Standing Man

Standing Man
Mencari Death Eye


__ADS_3

Setelah beberapa waktu berlatih Taekwondo ITF dan merasa lebih kuat, Jihoon memutuskan bahwa saatnya untuk menghadapi rasa takutnya sendiri. Dia merasa bahwa dia harus mencari Death Eye dan mengatasi pertemuan mereka yang misterius. Jihoon ingin tahu lebih banyak tentang tujuan sebenarnya dari The Shadows dan apa yang mereka inginkan darinya.


Jihoon mengumpulkan informasi yang dia miliki tentang pertemuan mereka sebelumnya dan mulai berkeliling mencari petunjuk tentang identitas dan lokasi Death Eye. Dia mencoba berbicara dengan teman-temannya di Sekolah Menengah Sejati, tetapi tidak ada yang tahu lebih banyak tentang sosok misterius ini. Semakin dia mencari, semakin terasa bahwa Death Eye adalah seseorang yang sangat ahli dalam menjaga identitasnya tersembunyi.


Dia bahkan mencoba untuk menghubungi sosok ber mantel merah yang telah muncul dan memberinya informasi tentang Death Eye. Namun, bahkan sosok ber mantel merah tersebut tidak dapat memberikan petunjuk yang pasti tentang siapa Death Eye atau di mana dia bisa ditemukan.


Setelah beberapa minggu mencari tanpa hasil, Jihoon merasa semakin frustrasi. Dia merasa seperti dia berputar-putar dalam lingkaran dan tidak bisa menemukan jawaban yang dia cari. Rasa frustasinya memuncak, dan dia memutuskan untuk mencoba sesuatu yang berisiko.


Jihoon memutuskan untuk kembali ke tempat pertemuan awalnya dengan Death Eye. Dia tahu bahwa itu adalah langkah yang berani, tetapi dia merasa bahwa dia harus menghadapinya langsung. Dia pergi ke lokasi di luar sekolah yang gelap dan terlupakan itu, berharap Death Eye akan muncul lagi.


Dia menunggu dengan hati yang berdebar-debar, tetapi tidak ada tanda-tanda sosok misterius itu. Malam semakin gelap, dan hawa semakin dingin. Jihoon merasa kesal, tetapi dia tidak ingin menyerah begitu saja.


Saat dia mulai mempertimbangkan untuk pergi, dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Hatinya berdebar lebih cepat ketika dia melihat seseorang mendekat dalam kegelapan.


Namun, ketika sosok itu mendekat, Jihoon melihat bahwa itu bukan Death Eye. Itu adalah Seojin, rekan latihannya dalam Taekwondo ITF. Seojin tampak khawatir dan bertanya, "Jihoon, apa yang kau lakukan di sini sendirian?"


Jihoon merasa malu karena dia tidak memberi tahu Seojin tentang rencananya. Dia menjelaskan semua yang telah dia lakukan, termasuk mencoba untuk mencari Death Eye dan menghadapinya langsung.


Seojin menggelengkan kepala. "Kau sangat berani, Jihoon, tetapi juga sangat berisiko. Death Eye adalah sosok misterius yang sangat kuat, dan kita tidak tahu apa yang mereka inginkan. Aku mengerti bahwa kau ingin mencari jawaban, tetapi kita harus berhati-hati."


Jihoon merasa bersalah karena tidak membagikan rencananya dengan Seojin sebelumnya. Dia tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan yang berisiko dan bersedia untuk menerima konsekuensinya.

__ADS_1


Mereka berdua memutuskan untuk kembali ke dojo Taekwondo ITF dan memberi tahu Master Kim tentang rencana Jihoon yang berisiko itu. Master Kim sangat khawatir dan memperingatkan Jihoon tentang potensi bahaya dalam mencari Death Eye.


Namun, Jihoon merasa bahwa dia harus menghadapi rasa takutnya sendiri dan mencari jawaban. Dia mengerti bahwa itu adalah tugasnya untuk melindungi dirinya sendiri dan orang-orang yang dia cintai.


Dia mengambil waktu untuk merenung, memikirkan langkah selanjutnya. Jihoon tahu bahwa dia tidak bisa terus mencari Death Eye tanpa petunjuk yang jelas. Dia perlu mencari cara yang lebih cerdas untuk mengungkap misteri di balik The Shadows dan tujuan sebenarnya dari Death Eye.


Setelah percakapan dengan Seojin dan Master Kim, Jihoon merasa semakin yakin bahwa dia harus mengumpulkan lebih banyak informasi tentang Death Eye sebelum mencoba menghadapinya lagi. Dia mulai mencari tahu tentang sosok misterius ini dari berbagai sumber yang mungkin, termasuk rekan-rekan seni bela diri di dojo dan orang-orang yang pernah mendengar tentang keberadaannya.


Suatu hari, ketika Jihoon sedang berlatih di dojo, dia memutuskan untuk bertanya kepada Master Kim tentang apa yang dia ketahui tentang Death Eye. Jihoon merasa bahwa Master Kim mungkin memiliki pengetahuan yang berguna.


Setelah berlatih selesai, Jihoon mendekati Master Kim dengan hati-hati. "Master Kim, apakah Anda pernah bertarung dengan Death Eye?"


