Standing Man

Standing Man
Panggilan Misterius dari The Shadows


__ADS_3

Saat hari-hari berlalu, Jihoon dan Soo Jin terus menyelidiki The Shadows dan mencari tahu apa yang mereka cari. Namun, informasi tentang kelompok misterius ini tetap sulit ditemukan. Jihoon merasa semakin frustrasi, tetapi dia tidak akan menyerah.


Suatu hari, ketika Jihoon sedang berlatih di dojo, ponselnya berdering dengan pesan teks yang tidak dikenal. Jihoon mengambil ponselnya dan melihat pesan dari pengirim yang tidak dikenal.


"Panggilan Audisi Kedua: Anda telah dipilih."


Jihoon merasa terkejut dan bingung. Siapa yang mengirim pesan ini, dan audisi apa yang mereka bicarakan? Namun, ada sesuatu yang sangat menonjol dalam pesan tersebut: kata "The Shadows."


Dia tahu bahwa ini adalah panggilan misterius dari kelompok itu. Mereka telah memilihnya untuk mengikuti audisi kedua. Namun, Jihoon tidak tahu apa yang harus dia harapkan dari audisi ini atau apa yang akan diuji oleh The Shadows.


Dia segera menghubungi Soo Jin dan memberitahunya tentang pesan tersebut. Soo Jin juga merasa bingung, tetapi mereka berdua merasa bahwa ini adalah kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang The Shadows.


Mereka memutuskan untuk menerima panggilan audisi dan mencari tahu apa yang terjadi. Mereka menunggu petunjuk lebih lanjut dari The Shadows.


Beberapa hari kemudian, mereka menerima pesan lain yang berisi alamat dan tanggal audisi. Audisi akan diadakan di lokasi yang jauh dari kota mereka. Jihoon dan Soo Jin bersiap-siap untuk perjalanan mereka yang berbahaya.


Ketika mereka tiba di lokasi audisi, mereka melihat banyak peserta lain yang berkumpul di sana. Semua peserta berasal dari berbagai negara, dan semuanya tampak sangat berbakat dalam pertarungan.


Mereka mendengar bahwa audisi ini adalah audisi khusus yang hanya diadakan untuk petarung terbaik dari setiap negara yang memiliki cabang The Shadows. Jihoon merasa terhormat dan tertantang oleh pengakuan ini, meskipun dia tetap waspada.

__ADS_1


Audisi dimulai, dan peserta-peserta dibagi menjadi berbagai kelompok. Jihoon dan Soo Jin harus berduel melawan peserta dari berbagai negara. Mereka menyadari bahwa ini adalah ujian nyata dari kemampuan mereka.


Jihoon bertarung dengan penuh semangat dan menunjukkan keterampilan bela dirinya yang telah terlatih dengan baik. Dia berhasil melewati beberapa pertandingan dengan baik, tetapi dia juga menyadari bahwa lawan-lawannya semakin kuat.


Sementara itu, Soo Jin juga memberikan yang terbaik dalam perannya sebagai manajer Jihoon. Dia memberikan dukungan moral dan strategi yang cerdas untuk membantu Jihoon dalam pertandingan.


Ketika audisi mendekati akhir, Jihoon dan Soo Jin menunggu hasilnya dengan cemas. Mereka ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, dan apa yang The Shadows cari dalam audisi ini.


Akhirnya, hasil audisi diumumkan. Jihoon telah berhasil melewati audisi kedua dan dipilih oleh The Shadows. Namun, dia juga menyadari bahwa ini adalah awal dari petualangan yang lebih berbahaya.


Mereka diberi tahu bahwa audisi ini adalah langkah awal menuju sesuatu yang lebih besar. The Shadows memiliki cabang di banyak negara, dan mereka mencari petarung terbaik dari seluruh dunia untuk tujuan yang belum diungkapkan.


Jihoon merasa semakin tertarik untuk mengetahui apa yang sebenarnya The Shadows kejar. Namun, dia juga merasa semakin waspada dan siap menghadapi tantangan apa pun yang mungkin ada di depannya.


