
Saat giliran Soo Jin untuk bertanding dalam babak grand final kompetisi The Shadows, dia menemui lawan yang sangat berbeda dari semua petarung sebelumnya. Lawannya berasal dari China dan adalah seorang ahli dalam seni bela diri kungfu, sebuah disiplin bela diri yang dipandang sebagai salah satu yang tertua dan paling anggun di dunia.
Pertandingan dimulai dengan gerakan yang halus dan mengalir dari petarung China. Dia bergerak dengan kelembutan, menghindari setiap serangan Soo Jin seolah-olah dia bergerak dengan angin. Soo Jin merasa sangat kesusahan untuk mengikuti gerakan yang begitu tidak biasa ini.
Petarung China terus menghindari setiap serangan Soo Jin dengan kelembutan yang luar biasa dan kadang-kadang meluncurkan serangan balik yang cepat dan tajam. Soo Jin merasa sangat kesusahan dalam pertarungan ini, dan dia merasa semakin putus asa.
Meskipun Soo Jin berusaha keras untuk mencari celah dalam pertahanan lawannya, petarung China terus menunjukkan keterampilan yang luar biasa dalam menghindari serangan. Setiap serangan yang dia coba selalu diblok atau dihindari dengan lembut.
Waktu berjalan, dan Soo Jin merasa semakin kewalahan. Petarung China tiba-tiba melancarkan serangan yang sangat cepat dan kuat, membuat Soo Jin terjatuh ke mat. Wasit mulai menghitung.
"Satu... dua... tiga..."
Soo Jin berusaha keras untuk bangkit, tetapi dia merasa sangat lemah. Dia merasa bahwa dia mungkin tidak bisa melanjutkan pertarungan ini.
"Empat... lima..."
Jihoon, yang menonton dengan cemas dari pinggir ring, merasa khawatir melihat Soo Jin kesusahan dalam pertarungan ini. Dia ingin sekali membantu Soo Jin, tetapi dia tahu bahwa dia harus mempercayakan Soo Jin untuk menyelesaikan pertarungan ini sendiri.
"Sembilan...Sepuluh!"
Soo Jin mencoba keras untuk bangkit, tetapi dia merasa sangat lemah dan tersudut. Dia merasa bahwa dia tidak bisa melanjutkan pertarungan ini.
__ADS_1
Saat wasit mencapai angka sepuluh, Soo Jin harus menyerah. Dia merasa sangat kecewa dan terpukul oleh kekalahan ini. Dia tahu bahwa dia telah berjuang keras sepanjang perjalanan mereka, dan sekarang dia merasa seperti dia telah gagal.
Jihoon, yang merasa marah atas kekalahan Soo Jin, berjanji dalam hati untuk membalas kekalahan ini. Dia tahu bahwa dia harus menang dalam pertarungan selanjutnya untuk Soo Jin dan untuk memajukan perjalanan mereka menuju mengungkap misteri The Shadows.
Namun, sebelum pertarungan selanjutnya dimulai, Jihoon ingin memberikan dukungan kepada Soo Jin yang merasa hancur oleh kekalahan ini. Mereka berdua duduk di luar ring pertarungan, dan Jihoon meletakkan tangannya di bahu Soo Jin.
"Soo Jin, kau telah melakukan yang terbaik," kata Jihoon dengan lembut. "Kita masih punya pertarungan selanjutnya, dan aku akan memastikan kita menang."
Soo Jin menoleh padanya dengan mata yang penuh air mata. "Terima kasih, Jihoon. Aku tahu kau akan melakukannya."
Mereka berdua merasa semakin dekat satu sama lain saat mereka menghadapi rintangan yang semakin berat di depan. Jihoon merasa semakin bertekad untuk memenangkan pertarungan berikutnya dan membuktikan bahwa Soo Jin adalah bagian yang tak tergantikan dalam tim mereka.
