Standing Man

Standing Man
Jihoon dan Pengenalan Systema


__ADS_3

Setelah insiden di bawah jembatan, Jihoon semakin menyadari pentingnya memiliki keterampilan bela diri yang lebih luas dan beragam. Meskipun dia telah menjadi sangat terampil dalam penggunaan penggaris besi, dia ingin belajar bela diri yang lebih komprehensif dan dapat membantunya menghadapi berbagai situasi yang mungkin muncul.


Salah satu temannya merekomendasikan kepada Jihoon untuk mencoba Systema, sebuah sistem bela diri yang berasal dari Rusia. Mereka mengatakan bahwa Systema mengajarkan prinsip-prinsip dasar untuk bertahan dalam situasi darurat, mengatasi stres, dan menggunakan seluruh tubuh sebagai alat pertahanan.


Tertarik dengan konsep ini, Jihoon mencari instruktur Systema di wilayahnya dan menemukan seorang guru berpengalaman yang setuju untuk menjadi pelatihnya. Pelatih tersebut adalah seorang ahli Systema yang telah menghabiskan bertahun-tahun mempelajari dan mengajar sistem ini.


Jihoon memulai pelatihan Systema dengan semangat dan tekad yang sama seperti yang dia terapkan dalam perjalanan bela dirinya sebelumnya. Systema terkenal karena pendekatan yang sangat praktis dan tanpa hambatan, dan Jihoon merasa bahwa ini adalah tambahan yang sempurna untuk keterampilan bela dirinya.


Salah satu aspek yang diajarkan dalam Systema adalah bagaimana mengatasi stres dan ketegangan dalam situasi berbahaya. Jihoon belajar untuk tetap tenang dan fokus bahkan dalam tekanan besar, sehingga dia dapat mengambil keputusan yang tepat dan efektif.


Selain itu, Jihoon juga belajar berbagai teknik fisik, seperti penggunaan pernapasan yang tepat, penggunaan berbagai bagian tubuh sebagai senjata, dan bagaimana memanfaatkan kekuatan lawan untuk keuntungannya sendiri. Semua ini adalah keterampilan yang dapat membantunya dalam pertahanan pribadi dan juga dalam bela diri.


Jihoon menemukan bahwa Systema adalah sistem bela diri yang sangat bermanfaat dan praktis. Ia merasa semakin percaya diri dan siap menghadapi berbagai situasi yang mungkin datang di masa depan.


Selama pelatihan Systema, Jihoon juga bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang yang memiliki minat yang sama dalam bela diri. Mereka membentuk komunitas yang mendukung satu sama lain dalam pengembangan keterampilan mereka.


Jihoon tidak hanya belajar keterampilan fisik, tetapi juga mendapat wawasan tentang bagaimana memahami diri sendiri dan orang lain dalam situasi stres. Ini membantu dia menjadi lebih bijaksana dan lebih waspada terhadap lingkungannya.

__ADS_1


Saat dia terus melanjutkan pelatihan Systema, Jihoon tahu bahwa dia telah menemukan tambahan berharga untuk keterampilan bela dirinya. Dia tidak hanya "Standing Man" dalam arti fisik, tetapi juga dalam arti mental dan emosional.


Dengan penggabungan pengalaman dari Systema dengan keterampilan bela diri sebelumnya, Jihoon semakin siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin datang di masa depan. Dia adalah seseorang yang berdiri tegak, siap menghadapi tantangan, dan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik.


Jihoon menjalani hari-harinya dengan semakin banyak pemahaman tentang kekuatan misterius ini. Dia belajar untuk mendengarkan naluri dan intuisi yang lebih dalam, dan dia merasa semakin terhubung dengan Death Eye.


Suatu malam, ketika Jihoon berlatih teknik Systema di luar rumahnya, Death Eye muncul lagi. Cahaya merah yang khas menyilaukan di antara pepohonan, dan Jihoon tahu bahwa kehadiran Death Eye adalah tanda sesuatu yang penting.


