Standing Man

Standing Man
Pertemuan yang Membingungkan


__ADS_3

Dapa melangkah lebih dalam ke dalam jalan rahasia, dan di hadapannya, akhirnya dia menemui orang yang memiliki foto kota yang hancur. Orang itu adalah seorang pria yang tampaknya sangat cuek dan tidak peduli dengan situasi yang sedang berlangsung.


Dengan ekspresi yang penuh kebingungan, Dapa menghadapinya dan bertanya, "Kenapa kau memiliki foto ini?"


Pria itu hanya melirik foto kota itu sebentar, lalu menggelengkan kepala dengan acuh tak acuh. "Tidak tahu juga," katanya dengan nada mengejek. "Mungkin untuk melihat kembali kota yang tidak berguna."


Komentar itu membuat Dapa merasa marah dan kecewa. Bagi Dapa, kota itu adalah tempat tinggalnya dan sejumlah kenangan yang tak terlupakan. Banyak orang yang telah meninggal dalam tragedi itu, dan melihat seseorang memperlakukan foto itu dengan begitu sepele membuat Dapa sangat emosional.


Tanpa menahan amarahnya lagi, Dapa langsung melancarkan serangan pada pria itu. Dia mengeluarkan sebuah alat setrum listrik yang sangat kuat dengan tegangan sebesar 22.220 volt. Dapa ingin menunjukkan betapa seriusnya dia tentang kota dan kenangannya.


Dia menyalakan alat setrum listrik tersebut dan menyerang pria itu. Namun, apa yang terjadi selanjutnya mengejutkan Dapa. Pria itu menerima setrum listrik dengan tenang, seolah-olah tidak merasa sakit sama sekali.


Dapa merasa kaget dan bingung. Bagaimana mungkin pria itu bertahan dari serangan setrum listrik sebesar itu? Dapa memutuskan untuk mengambil langkah lebih jauh dan menghentikan setrum listriknya.


Namun, daripada berbicara atau mencoba memahami situasi, Dapa merasa begitu marah dan frustrasi. Dia menerjunkan dirinya sendiri ke pria itu dengan keras. Pukulannya begitu kuat sehingga hampir semua tulang pria itu terasa seperti hancur.


Pria itu terjatuh ke tanah, penuh dengan rasa sakit. Dapa melihat kondisinya yang sangat buruk, tetapi dia sengaja tidak membunuhnya. Meskipun Dapa sangat marah, dia masih memiliki kode etik yang melarangnya membunuh.

__ADS_1


Dengan nafas terengah-engah, pria itu bertanya, "Mengapa kau tidak membunuhku?"


Dapa menatapnya dengan tegas dan berkata, "Karena aku bukan pembunuh. Tapi jika kau tahu sesuatu tentang foto ini, katakan padaku sekarang juga!"


Pria itu, yang masih sangat lemah, merasa bahwa dia harus memberikan jawaban. Dia merasa bahwa Dapa sangat berbahaya dan tidak akan ragu untuk melukainya lebih lanjut jika perlu.


Dia pun akhirnya berbicara, memberikan petunjuk tentang apa yang mungkin terjadi di balik foto kota yang hancur itu. Dapa mendengarkan dengan sangat serius, tahu bahwa dia mungkin mendapatkan petunjuk yang dia cari untuk mengungkap misteri masa lalunya.


Dapa, setelah mendengar petunjuk dari pria yang dia hadapi, merasa seperti dia telah menemukan petunjuk penting tentang misteri di balik foto kota yang hancur itu. Dia tidak bisa menyembunyikan kebingungannya mengapa orang yang dia kira sebagai guru dan mentor sepanjang hidupnya, Master Kim, mungkin terlibat dalam insiden tersebut.


Dengan rasa marah dan ketidakpercayaan yang melanda, Dapa menghubungi Jihoon untuk memastikan keberadaan Master Kim. Jihoon menjawab teleponnya dengan tenang dan mengatakan bahwa Master Kim sudah pulang duluan.


