mencoba untuk memahami apa yang terjadi.


Di depannya, dia melihat seorang pria dengan mantel gelap yang menutupi wajahnya. Pria itu memiliki tatapan mata yang dingin dan tanpa belas kasihan.


"Pertama-tama, Jihoon," kata pria itu dengan suara rendah, "aku akan memberitahumu bahwa aku adalah anggota The Shadows, dan aku adalah yang bertanggung jawab atas penyerangan ini."


Jihoon merasa takut dan marah pada saat yang sama. Dia mencoba melepaskan diri dari ikatan, tetapi dia terlalu lemah untuk melakukannya.


Pria itu melanjutkan, "Kami telah memantaumu, Jihoon, dan kami tahu bahwa kau mencoba untuk mengungkap misteri kami. Itu adalah kesalahan besar, dan sekarang kau harus membayar harga atas itu."


Jihoon tahu bahwa dia berada dalam situasi yang sangat berbahaya. Dia merasa tidak punya pilihan selain mencoba melawan pria tersebut, meskipun dia tahu bahwa tugas itu hampir mustahil.


Jihoon merasa terjebak dalam situasi yang sangat berbahaya. Dia terikat dan lemah di hadapan anggota The Shadows yang misterius. Pria itu masih mengenakan mantel gelap yang menutupi wajahnya, dan mata dinginnya terus memandang Jihoon dengan penuh ketidakpedulian.


Dengan upaya terakhirnya, Jihoon mencoba melepaskan diri dari ikatan. Namun, pria itu hanya tersenyum sinis dan berkata, "Kau tidak akan bisa melarikan diri, Jihoon. Kami telah mempersiapkan semuanya dengan baik."


Jihoon merasa putus asa. Dia tahu bahwa situasinya sangat genting dan bahwa dia mungkin tidak akan bisa melarikan diri dengan selamat. Tapi dia juga tahu bahwa dia tidak akan menyerah begitu saja. Dia harus mencoba melakukan sesuatu.


Tiba-tiba, Jihoon merasakan gelombang energi aneh mengalir melalui tubuhnya. Rasanya seperti kilatan listrik yang melintasi setiap serat otot dan syarafnya. Jihoon merasakan bahwa ada sesuatu yang sangat aneh terjadi padanya.


Ketika gelombang energi itu mencapai otaknya, sesuatu yang luar biasa terjadi. Jihoon merasa seolah-olah dia sedang mengalami pengalaman di luar tubuhnya. Dia melihat dirinya sendiri dari luar tubuhnya, seolah-olah dia sedang berada di tempat yang berbeda.

__ADS_1


Di dalam pengalaman itu, Jihoon melihat dirinya sendiri berdiri di hadapan anggota The Shadows. Namun, ada sesuatu yang sangat berbeda tentang dirinya. Matanya bersinar merah menyala, dan ekspresinya sama sekali kosong, tanpa emosi atau belas kasihan.


Saat Jihoon menatap anggota The Shadows, dia merasa seolah-olah dia adalah pengamat dari luar tubuhnya sendiri. Dia melihat tubuhnya mulai bergerak dengan sendirinya, tanpa sadar. Tubuhnya mulai menyerang anggota The Shadows tanpa ampun.


Pria itu mencoba untuk menghindari serangan Jihoon, tetapi tubuh Jihoon bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Jihoon melancarkan serangan-serangan yang mematikan, tanpa perasaan, tanpa penyesalan, seperti mesin pembunuh yang tidak bisa dihentikan.


Anggota The Shadows mencoba melawan, tetapi tidak ada yang bisa menghentikan Jihoon dalam keadaannya yang sekarang. Mata merahnya bersinar dengan kekuatan yang menakutkan, dan pria itu akhirnya jatuh tak berdaya di tangan Jihoon.


Saat Jihoon kembali menyadari dirinya sendiri, dia merasa kembali ke dalam tubuhnya dengan cepat. Dia melihat anggota The Shadows yang terluka dan tidak sadarkan diri di hadapannya. Kepalanya terasa penuh dengan kebingungan dan ketidakpastian tentang apa yang baru saja terjadi.


Namun, Jihoon juga merasa berubah. Dia merasa bahwa sesuatu telah terbangun dalam dirinya, sesuatu yang sangat kuat dan berbahaya. Dia merasa bahwa dia sekarang memiliki kendali atas kekuatan yang tidak bisa dijelaskan, sesuatu yang disebut Death Eye.


Death Eye adalah kemampuan yang sangat berbahaya. Ketika aktif, pengguna Death Eye kehilangan emosi dan tidak dapat merasakan kesakitan. Mereka menjadi seperti mesin pembunuh tanpa ampun, yang hanya berfokus pada penghancuran.


Jihoon merasa takut dengan kekuatan ini. Dia tahu bahwa jika tidak diendalikan dengan baik, Death Eye bisa menjadi bencana besar. Namun, dia juga merasa bahwa ini mungkin adalah kunci untuk mengungkap misteri di balik The Shadows.


Dia mencoba untuk mengendalikan Death Eye-nya, untuk menghindari aktivasi yang tidak disengaja seperti yang baru saja terjadi. Dia tahu bahwa dia harus belajar bagaimana menguasai kekuatan ini dengan bijak.


Sementara itu, anggota The Shadows yang terluka terus tak sadarkan diri. Jihoon merasa tidak tahu apa yang harus dia lakukan dengan pria itu. Akhirnya, dia memutuskan untuk meninggalkannya di tempat itu dan pergi mencari petunjuk lebih lanjut tentang kelompok tersebut.


Jihoon kembali ke dojo Taekwondo ITF-nya, mencoba untuk merenungkan apa yang baru saja terjadi. Dia tahu bahwa dia telah masuk ke dalam permainan yang sangat berbahaya, dan dia harus berhati-hati.


Selama beberapa minggu berikutnya, Jihoon berlatih keras untuk mengendalikan Death Eye-nya. Dia mencari cara untuk mengaktifkannya hanya ketika dia benar-benar membutuhkannya, dan untuk menghindari aktivasi yang tidak disengaja.


Dia juga terus menyelidiki anggota The Shadows dan mencoba untuk menemukan petunjuk tentang apa yang sebenarnya mereka kejar. Dia tahu bahwa jawaban terletak dalam misteri di balik kelompok tersebut.

__ADS_1


Saat matahari terbenam di Sekolah Menengah Sejati, Jihoon bersiap untuk melanjutkan perjalanannya yang berbahaya. Dia tahu bahwa dia memiliki kekuatan baru yang sangat kuat, tetapi juga harus berhati-hati agar tidak terlalu terpengaruh oleh Death Eye-nya. Perjalanan Jihoon untuk mengungkap kebenaran di balik The Shadows dan Death Eye terus berlanjut, dengan semua risiko dan rintangan yang melibatkan.


__ADS_2