
Setelah Jihoon berhasil mengatasi lawannya dalam audisi kedua The Shadows, giliran Soo Jin untuk menghadapi tantangan di ring pertarungan. Meskipun dia adalah seorang manajer Jihoon, dia juga memiliki pengetahuan tentang bela diri yang cukup baik.
Pertandingan berikutnya membawa Soo Jin menghadapi seorang petarung dari Brasil. Lawannya memiliki tubuh yang jauh lebih besar dan berotot daripada Soo Jin. Namun, Soo Jin tidak gentar. Dia telah belajar bahwa kekuatan fisik bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil pertarungan.
Ketika pertarungan dimulai, lawan Soo Jin dari Brasil dengan cepat mendekatinya dan mencoba untuk menghantamnya dengan pukulan-pukulan besar. Soo Jin harus menghindari serangan-serangan itu dengan lincah karena tidak ingin terkena pukulan yang kuat.
Namun, perbedaan badan yang signifikan membuat Soo Jin kesulitan untuk melawan lawannya. Lawan Brasilnya memiliki kekuatan yang luar biasa, dan setiap serangan yang dia lancarkan terasa begitu kuat.
Soo Jin menyadari bahwa dia harus menemukan cara untuk mengatasi kekuatan lawannya. Dia ingat teknik yang dia pelajari sendiri selama bertahun-tahun dalam bela diri, yaitu mengincar titik tekanan pada tubuh lawan.
Dengan tekad yang kuat, Soo Jin mulai mengamati gerakan lawannya dengan lebih cermat. Dia mencari titik-titik lemah pada tubuh lawannya yang mungkin bisa dia manfaatkan. Setiap gerakan lawannya menjadi bahan pengamatan.
Beberapa kali, Soo Jin mencoba untuk menyerang titik-titik tekanan tersebut, tetapi dia harus sangat berhati-hati karena lawannya sangat kuat. Namun, dia tidak menyerah dan terus mencari peluang.
Ketika kesempatan akhirnya datang, Soo Jin melancarkan serangan ke titik tekanan yang dia temukan di perut lawannya. Serangannya cukup akurat dan kuat. Lawannya terkejut dan merasakan rasa sakit yang hebat.
Soo Jin terus menyerang titik tersebut, dan lawannya semakin lemah. Dia tidak membiarkan kesempatan itu lolos begitu saja. Akhirnya, dengan serangan yang sangat terarah, Soo Jin berhasil menjatuhkan lawannya ke mat.
Wasit menghitung hingga sepuluh, dan Soo Jin dinyatakan sebagai pemenang. Dia merasa senang dan lega telah berhasil mengalahkan lawan yang jauh lebih besar darinya.
Setelah pertarungan, dia mendekati lawannya yang masih merasa sakit dan tersungkur di lantai. Soo Jin menawarkan tangannya untuk membantu lawannya berdiri. Mereka berdua mengangguk sebagai tanda saling penghargaan atas pertarungan yang telah mereka lakukan.
Pemenangan Soo Jin dalam pertarungan ini tidak hanya menunjukkan kekuatan fisik, tetapi juga kecerdikan dan tekadnya yang kuat. Dia telah memanfaatkan pengetahuannya dalam bela diri dan menemukan cara untuk mengatasi perbedaan badan yang signifikan.
Ketika Soo Jin keluar dari ring pertarungan, Jihoon menyambutnya dengan senyuman bangga. Mereka telah berhasil melewati audisi kedua The Shadows dengan gemilang, dan sekarang mereka lebih dekat dengan mengungkap tujuan sebenarnya dari kelompok misterius tersebut.
__ADS_1
Mereka berdua tahu bahwa masih banyak rintangan dan bahaya yang mungkin menghadang di depan, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka memiliki kemampuan dan tekad yang diperlukan untuk menghadapinya.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka yang berbahaya, siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin muncul di depan mereka. Jihoon dan Soo Jin telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerah dalam upaya mereka untuk mengungkap misteri di balik The Shadows dan Death Eye.
Setelah melewati serangkaian audisi yang menantang, Jihoon dan Soo Jin telah berhasil mencapai babak grand final dalam kompetisi The Shadows. Mereka berdua tahu bahwa pertarungan terakhir ini akan menjadi ujian sejati kemampuan mereka dan mungkin akan membawa mereka lebih dekat pada jawaban tentang kelompok misterius tersebut.
Di grand final ini, Jihoon harus menghadapi petarung dari Thailand. Saingan barunya memiliki tubuh yang sama besar dengan Jihoon, tetapi ototnya jauh lebih besar. Petarung tersebut adalah seorang ahli dalam seni bela diri Muay Thai, sebuah disiplin bela diri yang sangat berbahaya dan efektif.