Setelah kekalahan Soo Jin dalam pertarungan melawan petarung dari China yang menggunakan bela diri kungfu, giliran Jihoon untuk menghadapi tantangan berikutnya. Jihoon merasa sangat bertekad untuk memenangkan pertarungan ini, terutama untuk membalaskan kekalahan Soo Jin.
Lawannya adalah seorang ahli dalam seni bela diri kungfu yang sangat kuat. Jihoon tahu bahwa ini akan menjadi pertarungan yang sulit, tetapi dia merasa semakin termotivasi untuk memenangkan pertarungan ini.
Pertandingan dimulai, dan Jihoon dan lawannya berhadapan satu sama lain di tengah ring pertarungan. Lawannya melancarkan serangan pertama, mengirim tendangan dan pukulan yang cepat. Jihoon dengan cepat menghindari serangan tersebut dan mencoba untuk menilai kemampuan lawannya.
Tidak seperti pertandingan Soo Jin, Jihoon menggunakan Bela Diri Boxing-nya dalam pertarungan ini. Dia tahu bahwa dia memiliki kekuatan dan kecepatan dalam pukulan dan tendangan yang dapat mengimbangi lawannya. Namun, petarung kungfu tersebut memiliki teknik pertahanan yang kuat.
Pertarungan berlanjut dengan serangkaian pertukaran serangan yang cepat. Jihoon dan lawannya bergerak dengan kecepatan yang luar biasa, mencoba untuk mencari celah dalam pertahanan satu sama lain. Tapi pertarungan ini terasa lebih seimbang daripada pertarungan Soo Jin.
__ADS_1
Waktu berjalan, dan kedua petarung mulai merasa semakin lelah. Jihoon tahu bahwa dia harus mengambil tindakan lebih cepat jika dia ingin memenangkan pertarungan ini untuk Soo Jin. Dia merasa semakin bertekad untuk tidak mengulangi kekalahan yang dialami Soo Jin.
Menggunakan kecepatan yang tinggi, Jihoon mulai melancarkan serangan-serangan berturut-turut pada lawannya. Dia mendaratkan serangkaian pukulan dan tendangan yang kuat dan cepat, membuat lawannya terdesak. Tetapi petarung kungfu tersebut masih mampu menghindari sebagian besar serangan Jihoon.
Keduanya semakin kelelahan, dan tampaknya pertarungan akan berjalan cukup lama. Namun, Jihoon memiliki rencana yang tidak terduga. Dengan tiba-tiba, dia berlari menuju lawannya dan meluncurkan pukulan telak ke arah wajahnya.
Pukulan Jihoon mengenai sasaran dengan sempurna, dan lawannya terhuyung mundur. Jihoon tidak memberikan kesempatan padanya untuk pulih dan langsung melancarkan serangan lanjutan. Beberapa pukulan dan tendangan lagi, lawannya terjatuh ke mat.
Wasit mulai menghitung.
"Satu... dua... tiga..."
Petarung kungfu tersebut mencoba bangkit, tetapi dia terlalu lemah untuk melanjutkan pertarungan.
"Sepuluh!"
Wasit mengumumkan kemenangan Jihoon. Jihoon berhasil memenangkan pertarungan ini dan membalaskan kekalahan Soo Jin. Dia merasa sangat bangga dengan kemenangan ini dan merasa lega bahwa dia telah mewujudkan janjinya kepada Soo Jin.
Ketika Jihoon keluar dari ring pertarungan, Soo Jin menyambutnya dengan senyuman yang penuh rasa syukur. Mereka berdua telah melewati pertarungan yang sangat sulit ini bersama-sama, dan kini mereka siap untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
Kemenangan Jihoon dalam pertarungan ini membawa mereka lebih dekat pada jawaban tentang The Shadows. Mereka tahu bahwa masih banyak rintangan dan bahaya yang mungkin menghadang di depan, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka memiliki kemampuan dan tekad yang diperlukan untuk menghadapinya.
__ADS_1