Master Kim terdiam sejenak, matanya menerawang ke masa lalu yang jauh. Dia kemudian mengangguk perlahan dan berkata, "Ya, Jihoon, aku pernah bertarung dengan Death Eye."


Master Kim duduk di lantai dojo dan mengajak Jihoon duduk bersamanya. "Pertarungan itu terjadi bertahun-tahun yang lalu, ketika aku masih muda dan bergejolak. Death Eye adalah lawan yang sangat kuat, bahkan lebih kuat daripada yang bisa kubayangkan saat itu."


Master Kim melanjutkan, "Ketika kami bertarung, aku merasa seperti aku berhadapan dengan kegelapan yang tak terbatas. Dia memiliki keterampilan bela diri yang sangat luar biasa dan sangat licik dalam strateginya. Aku berjuang sebaik yang aku bisa, tetapi dia berhasil mengalahkanku dengan telak."


Jihoon mendengarkan dengan penuh perhatian. Dia bisa merasakan rasa malu dan rasa sakit dalam kata-kata Master Kim. "Apa yang Death Eye inginkan, Master Kim? Mengapa dia melakukan semua ini?"


Master Kim menghela nafas. "Itu adalah pertanyaan yang belum pernah aku bisa jawab. Death Eye adalah sosok yang sangat misterius, dan tujuannya selalu tampaknya berubah-ubah. Dia mungkin berada di bawah pengaruh The Shadows, tetapi aku tidak pernah tahu pasti."

__ADS_1


"Setelah pertarungan itu, aku memutuskan untuk tidak mencari Death Eye lagi. Aku tahu bahwa dia adalah kekuatan yang terlalu besar, dan aku tidak ingin terlibat lebih jauh dalam konfliknya. Aku ingin melindungi murid-muridku dan fokus pada pelatihan mereka."


Jihoon merasa terhormat atas kebijaksanaan Master Kim. Dia menghormati keputusan Master Kim untuk melindungi murid-muridnya dan tidak mengejar konfrontasi dengan Death Eye lagi. Namun, Jihoon juga merasa bahwa dia harus mencari jawaban dan memahami maksud sebenarnya dari The Shadows dan Death Eye.


Master Kim melanjutkan, "Jihoon, aku tahu bahwa kau bersemangat untuk mencari kebenaran, tetapi aku mohon padamu untuk berhati-hati. Death Eye adalah lawan yang sangat kuat dan misterius. Jangan remehkan bahaya yang mungkin kau hadapi."


Jihoon merenungkan kata-kata Master Kim dan merasa bahwa dia harus lebih berhati-hati dalam mencari Death Eye. Dia mengerti bahwa keberaniannya harus disertai dengan kebijaksanaan.


Beberapa bulan berlalu, dan Jihoon terus berlatih di dojo Taekwondo ITF. Dia merasa lebih kuat dan lebih percaya diri, tetapi pertanyaan tentang Death Eye masih menghantuinya. Dia ingin tahu lebih banyak, dan dia tahu bahwa dia harus mencari cara yang lebih cerdas untuk mendekati misteri ini.


Pada suatu hari, ketika dia sedang mencari informasi tentang The Shadows, dia menemukan jejak digital yang mengarah ke seorang hacker berbakat yang dikenal dengan nama "Codebreaker." Codebreaker adalah seseorang yang ahli dalam meretas sistem dan memiliki akses ke berbagai informasi rahasia.


Jihoon menghubungi Codebreaker dengan harapan bahwa dia dapat membantu mencari informasi tentang The Shadows dan Death Eye. Mereka berbicara melalui pesan teks dan setuju untuk bertemu secara anonim di dunia maya untuk berbicara lebih lanjut.


Pertemuan virtual mereka berlangsung dengan lancar, dan Jihoon menjelaskan keinginannya untuk mengungkap kebenaran di balik The Shadows dan tujuan sebenarnya dari Death Eye. Codebreaker setuju untuk membantu dan mulai melakukan riset tentang kelompok tersebut.


Beberapa hari kemudian, Codebreaker menghubungi Jihoon dengan informasi yang mengejutkan. Dia telah menemukan jejak digital yang mengungkapkan bahwa Death Eye mungkin terlibat dalam serangkaian kegiatan ilegal yang mencurigakan, termasuk peretasan sistem dan pencurian data.


Jihoon merasa bahwa dia telah menemukan potongan penting dari teka-teki ini. Ini menunjukkan bahwa The Shadows dan Death Eye adalah kelompok yang kuat dan berbahaya yang harus diungkapkan.


Namun, Codebreaker juga memberi tahu Jihoon bahwa Death Eye sangat licik dalam melindungi identitasnya secara online. Mereka berdua tahu bahwa mencari Death Eye secara fisik masih merupakan tugas yang sangat berbahaya dan penuh risiko.

__ADS_1


Jihoon merenungkan langkah-langkah selanjutnya dalam perjalanannya untuk mengungkap kebenaran di balik The Shadows dan Death Eye. Dia tahu bahwa dia harus tetap waspada dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum menghadapi sosok misterius itu lagi.


Jihoon juga tahu bahwa dia tidak akan sendirian dalam perjuangannya ini. Dia memiliki Codebreaker dan teman-temannya di dojo Taekwondo ITF untuk mendukungnya. Bersama-sama, mereka akan menghadapi tantangan yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.


__ADS_2