
Setelah beberapa waktu berfokus pada mencari informasi tentang The Shadows dan Death Eye, Jihoon memutuskan untuk kembali ke Sekolah Menengah Sejati. Dia merasa bahwa dia perlu mengambil tanggung jawabnya sebagai siswa dan memastikan bahwa dia tetap berada di jalur yang benar.
Ketika dia tiba di sekolah, dia merasa ada perubahan dalam suasana. Berita tentang kemenangannya dalam turnamen Taekwondo ITF telah menyebar, dan dia mendapati dirinya diperlakukan dengan lebih banyak hormat oleh beberapa siswa yang sebelumnya bersikap merendahkan.
Namun, Jihoon tidak terlalu memperhatikan perubahan ini. Dia masih memiliki misinya untuk mengungkap kebenaran tentang The Shadows dan Death Eye, dan itu adalah prioritas utamanya.
Suatu hari, ketika Jihoon berjalan melalui koridor sekolah, dia melihat sekelompok siswa yang berkumpul di sekitar seorang murid baru. Murid baru itu memegang sebatang tongkat kayu dan tampaknya sangat percaya diri.
Seorang siswa yang berdiri di dekat Jihoon menjelaskan, "Itulah raja baru di sekolah, Jihoon. Dia memegang tahta orang terkuat sekarang."
Jihoon mengangguk mengerti tetapi tidak merasa tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang raja baru ini. Baginya, yang lebih penting adalah mencari Death Eye dan mengungkap misteri di balik The Shadows.
Namun, beberapa minggu kemudian, ketika Jihoon mendengar beberapa percakapan di ruang kantin, dia mulai merasa bahwa ada sesuatu yang aneh dengan raja baru ini. Beberapa siswa mulai membicarakan perintah-perintah aneh yang dikeluarkan oleh raja baru, seperti melarang akses ke beberapa area di sekolah dan memberikan sanksi kepada siapa pun yang melanggar perintahnya.
Jihoon merasa bahwa ini bukan tanda-tanda kepemimpinan yang positif. Dia merasa bahwa seseorang yang memegang kekuatan harus menggunakan kekuatannya untuk kebaikan dan melindungi siswa, bukan untuk membatasi kebebasan mereka.
Ketika dia melihat raja baru berjalan melintasi koridor dengan sikap sombong, Jihoon memutuskan untuk mendekatinya. Dia ingin tahu siapa orang ini dan apa yang dia maksudkan dengan semua perintah anehnya.
Jihoon mendekati raja baru dengan sopan dan bertanya, "Permisi, saya Park Jihoon. Saya ingin tahu lebih banyak tentang Anda dan peran Anda di sekolah."
Raja baru memandang Jihoon dengan mata tajam dan menjawab dengan nada angkuh, "Saya adalah raja baru di Sekolah Menengah Sejati. Saya memegang kendali di sini sekarang."
Jihoon menarik napas dalam-dalam. "Itu mengesankan, tapi apa yang Anda rencanakan dengan semua perintah aneh dan pembatasan yang Anda berlakukan?"
Raja baru tersenyum sinis. "Aku hanya ingin membuat sekolah ini lebih teratur. Siswa-siswa harus mengikuti aturan dan menghormati kekuasaan."
__ADS_1
Jihoon merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Raja baru ini terlalu otoriter, dan perintah-perintahnya terasa tidak adil. Namun, Jihoon memutuskan untuk tidak terlalu fokus pada masalah ini saat ini. Baginya, mencari Death Eye dan mengungkap misteri di balik The Shadows tetap menjadi prioritas utama.
Beberapa minggu berlalu, dan hubungan antara Jihoon dan raja baru semakin tegang. Jihoon merasa bahwa raja baru terlalu berkuasa dan tidak mempedulikan kepentingan siswa lainnya. Dia juga mulai mendengar gosip tentang bagaimana raja baru mungkin terlibat dalam aktivitas yang meragukan di luar sekolah.
Namun, Jihoon tetap fokus pada misinya untuk mengungkap kebenaran tentang The Shadows dan Death Eye. Dia tahu bahwa dia harus tetap berhati-hati dan tidak terlibat dalam konflik dengan raja baru.
Suatu hari, ketika Jihoon sedang berlatih di dojo Taekwondo ITF, Seojin mendatanginya dengan berita yang mengejutkan. "Jihoon, aku mendengar bahwa raja baru itu memiliki hubungan dengan The Shadows."
Jihoon terkejut. "Apa yang kau dengar, Seojin?"
Seojin menjelaskan bahwa ada rumor yang beredar bahwa raja baru adalah agen yang ditempatkan oleh The Shadows untuk mengawasi sekolah dan memastikan bahwa tidak ada yang menyelidiki mereka. Ini membuat Jihoon semakin yakin bahwa raja baru memiliki agenda yang tidak benar, dan dia merasa bahwa dia harus mengungkap kebenaran di balik semuanya.
Meskipun Jihoon tidak peduli dengan tahta raja baru di sekolah, dia sadar bahwa masalah ini mungkin terkait dengan The Shadows dan Death Eye. Dia merasa bahwa dia harus mencari tahu lebih banyak tentang peran raja baru dalam organisasi misterius ini dan apa yang mereka rencanakan.