Master Kim berdiri di belakang Dapa dengan ekspresi yang dingin. Dia berkata, "Akhirnya, kau tahu, siapa yang menghancurkan kota lemah itu."


Dapa merasa marah dan terkejut. Bagaimana mungkin Master Kim, orang yang dia anggap sebagai guru dan panutan, bisa terlibat dalam insiden yang menghancurkan kota tempat tinggalnya? Rasa pengkhianatan melanda hati Dapa, dan dia tahu dia harus menghadapi gurunya ini.


Dapa tidak ingin membunuh, tetapi kebencian dan kemarahan yang dia rasakan saat ini membuatnya hampir melupakan aturan yang dia pegang. Dia dan Master Kim saling menatap dengan intensitas yang luar biasa. Keduanya tahu bahwa pertarungan ini akan sangat berbahaya.

__ADS_1


Pertarungan dimulai, dan Dapa dan Master Kim bertarung dengan sengit. Kekuatan mereka hampir setara, tetapi di tangan Master Kim ada sebuah senjata tajam yang berbahaya. Master Kim berhasil melukai Dapa beberapa kali, dan darah mulai mengalir dari luka-luka itu.


Dapa merasa kewalahan oleh serangan Master Kim, tetapi dia memiliki tekad yang kuat. Dia tahu dia harus membalas dendam atas kota yang hancur dan banyak nyawa yang hilang. Meskipun terluka, Dapa melanjutkan perlawanannya.


Dia memutuskan untuk menggunakan semua kombinasi teknik bela dirinya yang dia kuasai. Dapa meluncurkan serangan-serangan yang cepat dan mematikan, menghindari senjata tajam Master Kim dengan kecepatannya yang luar biasa. Master Kim terkejut dengan kemampuan Dapa yang begitu hebat.


Pertarungan berlangsung dengan sengit, dan keduanya saling memberikan serangan mematikan. Dapa berjuang untuk mempertahankan diri dan mengalahkan Master Kim. Dia tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya untuk menemukan kebenaran dan membalas dendam.


Akhirnya, di saat-saat terakhir pertarungan, Dapa memiliki ide brilian. Dia menggunakan teknik terakhirnya, sebuah kombinasi semua bela diri yang dia kuasai. Serangan itu melebihi harapan, dan Master Kim tidak mampu menghindarinya.


Dapa berhasil menjatuhkan Master Kim, dan senjata tajam yang dipegang Master Kim terlempar ke samping. Master Kim berada dalam posisi yang sangat rentan. Dapa tahu ini adalah saatnya untuk mengakhiri pertarungan.


Dengan tekad yang kuat dan perasaan yang bercampur antara kebencian dan kekecewaan, Dapa membuat keputusan sulit. Dia membakar ruangan tempat mereka bertarung, menghapuskan oksigen yang ada di dalamnya. Tindakan ini sangat berbahaya dan berpotensi mematikan.


Master Kim, yang sudah terluka parah, tidak bisa bergerak atau melarikan diri dari ruangan yang semakin panas dan penuh dengan asap. Dapa menatap gurunya yang sudah hampir tidak sadarkan diri dengan tatapan yang penuh emosi.


Dalam hitungan detik, Master Kim terjebak dalam ruangan yang semakin panas dan gelap. Dapa melihatnya dengan rasa kesedihan dan penyesalan, tetapi dia juga tahu bahwa ini adalah cara untuk menghentikan Master Kim dan membalaskan dendamnya.

__ADS_1


Dapa melangkah pergi dari ruangan yang terbakar, meninggalkan masa lalunya yang kelam di belakang. Keputusan yang dia ambil untuk membakar ruangan itu tidak pernah mudah, tetapi dia tahu dia harus melakukannya untuk menghentikan ancaman yang Master Kim bawa.


__ADS_2