"Jihoon," kata Death Eye dalam suara yang dalam dan menggetarkan. "Kau telah berkembang dengan sangat baik. Kekuatan Death Eye dalam dirimu semakin kuat."


Death Eye melanjutkan, "Aku ingin memberitahumu bahwa kemampuanmu dengan Death Eye adalah sesuatu yang sangat istimewa. Hanya ada dua orang di dunia ini yang dapat mengaktifkan kekuatan ini: kau dan aku."


Jihoon merasa terkejut dan sedikit bingung. "Apa maksudmu dengan 'hanya dua orang'? Apakah kamu berarti dirimu sendiri?"


Death Eye tersenyum - meskipun dalam bentuk sinar merah yang intens. "Aku adalah entitas yang ada sejak zaman kuno, Jihoon. Aku adalah Death Eye itu sendiri. Dan kemampuanmu untuk mengaktifkannya adalah tanda bahwa kau adalah orang yang terpilih."


Jihoon masih merasa bingung dan ingin tahu lebih lanjut. "Apa sebenarnya Death Eye ini? Mengapa aku bisa mengaktifkannya?"

__ADS_1


Death Eye menjelaskan, "Death Eye adalah sebuah kekuatan yang berasal dari energi alam semesta yang sangat langka. Ini adalah kekuatan yang tercipta untuk melindungi dan mempertahankan keseimbangan di dunia. Hanya orang yang memiliki jiwa yang kuat dan niat yang baik yang dapat mengaktifkan kekuatan ini."


Jihoon merenung sejenak. Ini adalah penjelasan yang sangat mendalam tentang asal-usul Death Eye dan mengapa dia, dari semua orang, memiliki kemampuan ini.


Death Eye melanjutkan lagi, "Namun, kekuatan ini juga dapat menarik perhatian orang-orang yang ingin menggunakannya untuk kepentingan mereka sendiri. Kau harus tetap waspada dan bijak dalam menggunakannya, Jihoon. Jangan biarkan kekuatan ini membuatmu tergoda oleh keinginan duniawi."


Jihoon mengangguk dengan serius. Dia merasa bertanggung jawab untuk menggunakan Death Eye dengan bijak, dan dia tidak akan membiarkan kekuatan ini disalahgunakan oleh dirinya sendiri atau orang lain.


Death Eye melanjutkan, "Jihoon, masa depanmu adalah cerita yang belum tertulis. Kekuatanmu dengan Death Eye akan menjadi alat yang kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan yang akan datang. Tetaplah menjadi Standing Man yang teguh dan jangan pernah melupakan siapa dirimu sebenarnya."


Jihoon mendengarkan dengan seksama, meresapi setiap kata yang diucapkan oleh Death Eye. Dia merasa bahwa dia telah memasuki sebuah misi yang lebih besar daripada yang pernah dia bayangkan, dan dia akan menggunakan kekuatannya untuk kebaikan.


Saat Jihoon berpikir bahwa pembicaraan dengan Death Eye telah selesai, tiba-tiba kekuatan misterius itu mulai memudar. Cahaya merahnya yang menyilaukan perlahan-lahan memudar, dan Death Eye menjadi semakin samar. Jihoon mencoba untuk memanggilnya, tetapi tidak ada respons.


Dalam sekejap, Death Eye berubah menjadi debu halus dan beterbangan di angin malam. Jihoon merasa kehilangan yang mendalam. Kekuatan yang telah menjadi bagian dari hidupnya, mentor tak terlihatnya, tiba-tiba telah pergi.


Dia duduk di sana, merasa sedih dan hampa. Death Eye telah memberinya banyak bimbingan dan pemahaman tentang dirinya sendiri, dan kehilangannya adalah kehilangan yang sangat besar. Jihoon berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjalani hidupnya sebaik mungkin dan menggunakan kekuatan yang telah dia warisi dengan bijak, sebagai penghormatan bagi Death Eye yang telah mendukungnya sejauh ini.

__ADS_1


__ADS_2