Ketika Jihoon mendengar rumor bahwa raja baru di Sekolah Menengah Sejati memiliki keterkaitan dengan The Shadows, dia semakin merasa bahwa dia harus bertindak. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang sangat salah dengan kepemimpinan raja baru dan perintah-perintah aneh yang dikeluarkannya.
Setelah beberapa minggu, Jihoon dan Seojin mendapatkan bukti yang cukup kuat untuk mengindikasikan bahwa raja baru memang terlibat dalam aktivitas The Shadows. Mereka menemukan catatan komunikasi yang mencurigakan dan keterangan dari sumber-sumber yang tidak bisa mereka sebutkan namanya.
Dengan bukti ini di tangan, Jihoon merasa bahwa saatnya untuk menghadapi raja baru. Dia tahu bahwa itu akan menjadi pertarungan yang sulit, tetapi dia merasa bahwa dia harus melakukannya untuk melindungi sekolah dan siswa.
Pada suatu hari, ketika raja baru sedang berada di koridor sekolah, Jihoon mendekatinya dengan tegas. "Aku tahu siapa Anda sebenarnya dan apa yang Anda lakukan untuk The Shadows."
Raja baru tampak kaget, tetapi kemudian dia tersenyum sinis. "Kau berani sekali, Jihoon. Apa yang akan kau lakukan sekarang?"
Jihoon mengambil napas dalam-dalam dan menjawab, "Aku ingin Anda mengakhiri semua ini. Saya ingin Anda berhenti bekerja untuk The Shadows dan membebaskan sekolah ini dari pengaruh mereka."
__ADS_1
Raja baru tertawa. "Mengapa aku harus mendengarkanmu? Aku memiliki kekuasaan di sini, dan tidak ada yang bisa menghentikanku."
Jihoon merasa marah dan frustrasi. Dia tahu bahwa raja baru itu sangat kuat, tetapi dia merasa bahwa dia harus mencoba. Dengan berani, Jihoon berkata, "Jika itu yang Anda inginkan, maka mari kita selesaikan ini dengan cara kami."
Pertarungan antara Jihoon dan raja baru pun dimulai. Raja baru mengeluarkan tongkat kayu yang dia pegang, dan Jihoon mempersiapkan dirinya dalam posisi bela diri Taekwondo ITF. Mereka berdua saling berhadapan di tengah koridor sekolah yang sunyi.
Namun, Jihoon menyadari bahwa raja baru memiliki keterampilan bela diri yang sangat luar biasa. Pukulan dan tendangannya sangat cepat dan kuat, dan Jihoon kesulitan untuk mengikuti gerakan-gerakan itu. Raja baru terbukti sebagai lawan yang sangat tangguh.
Pertarungan berlanjut dengan sengit. Jihoon mencoba segala cara untuk mengalahkan raja baru, tetapi dia merasa semakin tertinggal. Raja baru menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan pertarungan, dan Jihoon merasa semakin putus asa.
Tetapi dalam keputusasaan itu, sesuatu yang aneh terjadi. Jihoon merasa adrenalinnya meningkat, dan dia merasa marah dan frustasi karena kenyataan bahwa dia mungkin kalah. Dia merasa bahwa dia tidak bisa menyerah begitu saja.
Tiba-tiba, sesuatu dalam diri Jihoon meletus. Wajahnya berubah merah, dan matanya memancarkan kemarahan yang luar biasa. Dia merasa energi yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya mengalir melalui tubuhnya. Jihoon telah masuk ke dalam apa yang dia sebut "Angry Mode."
Dalam Angry Mode, Jihoon merasa lebih kuat dan lebih cepat daripada sebelumnya. Dia mulai menyerang raja baru dengan kemarahan yang luar biasa, menghindari pukulan dan tendangan lawannya dengan kecepatan yang membuat raja baru kewalahan.
Raja baru terkejut dan kesal. Dia tidak bisa memahami bagaimana Jihoon bisa berubah menjadi begitu kuat dengan tiba-tiba. Mereka terus berkelahi di koridor, tetapi Jihoon semakin mendominasi pertarungan.
Dengan tendangan yang kuat, Jihoon berhasil menjatuhkan raja baru ke lantai. Dia mengepalkan tinjunya dengan marah dan berkata, "Sekarang berhentilah bekerja untuk The Shadows dan biarkan sekolah ini bebas dari pengaruh mereka."
Raja baru merasa tertekan dan akhirnya setuju untuk berhenti. Jihoon menyerahkan bukti-bukti yang dia dan Seojin temukan kepada pihak berwenang di sekolah dan berharap bahwa tindakan akan diambil terhadap raja baru.
Setelah pertarungan itu, Jihoon merasa kelelahan dan terguncang oleh pengalaman Angry Mode-nya. Dia tahu bahwa itu adalah kekuatan yang harus digunakan dengan bijak, dan dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak membiarkan kemarahannya mengendalikan dirinya sepenuhnya.
Meskipun dia merasa puas telah mengalahkan raja baru dan mengungkap kebenaran tentang The Shadows, Jihoon juga tahu bahwa pertarungan melawan Death Eye masih menantinya. Dia masih memiliki misi yang belum terselesaikan, dan dia tahu bahwa tantangan yang lebih besar mungkin ada di depan.
__ADS_1
Saat dia meninggalkan koridor sekolah, dia merasa perasaan campuran antara kemenangan dan ketidakpastian. Namun, dia siap untuk melanjutkan perjalanannya untuk mengungkap misteri di balik The Shadows dan menghadapi Death Eye sekali lagi.