Pertandingan berikutnya dalam audisi membawa Jihoon menghadapi seorang lawan dari Jepang. Lawan ini memiliki reputasi sebagai petarung yang sangat cepat dan lincah. Jihoon tahu bahwa pertarungan ini tidak akan mudah, dan dia harus mengandalkan semua keterampilan bela dirinya.


Pertandingan dimulai dengan cepat. Lawan Jihoon dari Jepang bergerak dengan kecepatan yang mengesankan, menghindari pukulan-pukulan Jihoon dengan mudah. Jihoon merasa kesulitan untuk mengikuti gerakan lawannya, dan dia menyadari bahwa dia harus menemukan cara untuk mengimbangi kecepatan tersebut.


Soo Jin yang berada di luar arena pertarungan memberikan dukungan dan saran kepada Jihoon. Dia melihat bahwa Jihoon perlu mencari cara untuk mengatasi kecepatan lawannya jika dia ingin menang.

__ADS_1


Jihoon mencoba berbagai taktik dan teknik bela diri, tetapi lawannya terus bergerak dengan cepat. Jihoon merasa bahwa dia harus mencapai tingkat kecepatan yang sama dengan lawannya jika dia ingin bersaing.


Mata Jihoon mulai bersinar merah, dan dia memasuki "Angry Mode" untuk pertama kalinya dalam pertandingan ini. Ini adalah keadaan di mana dia kehilangan emosi dan kesadaran dirinya sendiri, tetapi juga mendapatkan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa.


Seketika, Jihoon mulai bergerak dengan cepat dan mengikuti gerakan lawannya. Dia mampu menghindari serangan-serangan lawannya dengan mudah, dan kemudian melancarkan serangan balik yang kuat.


Lawan Jihoon dari Jepang terkejut melihat perubahan ini. Dia tidak bisa lagi mengandalkan kecepatan untuk menghindari serangan Jihoon. Jihoon mulai mendominasi pertarungan dengan serangan-serangan yang mematikan.


Pertarungan berlanjut dengan sengit. Jihoon dan lawannya saling berhadapan dalam serangkaian pertukaran pukulan dan tendangan yang cepat. Mereka berdua sangat terampil dan berbakat dalam bela diri mereka masing-masing.


Namun, kekuatan dan kecepatan Jihoon dalam Angry Mode membuktikan menjadi keunggulan yang cukup besar. Dia terus menyerang dengan semangat dan determinasi, meskipun dia kehilangan kendali atas emosinya.


Saat pertarungan mencapai puncaknya, Jihoon mampu mengalahkan lawannya dengan pukulan kritis. Lawannya jatuh tak berdaya, dan wasit memutuskan Jihoon sebagai pemenang.


Jihoon keluar dari Angry Mode-nya dan merasa letih serta penuh perasaan. Dia merasa lega telah menang, tetapi juga merasa khawatir tentang dampak dari penggunaan terus-menerus Angry Mode-nya.


Soo Jin segera mendekati Jihoon dan memberikan dukungan padanya. "Kau melakukannya dengan luar biasa, Jihoon. Tetapi kita harus berbicara tentang penggunaan terus-menerus dari Angry Mode-nya. Kita tidak tahu apa dampak jangka panjangnya."


Jihoon mengangguk setuju. Dia tahu bahwa penggunaan berlebihan dari Angry Mode bisa merusak tubuh dan pikirannya. Dia berjanji untuk berhati-hati dan mencari cara untuk mengendalikan kekuatan itu tanpa harus terus-menerus menggunakan Angry Mode.

__ADS_1


Kemenangan Jihoon dalam pertandingan tersebut memberikan mereka akses ke tahap berikutnya dari audisi The Shadows. Mereka tahu bahwa setiap langkah lebih mendekatkan mereka pada jawaban tentang tujuan kelompok misterius ini.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka yang berbahaya, siap untuk menghadapi rintangan apa pun yang mungkin muncul di depan mereka. Jihoon dan Soo Jin telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerah dalam upaya mereka untuk mengungkap misteri di balik The Shadows dan Death Eye.


__ADS_2