Pertarungan dimulai dengan sangat cepat. Petarung dari Thailand dengan cepat melancarkan serangkaian tendangan dan pukulan yang kuat. Jihoon harus menghindari serangan-serangan itu dengan hati-hati, karena dia tahu bahwa satu pukulan dari lawannya bisa mengakhiri pertarungan.
Namun, perbedaan dalam teknik bela diri menjadi masalah besar bagi Jihoon. Dia tidak terbiasa dengan gaya Muay Thai dan kesulitan untuk mengantisipasi gerakan lawannya. Serangan-serangan dari petarung Thailand itu sangat kuat, dan Jihoon harus berjuang keras untuk menghindarinya.
Pertarungan semakin sengit saat waktu berjalan. Jihoon mencoba untuk melancarkan serangan baliknya, tetapi petarung Thailand terlalu tangguh dan lincah. Jihoon merasa frustrasi karena dia tidak bisa menemukan celah dalam pertahanan lawannya.
Beberapa menit kemudian, Jihoon mendapatkan serangan balik yang cukup tajam dari petarung Thailand. Pukulan keras itu membuatnya terjatuh ke mat, dan wasit mulai menghitung.
"Satu... dua... tiga..."
"Empat... lima... enam..."
Soo Jin, yang menonton dengan cemas dari luar ring, merasa sangat khawatir. Dia tahu bahwa Jihoon tidak bisa kalah dalam pertarungan ini. Mereka telah melakukan perjalanan panjang dan menghadapi banyak rintangan, dan dia tidak ingin semuanya berakhir di sini.
"Tujuh... delapan..."
Saat wasit mencapai angka delapan , Jihoon tiba-tiba bangkit dengan penuh semangat. Matanya yang bersinar merah menunjukkan bahwa Death Eye-nya telah aktif.
__ADS_1
Jihoon merasa kesadarannya mulai memudar. Dia merasa seperti sedang melayang di antara kesadaran dan ketidaksadaran. Namun, dalam saat-saat terakhir, mata Jihoon mulai bersinar merah, dan dia merasakan energi yang luar biasa memenuhi tubuhnya.
Wajah petarung Thailand itu tampak terkejut saat dia melihat perubahan dalam Jihoon. Serangan-serangan yang sebelumnya begitu kuat sekarang tidak berpengaruh sama sekali pada Jihoon. Dia bergerak dengan kecepatan yang luar biasa, menghindari serangan-serangan lawannya dengan mudah.
Jihoon mulai melancarkan serangan balik yang mematikan. Dia mengejutkan petarung Thailand dengan pukulan-pukulan yang kuat dan cepat. Petarung itu berjuang untuk menghadapi Jihoon yang sekarang menjadi lawan yang jauh lebih tangguh.
Pertarungan berlanjut dengan sengit. Jihoon dan petarung Thailand saling berhadapan dalam serangkaian pertukaran pukulan dan tendangan yang cepat. Kedua petarung menampilkan keterampilan bela diri mereka yang luar biasa.
Namun, kekuatan Jihoon dalam Death Eye-nya membuktikan menjadi keunggulan yang cukup besar. Dia terus menyerang dengan semangat dan determinasi, dan petarung Thailand tidak bisa lagi mengimbangi kecepatan dan kekuatan Jihoon.
Akhirnya, Jihoon melancarkan serangan kritis yang membuat petarung Thailand terjatuh ke mat. Wasit mulai menghitung lagi.
"Satu... dua... tiga..."
Petarung Thailand mencoba keras untuk bangkit, tetapi tubuhnya sangat lelah dan lemah. Dia merasa tidak bisa melanjutkan pertarungan.
"Delapan... sembilan...sepuluh!"
Saat wasit mencapai angka sepuluh, petarung Thailand menyerah. Jihoon dinyatakan sebagai pemenang pertandingan.
Pertarungan epik ini membuat penonton tercengang, termasuk para anggota The Shadows yang hadir sebagai penonton. Mereka menyaksikan kemampuan luar biasa Jihoon, terutama ketika Death Eye-nya aktif.
"Menggunakan Death Eye... itu sangat berbahaya," kata Soo Jin dengan khawatir. "Kau hampir kalah tadi."
Jihoon mengangguk, menyadari bahwa dia harus lebih berhati-hati dalam menggunakan Death Eye-nya. Namun, saat ini, dia merasa lega karena telah berhasil memenangkan pertarungan yang sangat sulit ini.
__ADS_1
Kemenangan Jihoon dalam grand final membawa mereka lebih dekat pada jawaban tentang The Shadows. Mereka tahu bahwa masih banyak rintangan dan bahaya yang mungkin menghadang di depan, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka memiliki kemampuan dan tekad yang diperlukan untuk menghadapinya.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka yang berbahaya, siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin muncul di depan mereka. Jihoon dan Soo Jin telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerah dalam upaya mereka untuk mengungkap misteri di balik The Shadows dan Death Eye.